KSAL Cek Kesiapan Gedung Karang Puncung Surabaya Jadi RS Darurat Pasien Covid-19

Kompas.com - 23/07/2021, 10:40 WIB
Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Panglima Koarmada II Laksamana Muda TNI Dr. Iwan Isnurwanto saat meninjau depo isi ulang oksigen gratis di atas KRI dr Soeharso-990, Kamis (22/7/2021). Dokumentasi Dispen Koarmada IIKasal Laksamana TNI Yudo Margono, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Panglima Koarmada II Laksamana Muda TNI Dr. Iwan Isnurwanto saat meninjau depo isi ulang oksigen gratis di atas KRI dr Soeharso-990, Kamis (22/7/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono meninjau kesiapan Gedung Karang Puncung di Ksatrian Usman Pangkalan Marinir Surabaya menjadi rumah sakit darurat pasien Covid-19, Kamis (22/7/2021).

Yudo meninjau tempat tersebut didampingi Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen Marinir Suhartono.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka mengantisipasi lonjakan Covid-19.

"Rumah sakit Darurat ini diperuntukan tidak hanya untuk militer tetapi juga untuk masyarakat umum yang terpapar Covid-19," kata Yudo dalam keterangan tertulis, Kamis.

Baca juga: TNI AL Vaksinasi Nelayan dan Pekerja Pelabuhan di Bekasi

Sebelum dialihfungsikan menjadi tempat perawatan pasien positif Covid-19 bergejala ringan, Gedung Karang Puncung semula digunakan untuk barak siaga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Yudo, gedung tersebut setidaknya dapat menyediakan sekitar 800 tempat tidur.

"Dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung seperti kamar mandi, WC, ruang tenaga kesehatan, tempat berjemur, wifi dan ambulan," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satgas Diminta Monitor PTM Setiap Hari untuk Cegah Klaster Covid-19 di Sekolah

Satgas Diminta Monitor PTM Setiap Hari untuk Cegah Klaster Covid-19 di Sekolah

Nasional
Polisi Gelar Perkara Kasus Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece

Polisi Gelar Perkara Kasus Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece

Nasional
Pemerintah Harap Perpres Nomor 67 dan 72 2021 Mampu Atasi Persoalan TBC-Stunting

Pemerintah Harap Perpres Nomor 67 dan 72 2021 Mampu Atasi Persoalan TBC-Stunting

Nasional
Sebelum OTT, KPK Datangi Kementerian/Lembaga untuk Kasih Peringatan

Sebelum OTT, KPK Datangi Kementerian/Lembaga untuk Kasih Peringatan

Nasional
Wapres: Tak Ada lagi Alasan Badan Publik Tunda Keterbukaan Informasi

Wapres: Tak Ada lagi Alasan Badan Publik Tunda Keterbukaan Informasi

Nasional
Propam Kantongi Izin MA untuk Periksa Irjen Napoleon atas Dugaan Penganiayaan Muhammad Kece

Propam Kantongi Izin MA untuk Periksa Irjen Napoleon atas Dugaan Penganiayaan Muhammad Kece

Nasional
Wapres Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi Publik Harus Terus Dilaksanakan

Wapres Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi Publik Harus Terus Dilaksanakan

Nasional
Airlangga Umumkan Nama Wakil Ketua DPR Pengganti Azis Syamsuddin, Rabu Besok

Airlangga Umumkan Nama Wakil Ketua DPR Pengganti Azis Syamsuddin, Rabu Besok

Nasional
PMI Jelaskan Syarat dan Tahap bagi Donor Plasma Konvalesen untuk Covid-19

PMI Jelaskan Syarat dan Tahap bagi Donor Plasma Konvalesen untuk Covid-19

Nasional
Komnas Perempuan Minta Polri Proses Hukum Pelaku KDRT

Komnas Perempuan Minta Polri Proses Hukum Pelaku KDRT

Nasional
Pimpinan Sebut 1.291 Perkara Korupsi Ditindak KPK sejak 2004 hingga Juni 2021

Pimpinan Sebut 1.291 Perkara Korupsi Ditindak KPK sejak 2004 hingga Juni 2021

Nasional
Pemerintah Diminta Libatkan Banyak Pihak Tentukan Tanggal Pemilu 2024

Pemerintah Diminta Libatkan Banyak Pihak Tentukan Tanggal Pemilu 2024

Nasional
Sepanjang 2004-2021, Komnas Perempuan Catat 544.452 Kekerasan dalam Rumah Tangga

Sepanjang 2004-2021, Komnas Perempuan Catat 544.452 Kekerasan dalam Rumah Tangga

Nasional
Luhut Klaim Angka Testing Sudah Cukup Baik, Epidemiolog: Mestinya 270.000 Testing Per Hari

Luhut Klaim Angka Testing Sudah Cukup Baik, Epidemiolog: Mestinya 270.000 Testing Per Hari

Nasional
Pemerintah Diminta Kaji Bersama Pakar soal Rencana Izinkan Kegiatan Skala Besar

Pemerintah Diminta Kaji Bersama Pakar soal Rencana Izinkan Kegiatan Skala Besar

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.