Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dirut Bio Farma Prediksi Vaksinasi Covid-19 Bakal Rutin Tiap Tahun

Kompas.com - 07/07/2021, 18:14 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Kristian Erdianto

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama (Dirut) PT Bio Farma Honesti Basyir memprediksi vaksinasi Covid-19 bakal dilakukan rutin setiap tahun.

Ia merujuk upaya Pemerintah Singapura yang tengah menyiapkan vaksinasi Covid-19 menjadi program vaksinasi tahunan dan menganggap virus corona akan seperti virus influenza.

"Beberapa negara seperti Singapura, mereka sudah mulai menyatakan, bahkan WHO menyatakan, kemungkinan virus Covid-19 ini akan seperti virus flu di mana setiap tahun orang harus melakukan vaksinasi," kata Honesti, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: Singapura Persiapkan Rencana Hidup Bersama Covid-19

Hal tersebut ia sampaikan dalam menjawab pertanyaan mengenai vaksin dosis ketiga atau vaksin tambahan yang ramai diperbincangkan publik.

Ia mengatakan, jenis vaksin dosis ketiga diperbolehkan berbeda dengan vaksin dosis pertama dan kedua.

Namun, suntikan dosis pertama dan kedua harus berasal dari merek vaksin yang sama.

"Hasil uji klinis yang dilakukan di mana pun dan juga dari hasil yang dipantau oleh WHO. Vaksin satu dan vaksin kedua itu harus sama, selama rezim vaksin itu dua dosis," ujarnya.

"Beda lagi nanti dengan vaksin ketiga yang sifatnya booster, sebagai penguat. Itu boleh berbeda," tutur dia.

Baca juga: Menkes Singapura: Covid-19 Akan seperti Flu Biasa, Masker dan Vaksin Kunci Utama

Ia mengungkapkan, hingga kini belum ada satu pun penelitian di dunia yang memastikan berapa lama masa proteksi vaksin kepada manusia.

Menurut Honesti, saat ini masa proteksi vaksin masih dilanjutkan uji klinisnya, termasuk di Indonesia.

Ia mencontohkan bahwa pihaknya akan melanjutkan uji klinis terhadap vaksin Sinovac diperpanjang menjadi satu tahun.

"Seperti yang terjadi di Bio Farma, kami melanjutkan uji klinis terhadap vaksin Sinovac untuk menjadi satu tahun. Ini untuk melihat apakah kemampuan proteksi dari vaksin ini bisa melebihi 6 bulan atau pun selama satu tahun," tutur dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com