Kompas.com - 13/07/2021, 10:27 WIB
Relawan dari polisi masyarakat (Polmas) melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan sekitaran rumah pasien Covid-19 yang meninggal saat melakukan isolasi mandiri di rumah di Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/7/2021). Pasien meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bekerja sama dengan Polresta Bogor Kota menyediakan nomor hotline (WhatsApp) untuk penanganan jenazah pasien Covid-19 saat isolasi mandiri dengan nomor 0811-1173-165. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGRelawan dari polisi masyarakat (Polmas) melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan sekitaran rumah pasien Covid-19 yang meninggal saat melakukan isolasi mandiri di rumah di Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/7/2021). Pasien meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bekerja sama dengan Polresta Bogor Kota menyediakan nomor hotline (WhatsApp) untuk penanganan jenazah pasien Covid-19 saat isolasi mandiri dengan nomor 0811-1173-165.
|

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Ahli epidemiologi dari Griffith University Australia Dicky Budiman menjelaskan pentingnya memantau pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Pemantantuan intensif, lanjut Dicky, mesti dilakukan terutama pada hari ke-5 hingga ke-10 seseorang menjalani isolasi mandiri.

"Jadi program pemantauan yang sifatnya kunjungan rumah ini penting dilakukan. Setidaknya dalam periode isolasi mandiri terutama di fase hari ke 5 sampai 10 paling rawan, pada fase ini pemantauan lebih baik dilakukan setiap hari," jelas Dicky dihubungi Kompas.com, Selasa (13/7/2021).

Dicky menyebut pemantauan intensif harus dilakukan guna menurunkan jumlah rujukan pasien Covid-19 ke rumah sakit dan menurunkan angka kematian saat seseorang menjalankan isolasi mandiri.

"Ini yang bisa menurunkan angka rujukan ke rumah sakit dan juga menurunkan jumlah kematian," sambungnya.

Baca juga: Epidemiolog Minta Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri Waspadai Kondisi Ini...

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun dalam kondisi saat ini, Dicky menyarankan, agar pemerintah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk melakukan pemantauan pada pasien Covid-19 yang menjalankan isolasi mandiri.

Sebab pemantauan itu sudah tidak bisa dengan memanfaatkan tenaga kesehatan yang sudah disibukkan dengan penanganan Covid-19 di berbagai fasilitas kesehatan.

"Tentu hal ini bisa dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat atau civil society. Kalau bicara nakes sudah enggak bisa," imbuh dia.

Dicky kemudian juga menyarankan masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri segera mencari fasilitas kesehatan jika mengalami beberapa gejala.

Pertama, demam yang tidak turun selama 3-4 hari.

Kedua, batuk disertai dahak berwarna yang tidak mereda setelah 7-10 hari isolasi mandiri.

"Ketiga, saturasi oksigen dibawah 92 persen selama 1-2 hari dan disertai keluhan sesak nafas, itu harus segera mendapat penanganan tenaga kesehatan, kalau tidak bisa fatal," tutur dia.

Selain tiga kondisi itu, menurut Dicky, masyarakat yang memiliki keterbatasan komunikasi dan mobilitas karena kesehatan mental atau pun kondisi disabilitas juga tidak bisa menjalani isolasi mandiri.

Baca juga: Apakah Perlu Tes Swab Setelah 14 Hari Isolasi Mandiri?

"Masyarakat pada kondisi tersebut benar-benar tidak bisa isolasi mandiri. Perlu ditangani dan diawasi di fasilitas kesehatan," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya LaporCovid-19 menyebut sampai 12 Juli 2021 sebanyak 450 orang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri.

Berdasarkan data tersebut, angka kematian terbanyak saat isolasi mandiri berada di provinsi Jawa Barat dengan 160 warga tutup usia.

Co-Inisiator LaporCovid-19, Ahmad Arif mengatakan kasus kematian saat isolasi mandiri juga ditemukan di sejumlah provinsi lain seperti Yogyakarta, DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Timur.

Sedangkan di luar Jawa, kematian saat isolasi mandiri ditemukan pula di Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Riau serta Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 20 Oktober: Sudah Ada 109.796.866 Warga Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

UPDATE 20 Oktober: Sudah Ada 109.796.866 Warga Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

Nasional
UPDATE: Sebaran 914 Kasus Baru Covid-19, Jabar Tertinggi dengan 122

UPDATE: Sebaran 914 Kasus Baru Covid-19, Jabar Tertinggi dengan 122

Nasional
Percepat Pemulihan, Indonesia Tingkatkan Diplomasi Ekonomi dengan UEA dan Qatar

Percepat Pemulihan, Indonesia Tingkatkan Diplomasi Ekonomi dengan UEA dan Qatar

Nasional
UPDATE: 64.622.692 Orang Dapatkan Dosis Kedua Vaksin Covid-19 di Indonesia

UPDATE: 64.622.692 Orang Dapatkan Dosis Kedua Vaksin Covid-19 di Indonesia

Nasional
Sebaran 16.376 Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah dengan 2.161

Sebaran 16.376 Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah dengan 2.161

Nasional
UPDATE 20 Oktober: Ada 6.706 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 20 Oktober: Ada 6.706 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
Ditahan Usai Jadi Tersangka, Bupati Kuansing Andi Putra Tiba di Gedung KPK

Ditahan Usai Jadi Tersangka, Bupati Kuansing Andi Putra Tiba di Gedung KPK

Nasional
Menanti Proses Pemeriksaan Polisi terhadap Rachel Vennya...

Menanti Proses Pemeriksaan Polisi terhadap Rachel Vennya...

Nasional
Menteri PPPA Nilai Dugaan Asusila Kapolsek Parigi Moutong Rendahkan Martabat Perempuan

Menteri PPPA Nilai Dugaan Asusila Kapolsek Parigi Moutong Rendahkan Martabat Perempuan

Nasional
UPDATE 20 Oktober: Ada 16.376 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 20 Oktober: Ada 16.376 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Rayakan HUT ke-21, Indika Energy Perkuat Komitmen Netral Karbon

Rayakan HUT ke-21, Indika Energy Perkuat Komitmen Netral Karbon

Nasional
UPDATE: Bertambah 1.207, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.077.748

UPDATE: Bertambah 1.207, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.077.748

Nasional
UPDATE: Bertambah 28, Pasien Covid-19 Meninggal Capai 143.077 Orang

UPDATE: Bertambah 28, Pasien Covid-19 Meninggal Capai 143.077 Orang

Nasional
UPDATE: Bertambah 914, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.201

UPDATE: Bertambah 914, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.201

Nasional
Dua Tahun Jokowi-Ma'ruf, Golkar Ingkatkan Pemulihan Kemiskinan Ekstrem Pasca-Pandemi

Dua Tahun Jokowi-Ma'ruf, Golkar Ingkatkan Pemulihan Kemiskinan Ekstrem Pasca-Pandemi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.