Asvi Warman Adam
Profesor Riset LIPI

Profesor Riset bidang Sejarah Sosial Politik LIPI. Lulus doktor dari EHESS (Ecole des Hautes Etudes en Sciences Sociales) Paris pada 1990.

Mengenang Rachmawati Soekarnoputri

Kompas.com - 09/07/2021, 08:36 WIB
Presiden pertama RI, Soekarno KOMPAS/JULIAN SIHOMBINGPresiden pertama RI, Soekarno

Yang menjadi persoalan adalah bagian pertimbangannya bahwa Presiden Sukarno melalukan tindakan yang membantu Gerakan 30 September 1965, sebuah kudeta yang mencoba mengambilalih kekuasaan dari Presiden.

Sesuatu yang tidak logis. Upaya yang dilakukan Rachmawati itu tidak membuahkan hasil.

Beberapa tahun kemudian, usaha untuk membersihkan nama baik Sukarno dilakukan dengan mengangkatnya (kembali) sebagai pahlawan nasional tahun 2012.

Walaupun Sukarno sudah menjadi Pahlawan Proklamator tahun 1986. Menurut Jimly Assidhiqie seorang pahlawan nasional itu tidak melakukan hal yang membuat cacat perjuangannya.

Seorang pahlawan nasional tentulah tidak akan melakukan atau membantu upaya untuk menggulingkan dirinya sendiri (sebagai Presiden).

Perjumpaan yang ketiga dalam kasus film Sukarno. Maret 2014 Rachmawati menggugat Ram Punjabi produser film Sukarno. Film tersebut disutradarai oleh Hanung Bramantyo.

Menurut Rachmawati, produser harus meminta ijin untuk pembuatan film tersebut serta pihak produser film telah melanggar kesepakatan sehingga film intuk menimbulkan citra yang buruk tentang karakter Bung Karno.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saya mendapat naskah skenario film itu redaksi JakTV karena diundang untuk talkshow pada saluran televisi. Kebetulan pemilik JakTV, Erick Thohir juga co-produser film tersebut.

Saya berbeda pendapat dengan Rachmawati. Rachmawati dimenangkan oleh hakim pada pengadilan negeri, namun akhirnya pada tingkat kasasi di Mahkamah Agung, Rahmawati dikalahkan.

Kembali kepada pertanyaan di awal tulisan ini. Jelas Rachmawati anak biologis Sukarno. Menurut hemat saya istilah “anak ideologis” itu tidak permanen.

Ketika mengurus ayahnya menjelang akhir hayat sang Proklamator serta senantiasa membela nama baik Bung Karno misalnya dalam kasus TAP MPRS XXXIII/1967 jelas ia seorang anak ideologis Sukarno.

Tentulah tidak sepenuhnya lagi demikian, ketika kemudian ia lebih sering melakukan politik praktis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Tinjau Infrastruktur Akses Menuju Lokasi KTT G20 di Bali

Jokowi Tinjau Infrastruktur Akses Menuju Lokasi KTT G20 di Bali

Nasional
Gugatan Tommy Soeharto Rp 56 Miliar kepada Pemerintah Ditolak

Gugatan Tommy Soeharto Rp 56 Miliar kepada Pemerintah Ditolak

Nasional
Menag Sebut Indonesia akan Sulit Kirim Jemaah Umrah jika Kasus PCR Bodong Masih Ada

Menag Sebut Indonesia akan Sulit Kirim Jemaah Umrah jika Kasus PCR Bodong Masih Ada

Nasional
Muhaimin: PKB Memikirkan NU, Partai Lain Enak Nggak Mikirin Siapa-siapa

Muhaimin: PKB Memikirkan NU, Partai Lain Enak Nggak Mikirin Siapa-siapa

Nasional
Eks Direktur Pengadaan Perumda Pembangunan Sarana Jaya Mengaku Tak Hadir Saat Negosiasi Harga Lahan di Munjul

Eks Direktur Pengadaan Perumda Pembangunan Sarana Jaya Mengaku Tak Hadir Saat Negosiasi Harga Lahan di Munjul

Nasional
Kemenkominfo Temukan 390 Hoaks Vaksinasi Covid-19, Terbanyak dari Unggahan Facebook

Kemenkominfo Temukan 390 Hoaks Vaksinasi Covid-19, Terbanyak dari Unggahan Facebook

Nasional
Tanggapi Putusan MK soal UU Cipta Kerja, Mahfud: Inkonstitusional Kok Tetap Berlaku?

Tanggapi Putusan MK soal UU Cipta Kerja, Mahfud: Inkonstitusional Kok Tetap Berlaku?

Nasional
Kemenag Imbau Peserta Ibadah Natal di Gereja Tak Melebihi 50 Persen Kapasitas

Kemenag Imbau Peserta Ibadah Natal di Gereja Tak Melebihi 50 Persen Kapasitas

Nasional
Pakar Sebut Varian Omicron Miliki Gen yang Tak Terdeteksi PCR

Pakar Sebut Varian Omicron Miliki Gen yang Tak Terdeteksi PCR

Nasional
Saksi Sebut Penandatanganan Kajian Investasi Terkait Lahan di Munjul 'BackDate'

Saksi Sebut Penandatanganan Kajian Investasi Terkait Lahan di Munjul "BackDate"

Nasional
Ridwan Kamil Isyaratkan Masuk Partai, Nasdem Siap Terima

Ridwan Kamil Isyaratkan Masuk Partai, Nasdem Siap Terima

Nasional
Kemenag Imbau Ibadah Natal Digelar Secara Hybrid, Maksimal 50 Persen di Gereja

Kemenag Imbau Ibadah Natal Digelar Secara Hybrid, Maksimal 50 Persen di Gereja

Nasional
Ingatkan Debitur dan Obligor BLBI Lunasi Utang, Mahfud MD: Kami Buru sampai Dapat

Ingatkan Debitur dan Obligor BLBI Lunasi Utang, Mahfud MD: Kami Buru sampai Dapat

Nasional
Pantau Reuni 212, KSAD Janji Rekrut Santri Jadi Tamtama-Perwira TNI

Pantau Reuni 212, KSAD Janji Rekrut Santri Jadi Tamtama-Perwira TNI

Nasional
Saksi Sebut Pengadaan Lahan di Munjul Terburu-buru

Saksi Sebut Pengadaan Lahan di Munjul Terburu-buru

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.