Kompas.com - 22/07/2021, 13:52 WIB
Suasana Posko tes Covid-19 gratis di Mapolsek Pamulang, Tangerang Selatan, Senin (17/5/2021). KOMPAS.com/Tria SutrisnaSuasana Posko tes Covid-19 gratis di Mapolsek Pamulang, Tangerang Selatan, Senin (17/5/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Co-Founder LaporCovid-19 Irma Hidayana mengatakan, percuma jumlah angka kasus Covid-19 harian turun apabila jumlah testing turut merosot.

Tanpa ada testing yang masif, penularan Covid-19 dan kematian tak bisa diketahui dengan pasti jumlahnya.

"(Data) kemarin jumlah tes hanya sedikit sekali, hanya sekitar 65.000, saya tidak lihat (data) antigen ya, saya lihat PCR dan TCM. Kemudian positivity rate kita masih cukup tinggi, berkisar 40 persen setiap hari, yang paling penting positivity rate ini. Enggak ada gunanya kita melihat angka kasus yang turun tapi disertai turunnya jumlah tes," jelas dia dalam diskusi virtual yang diadakan Indonesia Corruption Watch (ICW), Kamis (22/7/2021).

Baca juga: LaporCovid-19 Ungkap Ada Warga yang Isoman, tapi Tak Diperhatikan Puskesmas

Jik membandingkan kematian Covid-19 di Indonesia dengan beberapa negara lain, angka di sini memang lebih kecil. Tapi, itu karena testing yang rendah.

Irma mengajak masyarakat untuk juga melihat angka pemeriksaan Covid-19 setiap harinya. 

"Maka yang perlu dilihat itu testingnya, karena angka kasus tidak ditemukan, kematian terkonfirmasi tidak akan ditemukan dan tidak akan dihitung kalau tidak dites PCR," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bagaimana mereka yang meninggal yang menunjukan gejala klinis tapi tidak punya akses untuk melakukan PCR? Dan saya kira itu masih banyak sekali di Indonesia," sambungnya.

Irma menuturkan, mestinya testing menjadi prioritas dan kewajiban pemerintah selain program percepatan vaksinasi.

Sebab masih banyak masyarakat yang tidak memiliki cukup biaya atau akses untuk bisa melakukan testing misalnya dengan menggunakan metode PCR yang terhitung memakan biaya tidak murah.

"Karena sebenarnya (testing) itu tugas negara untuk memenuhi hak atas kesehatan, melalui testing, atau vaksinasi dan lain sebagainya," imbuhnya.

Baca juga: LaporCovid-19: 548 Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isolasi Mandiri, Jawa Barat Terbanyak

Diketahui pekan lalu sejak Rabu (14/7/2021) hingga Sabtu (17/7/2021) penambahan kasus harian Covid-19 selalu melewati angka 50.000, namun jumlah testing pada periode tersebut tak pernah kurang dari 240.000 spesimen.

Namun mulai Minggu (18/7/2021) penurunan kasus harian tercatat berada dibawah 35.000 karena jumlah testing juga menurun.

Ahli Epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menjelaskan kondisi ini belum bisa menjadi patokan bahwa penurunan penyebaran Covid-19.

"Kita belum melewati puncak pandemi, penurunan kasus itu di tengah penurunan jumlah testing dan positivity rate yang meningkat. Jadi tidak mencerminkan adanya penurunan sebetulnya," ucap Dicky pada Kompas.com, Senin (19/7/2021).



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komisi II Minta Penyederhanaan Surat Suara Tak Sulitkan Masyarakat

Komisi II Minta Penyederhanaan Surat Suara Tak Sulitkan Masyarakat

Nasional
Jusuf Kalla Minta Penyintas Covid-19 Jadi Donor Plasma Konvalesen

Jusuf Kalla Minta Penyintas Covid-19 Jadi Donor Plasma Konvalesen

Nasional
Penjelasan Istana soal Pengecatan Ulang Pesawat Kepresidenan di Tengah Pandemi Covid-19

Penjelasan Istana soal Pengecatan Ulang Pesawat Kepresidenan di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional
Polri: Salah Satu Tersangka Kasus Unlawful Killing Laskar FPI Positif Covid-19

Polri: Salah Satu Tersangka Kasus Unlawful Killing Laskar FPI Positif Covid-19

Nasional
Jokowi Klaim PPKM Level 4 Turunkan Kasus Covid-19, Seperti Apa Faktanya?

Jokowi Klaim PPKM Level 4 Turunkan Kasus Covid-19, Seperti Apa Faktanya?

Nasional
Pemerintah Terapkan Sanksi bagi Pelaku Usaha, Restoran hingga Mal Pelanggar PPKM

Pemerintah Terapkan Sanksi bagi Pelaku Usaha, Restoran hingga Mal Pelanggar PPKM

Nasional
Wapres Minta Lulusan IPDN Antisipasi Paham Radikalisme

Wapres Minta Lulusan IPDN Antisipasi Paham Radikalisme

Nasional
Kasus RAPBD Provinsi Jambi, KPK Periksa 10 Terpidana Anggota DPRD 2014-2019

Kasus RAPBD Provinsi Jambi, KPK Periksa 10 Terpidana Anggota DPRD 2014-2019

Nasional
PPKM Diperpanjang, Ketua DPR: Jangan Lengah Melihat Angka Kasus Melandai

PPKM Diperpanjang, Ketua DPR: Jangan Lengah Melihat Angka Kasus Melandai

Nasional
Perpanjangan PPKM: Di Jawa Hanya Kabupaten Tasikmalaya yang Terapkan Level 2

Perpanjangan PPKM: Di Jawa Hanya Kabupaten Tasikmalaya yang Terapkan Level 2

Nasional
PPKM Level 4 Jawa-Bali: Makan di Warung Maksimal Masih 20 Menit, Kapasitas Dibatasi

PPKM Level 4 Jawa-Bali: Makan di Warung Maksimal Masih 20 Menit, Kapasitas Dibatasi

Nasional
PPKM Level 4 Diperpanjang, Anggota DPR Ingatkan soal Ketersediaan Obat dan Oksigen

PPKM Level 4 Diperpanjang, Anggota DPR Ingatkan soal Ketersediaan Obat dan Oksigen

Nasional
Pengecatan Pesawat Kepresidenan Saat Pandemi Disorot, Dinilai Tak Ada Urgensinya

Pengecatan Pesawat Kepresidenan Saat Pandemi Disorot, Dinilai Tak Ada Urgensinya

Nasional
Lantik Pamong Praja Muda IPDN, Wapres: Jangan Berorientasi Duduki Jabatan Struktural

Lantik Pamong Praja Muda IPDN, Wapres: Jangan Berorientasi Duduki Jabatan Struktural

Nasional
PPKM Level 4 di 45 Daerah Luar Jawa-Bali, Pedagang Kaki Lima hingga Bengkel Buka dengan Prokes Ketat

PPKM Level 4 di 45 Daerah Luar Jawa-Bali, Pedagang Kaki Lima hingga Bengkel Buka dengan Prokes Ketat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X