Kompas.com - 10/07/2021, 15:02 WIB
Bupati nonaktif Bandung Barat Aa Umbara Sutisna berjalan memasuki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (16/6/2021). KPK memeriksa Aa Umbara Sutisna terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana atau Bansos pandemi COVID-19 pada Dinas Sosial Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATBupati nonaktif Bandung Barat Aa Umbara Sutisna berjalan memasuki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (16/6/2021). KPK memeriksa Aa Umbara Sutisna terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana atau Bansos pandemi COVID-19 pada Dinas Sosial Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan aliran uang dari Bupati Bandung Barat Aa Umbara ke sejumlah pihak dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 yang menjerat Aa.

Hal itu didalami penyidik saat memerika dua orang saksi pada Jumat (9/7/2021), yakni Sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid Agung Ash-Shiddiq Bandung Barat Asep Haedar dan Kasi Perencanaan dan Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Bandung Barat Dony Tumpak Hutajulu.

"Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dugaan aliran sejumlah uang dari Tersangka AUM (Aa Umbara) untuk kepentingan pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini," kata Plt Juru Bicara KPK Ipi Maryati, Sabtu (10/7/2021).

Baca juga: KPK Kembali Perpanjang Penahanan Bupati Bandung Barat Nonaktif Aa Umbara, dkk

Selain Asep dan Dony, ada tiga orang saksi yang tidak memenuhi panggilan pemeriksaan di kantor Pemkab Bandung Barat pada Jumat kemarin.

Mereka adalah Direktur PT Karya Bina Mitra Ricky Widyanto, seorang pihak swasta bernama Ricky Suryadi, dan seorang ibu rumah tangga bernama Rini Dewi Mulyani.

"Segera dilakukan penjadwalan ulang oleh tim penyidik," ujar Ipi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diketahui, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini yaitu Aa Umbara, pihak swasta yang juga anak Aa Umbara bernama Andri Wibawa serta pemilik PT Jagat Dir Gantara dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang M Totoh Gunawan.

Baca juga: Periksa Sekda Bandung Barat, KPK Dalami Penerimaan Uang untuk Keperluan Aa Umbara



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.