Kompas.com - 13/07/2021, 14:57 WIB
Ilustrasi vaksin Sinopharm yang diproduksi perusahaan farmasi China. SHUTTERSTOCK/Steve HeapIlustrasi vaksin Sinopharm yang diproduksi perusahaan farmasi China.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury mengatakan, dalam tiga hari mendatang Indonesia akan menerima 4 juta dosis vaksin Sinopharm.

Menurut Pahala, vaksin tersebut akan digunakan untuk program Vaksinasi Gotong Royong.

"Empat juta dosis vaksin yang merupakan jenis vaksin Sinopharm yang akan digunakan untuk Vaksinasi Gotong Royong," kata Pahala, dalam konferensi pers secara daring, Selasa (13/7/2021).

Baca juga: Vaksinasi Individu Berbayar Bisa Digelar oleh Fasilitas Layanan Kesehatan Swasta

Pahala mengatakan, vaksin Sinopharm merupakan vaksin dengan platform inactivated dan sudah memperoleh emergency use listing (EUL) dari organisasi kesehatan dunia (WHO) pada Mei 2021.

Selain itu, kata Pahala, sebanyak 56 negara sudah menyetujui penggunaan vaksin yang memiliki efikasi sebesar 79 persen itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia juga menuturkan, Vaksinasi Gotong Royong merupakan upaya untuk melengkapi dan mempercepat program vaksinasi pemerintah.

Percepatan itu bertujuan agar Indonesia dapat segera mencapai kekebalan komunal atau herd immunity.

"Dalam kesempatan ini kami atas nama Kementerian BUMN tentunya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja dan juga sudah mendukung adanya vaksin gotong royong tersebut," ungkapnya.

"Kita optimistis bahwa kedatangan vaksin gotong royong Sinopharm ini akan menambah optimisme bagi masyarakat Indonesia dan juga untuk bisa mempercepat program vaksinasi yang ada," ujar dia.

Baca juga: Komisi IX Minta Pemerintah Perbanyak Vaksinasi Gratis, Bukan Jualan Vaksin

Adapun program Vaksinasi Gotong Royong diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tidak Ada Lagi Seat Distancing, Alasan Mengapa Penumpang Pesawat Wajib PCR

Tidak Ada Lagi Seat Distancing, Alasan Mengapa Penumpang Pesawat Wajib PCR

Nasional
Menko PMK: Kesadaran akan Pentingnya Inklusi Digital bagi Lansia Perlu Ditumbuhkan

Menko PMK: Kesadaran akan Pentingnya Inklusi Digital bagi Lansia Perlu Ditumbuhkan

Nasional
Airlangga Sebut Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Lebih Rendah dari India

Airlangga Sebut Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Lebih Rendah dari India

Nasional
Syarat Perjalanan Terbaru untuk Pengemudi Kendaraan Logistik: Wajib Pakai PeduliLindungi

Syarat Perjalanan Terbaru untuk Pengemudi Kendaraan Logistik: Wajib Pakai PeduliLindungi

Nasional
Ilmuwan WHO Sebut Vaksinasi Dapat Membentuk Herd Immunity secara Aman

Ilmuwan WHO Sebut Vaksinasi Dapat Membentuk Herd Immunity secara Aman

Nasional
Wapres: Pembangunan SDM Tidak Akan Tercapai jika Anggaran Tak Tepat Sasaran

Wapres: Pembangunan SDM Tidak Akan Tercapai jika Anggaran Tak Tepat Sasaran

Nasional
Aturan Terbaru Penerbangan Jawa-Bali: Penumpang Wajib Bawa Hasil PCR, Antigen Tak Berlaku

Aturan Terbaru Penerbangan Jawa-Bali: Penumpang Wajib Bawa Hasil PCR, Antigen Tak Berlaku

Nasional
Ada Karantina dan PCR, Biaya Umrah Diprediksi Naik 30 Persen

Ada Karantina dan PCR, Biaya Umrah Diprediksi Naik 30 Persen

Nasional
Pengamat: Kasus Korupsi 4 Kader Golkar Tak Pengaruhi Elektabilitas, Publik Cepat Lupa

Pengamat: Kasus Korupsi 4 Kader Golkar Tak Pengaruhi Elektabilitas, Publik Cepat Lupa

Nasional
Vaksin Booster, Apakah Penting untuk Tubuh? Ini Penjelasan Dokter WHO

Vaksin Booster, Apakah Penting untuk Tubuh? Ini Penjelasan Dokter WHO

Nasional
Dua Tahun Jokowi-Ma'ruf, Diplomasi Pertahanan dan Modernisasi Alutsista

Dua Tahun Jokowi-Ma'ruf, Diplomasi Pertahanan dan Modernisasi Alutsista

Nasional
Komjen Paulus Waterpauw Dilantik Jadi Deputi di BNPP Kemendagri

Komjen Paulus Waterpauw Dilantik Jadi Deputi di BNPP Kemendagri

Nasional
Aturan Naik Pesawat-Kereta Terbaru: Wajib Gunakan PeduliLindungi

Aturan Naik Pesawat-Kereta Terbaru: Wajib Gunakan PeduliLindungi

Nasional
Pelaku Perjalanan Jarak Jauh Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin, Kecuali 3 Kategori Ini

Pelaku Perjalanan Jarak Jauh Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin, Kecuali 3 Kategori Ini

Nasional
Panglima TNI Kirim 200 Nakes ke Bogor untuk Percepat Vaksinasi Covid-19

Panglima TNI Kirim 200 Nakes ke Bogor untuk Percepat Vaksinasi Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.