Sejumlah Daerah Kekurangan Stok Vaksin Covid-19, Ini Penjelasan Pemerintah

Kompas.com - 23/07/2021, 13:47 WIB
Suasana di Puskesmas Rawat Inap Kemiling, Rabu (14/7/2021). Stok vaksin di sejumlah puskesmas di Bandar Lampung kosong. KOMPAS.COM/TRI PURNA JAYASuasana di Puskesmas Rawat Inap Kemiling, Rabu (14/7/2021). Stok vaksin di sejumlah puskesmas di Bandar Lampung kosong.

JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Komunikasi Publik Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Arya Sinulingga menyebut, kecepatan penyerapan vaksin antara satu kabupaten/kota dengan lainnya tidak merata.

Hal itulah yang menyebabkan sejumlah daerah mengalami kekurangan stok vaksin.

"Kadang-kadang juga kita lihat kenapa bisa ya provinsi tersebut vaksinnya masih ada stoknya, tapi kok ada daerah yang kurang," kata Arya dalam siaran langsung Instagram Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman (@fadjroelrachman), Jumat (23/7/2021).

"Karena apa? Karena ada kabupaten/kota yang (vaksinnya) teserap cepat, ada kabupaten/kota yang nggak terserap cepat," tutur Staf Khusus Menteri BUMN itu.

Baca juga: Stok Vaksin Covid-19 di Sleman Menipis, Diperkirakan Akan Habis dalam 4 Hari

Arya mengatakan, proses distribusi vaksin Covid-19 disalurkan oleh PT Bio Farma (Persero) ke 34 provinsi di Tanah Air. Selanjutnya, provinsi menyalurkan ke seluruh kabupaten/kota hingga ke tingkat Puskesmas.

Apabila jumlah vaksin di suatu kabupaten/kota masih ada yang belum digunakan, kata Arya, vaksin itu tak bisa ditarik kembali untuk menutupi keosongan stok vaksin di kabupaten/kota lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, distribusi vaksin sudah dihitung secara proporsional. Hanya saja, penyerapan yang tidak merata menyebabkan munculnya kekurangan stok vaksin.

"Jadi bisa di suatu daerah misalnya sudah ada 500.000 vaksin, tapi yang tervaksin baru 300.000. Ke mana yang 200.000 kok nggak dipakai? Padahal ini provinsi masih minta (vaksin) juga karena ada yang kurang. Sudah disebar merata, proporsional sesuai jumlahnya, ada yang cepat penyuntikan, ada yang lama," terang Arya.

Baca juga: Bertemu Jokowi, Bima Arya Laporkan Kelangkaan Oksigen hingga Minta Distribusi Vaksin Covid-19 Dipercepat

Arya menyebut, tidak meratanya penyerapan vaksin disebabkan karena masih ada masyarakat di sejumlah daerah yang enggan divaksin. Sementara, di daerah lainnya permintaan akan vaksin tinggi.

Kendati demikian, Arya meminta masyarakat tak khawatir soal stok vaksin. Ia memastikan bahwa persediaan vaksin di Tanah Air mencukupi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Stabilitas Sistem Keuangan dan Pemulihan Ekonomi, BI Laksanakan Program Strategis dan 4 Transformasi

Jaga Stabilitas Sistem Keuangan dan Pemulihan Ekonomi, BI Laksanakan Program Strategis dan 4 Transformasi

Nasional
Saat Presiden Jokowi Bujuk Menteri Basuki Beli Sepatu untuk 'Motoran'

Saat Presiden Jokowi Bujuk Menteri Basuki Beli Sepatu untuk "Motoran"

Nasional
Menteri PPPA: Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Masih Banyak Terjadi, Ini Jadi Alarm

Menteri PPPA: Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Masih Banyak Terjadi, Ini Jadi Alarm

Nasional
Bertemu Atlet Sepak Bola Nasional, Gus Muhaimin: Mereka Butuh Rasa Aman

Bertemu Atlet Sepak Bola Nasional, Gus Muhaimin: Mereka Butuh Rasa Aman

Nasional
Kemenko PMK Jalin Kerja Sama dengan BSSN Terkait Perlindungan Informasi dan Transaksi Elektronik

Kemenko PMK Jalin Kerja Sama dengan BSSN Terkait Perlindungan Informasi dan Transaksi Elektronik

Nasional
Protes soal Anggaran Sosialisasi Empat Pilar, Pimpinan MPR Usul Menkeu Sri Mulyani Dicopot

Protes soal Anggaran Sosialisasi Empat Pilar, Pimpinan MPR Usul Menkeu Sri Mulyani Dicopot

Nasional
Di Sidang MK, Pakar Nilai Putusan DKPP Bersifat Rekomendasi

Di Sidang MK, Pakar Nilai Putusan DKPP Bersifat Rekomendasi

Nasional
Ipda Yusmin Ungkap Alasan Penembakan Empat Laskar FPI di Dalam Mobil

Ipda Yusmin Ungkap Alasan Penembakan Empat Laskar FPI di Dalam Mobil

Nasional
Kelola Potensi Perikanan di Ende, Kementerian KP Gelar Pelatihan Pembuatan Pancing Gurita

Kelola Potensi Perikanan di Ende, Kementerian KP Gelar Pelatihan Pembuatan Pancing Gurita

Nasional
UPDATE 30 November: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 45,85 Persen dari Target

UPDATE 30 November: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 45,85 Persen dari Target

Nasional
KPK Serahkan Kasus Pembangunan Infrastruktur di PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) ke Polri

KPK Serahkan Kasus Pembangunan Infrastruktur di PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) ke Polri

Nasional
Disebut Gagal Ciptakan Lingkungan Kerja Aman dari Pelecehan Seksual, Ini Respons KPI

Disebut Gagal Ciptakan Lingkungan Kerja Aman dari Pelecehan Seksual, Ini Respons KPI

Nasional
UPDATE 30 November: Sebaran 297 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi Jawa Barat

UPDATE 30 November: Sebaran 297 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi Jawa Barat

Nasional
'Jangan sampai Kita Kecolongan soal Varian Omicron seperti Saat Varian Delta Masuk'

"Jangan sampai Kita Kecolongan soal Varian Omicron seperti Saat Varian Delta Masuk"

Nasional
DPR Upayakan Revisi UU Cipta Kerja Masuk Prolegnas Prioritas 2022

DPR Upayakan Revisi UU Cipta Kerja Masuk Prolegnas Prioritas 2022

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.