Kompas.com - 09/07/2021, 17:23 WIB
Ilustrasi Covid-19 ShutterstockIlustrasi Covid-19

Munas Kadin jadi klaster baru

Ahli epidemiologi dari Griffith University Australia Dicky Budiman, menyatakan bahwa Munas Kadin dapat disebut sebagai klaster.

Dia menjelaskan, suatu wilayah atau suatu acara bisa disebut menjadi klaster baru penularan Covid-19 jika ada lebih dari dua orang yang telah dinyatakan positif Covid-19 yang berasal dari wilayah atau acara tersebut.

"Namanya klaster itu adanya lebih dari dua. Sepertinya secara umum banyak negara memberi definisinya setidaknya lebih dari dua kasus infeksi yang ketika dilakukan tracing itu mengarah menuju pada satu tempat dan waktu yang sama. Itu jadi klaster," kata Dicky, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (9/7/2021).

Baca juga: Prabowo Ajak Masyarakat Kurangi Mobilitas di Tengah Pandemi Covid-19

Hal yang sama juga diungkap oleh epidemiolog Universitas Halu Oleo, Ramadhan Tosepu saat dihubungi Kompas.id. Terdeteksinya sejumlah peserta Munas Kadin yang terpapar Covid-19 hingga adanya peserta yang meninggal menjadikan acara ini sebagai klaster baru penyebaran virus Corona.

"Kalau menurut saya, ini sudah jadi klaster Munas Kadin karena jumlahnya bukan satu-dua orang lagi. Kita tidak tahu siapa yang pernah bersentuhan dengan pasien positif, mulai dari bandara, kendaraan, tempat makan, hingga saat tiba di hotel," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh karena itu, kata Ramadhan, pemerintah daerah harus melacak dan menelusuri kontak erat para pasien positif Covid-19, khususnya peserta Munas Kadin. Dengan begitu, penularan sekaligus pencegahan bisa dilakukan sejak dini.

Pemda juga perlu melakukan tes whole genome sequencing (WGS) untuk mengetahui jenis dan varian virus. Sebab dikhawatirkan adanya virus Corona varian baru di Kendari

Baca juga: Munas Kadin yang Tetap Digelar, Meski Kendari Zona Oranye Covid-19...

Hal ini dikarenakan mereka yang diketahui positif merupakan pendatang dari luar, khususnya Jakarta, tempat varian baru menyebar luas. 

"Sejak awal kita sudah memperingatkan, kluster Munas bisa terjadi dalam dua pekan. Terbukti sekarang sampai ada yang meninggal. Pemerintah terkesan membiarkan hal ini terjadi, bahkan mengutak-atik data," kata Ramadhan.

Saat dikonfirmasi ke Kementerian Kesehatan terkait hal ini, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengaku belum mengetahuinya.

"Belum dapat info tentang ini yaa. Kami tidak ada laporan ini ya," kata Nadia saat dihubungi Kompas.com, Jumat (9/7/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber Kompas.id
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Tekankan soal Transformasi Bisnis dan Adaptasi Teknologi di BUMN

Jokowi Tekankan soal Transformasi Bisnis dan Adaptasi Teknologi di BUMN

Nasional
Anggota DPR Nilai Cara Penagihan Pinjol dengan Teror dan Intimidasi Patut Diberangus

Anggota DPR Nilai Cara Penagihan Pinjol dengan Teror dan Intimidasi Patut Diberangus

Nasional
OTT di Musi Banyuasin, KPK Tangkap Bupati Dodi Reza Alex Noerdin dan 5 ASN

OTT di Musi Banyuasin, KPK Tangkap Bupati Dodi Reza Alex Noerdin dan 5 ASN

Nasional
Jokowi Ingatkan Izin Investasi di BUMN Jangan Berbelit-belit

Jokowi Ingatkan Izin Investasi di BUMN Jangan Berbelit-belit

Nasional
Temui Orangtua Korban Penganiayaan di Bogor, Wagub Jabar Minta Pihak Sekolah Menindak Tegas

Temui Orangtua Korban Penganiayaan di Bogor, Wagub Jabar Minta Pihak Sekolah Menindak Tegas

Nasional
6 Tips Bijak Menggunakan Pinjaman Online

6 Tips Bijak Menggunakan Pinjaman Online

Nasional
KPK Benarkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Ditangkap Saat OTT

KPK Benarkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Ditangkap Saat OTT

Nasional
OTT KPK di Musi Banyuasin Terkait Proyek Infrastruktur

OTT KPK di Musi Banyuasin Terkait Proyek Infrastruktur

Nasional
OTT di Sumatera Selatan, KPK Tangkap Beberapa Pihak

OTT di Sumatera Selatan, KPK Tangkap Beberapa Pihak

Nasional
Wahai Banteng dan Celeng, Bersatulah!

Wahai Banteng dan Celeng, Bersatulah!

Nasional
[POPULER NASIONAL] Daftar Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Berbahaya | Jokowi dan Iriana Nikmati Senja di Labuan Bajo

[POPULER NASIONAL] Daftar Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Berbahaya | Jokowi dan Iriana Nikmati Senja di Labuan Bajo

Nasional
Daftar Obat Tradisional yang Mengandung Bahan Kimia Berdasarkan Temuan BPOM

Daftar Obat Tradisional yang Mengandung Bahan Kimia Berdasarkan Temuan BPOM

Nasional
Menilik Wacana Pendirian Partai Politik oleh Sejumlah Eks Pegawai KPK

Menilik Wacana Pendirian Partai Politik oleh Sejumlah Eks Pegawai KPK

Nasional
WNA yang Jadi Buron Kasus Pinjol Ilegal adalah Pemodal

WNA yang Jadi Buron Kasus Pinjol Ilegal adalah Pemodal

Nasional
Tagar #PercumaLaporPolisi Dinilai sebagai Cermin bagi Polisi untuk Bebenah

Tagar #PercumaLaporPolisi Dinilai sebagai Cermin bagi Polisi untuk Bebenah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.