LaporCovid-19 Nilai Lonjakan Kasus Saat Ini akibat Pencegahan di Awal Pandemi Tak Efektif

Kompas.com - 05/07/2021, 20:54 WIB
Pengendara melintas di depan mural bertema Lawan COVID-19 di Kampung Gulon, Jebres, Solo, Jawa Tengah, Rabu (16/6/2021). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/foc. ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHAPengendara melintas di depan mural bertema Lawan COVID-19 di Kampung Gulon, Jebres, Solo, Jawa Tengah, Rabu (16/6/2021). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/foc.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Inisiator Platform LaporCovid-19 Irma Hidayana mengatakan kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini terjadi karena pemerintah tidak melakukan pencegahan dengan efektif di masa awal pandemi.

Menurut dia, pemerintah kerap menomorsatukan ekonomi ketimbang kesehatan publik.

"Saya tidak mengatakan bahwa pemerintah tak lakukan pencegahan, tapi pencegahan yang dilakukan pemerintah tak efektif," kata Irma dalam diskusi daring, Senin (5/7/2021).

Baca juga: Tertinggi Selama Pandemi, 127 Kematian Pasien Covid-19 dalam Sehari di Jakarta

"Penanganan kesehatan masyakat masih nomor dua dibanding kebijakan ekonomi. Kalau efektif, kita tidak akan sampai pada lonjakan seperti ini," lanjut dia.

Irma juga menilai saat ini pemerintah terlalu bersikeras dengan data nasional pasien konfirmasi positif Covid-19 yang tinggi.

Padahal, kata dia, angka tersebut tidak menggambarkna kondisi asli di lapangan karena jumlah testing Covid-19 di Indonesia masih terbilang sedikit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: TPU Selapang Hampir Penuh, Pemkot Tangerang Bakal Buka Pemakaman Baru Khusus Jenazah Covid-19

Selain masalah perbedaan data, lanjut Irma saat ini Indonesia juga mengalami masalah jumlah tenaga kesehatan yang kian berkurang karena banyak yang terpapar Covid-19.

Serta masalah rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang penuh sehingga masyarakat sulit mendapatkan hak rawatan kesehatan.

"Saya kira permintaan maaf dan pengakuan atas pemerintah (atas kondisi) saat ini diperlukan selain solusi yang konkret memberikan bantuan apabila ada yang memerlukan oksigen, rumah sakit, isolasi mandiri, tolong dibantu," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Risma Kerahkan Tim Kumpulkan Manusia 'Silver' untuk Dibekali Keterampilan Kerja

Risma Kerahkan Tim Kumpulkan Manusia "Silver" untuk Dibekali Keterampilan Kerja

Nasional
Pemerintah Diminta Tak Gegabah Izinkan Kegiatan Berskala Besar

Pemerintah Diminta Tak Gegabah Izinkan Kegiatan Berskala Besar

Nasional
Merosotnya Kepercayaan Publik pada KPK...

Merosotnya Kepercayaan Publik pada KPK...

Nasional
Yang Perlu Diketahui soal Varian Baru Covid-19 Bernama R.1

Yang Perlu Diketahui soal Varian Baru Covid-19 Bernama R.1

Nasional
[POPULER NASIONAL] Varian Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 1.040 Kasus | Jokowi Ajak Masyarakat Sambut Pandemi Jadi Endemi

[POPULER NASIONAL] Varian Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 1.040 Kasus | Jokowi Ajak Masyarakat Sambut Pandemi Jadi Endemi

Nasional
Kepuasan atas Kinerja Jokowi Turun, Stafsus Mensesneg:Tak Begitu Jauh dengan Perhitungan Kami

Kepuasan atas Kinerja Jokowi Turun, Stafsus Mensesneg:Tak Begitu Jauh dengan Perhitungan Kami

Nasional
Wakil Kasatreskrim Polrestabes Semarang Kenalkan Stepanus Robin ke Azis Syamsuddin

Wakil Kasatreskrim Polrestabes Semarang Kenalkan Stepanus Robin ke Azis Syamsuddin

Nasional
Respons KPK soal Penurunan Tingkat Kepercayaan Publik

Respons KPK soal Penurunan Tingkat Kepercayaan Publik

Nasional
Delapan Pegawai Nonaktif KPK Diduga Alami Peretasan

Delapan Pegawai Nonaktif KPK Diduga Alami Peretasan

Nasional
Yahya Waloni Minta Maaf soal Ceramahnya yang Singgung SARA

Yahya Waloni Minta Maaf soal Ceramahnya yang Singgung SARA

Nasional
Luhut Sebut 'Tracing' Covid-19 di Jawa-Bali Terus Meningkat

Luhut Sebut "Tracing" Covid-19 di Jawa-Bali Terus Meningkat

Nasional
Pemerintah Siapkan Skema Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga secara Gratis dan Berbayar

Pemerintah Siapkan Skema Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga secara Gratis dan Berbayar

Nasional
KSAL: Mahasiswa Pegang Peran Penting sebagai Pelopor Pembangunan Karakter Bangsa

KSAL: Mahasiswa Pegang Peran Penting sebagai Pelopor Pembangunan Karakter Bangsa

Nasional
Ini Upaya Pemerintah Hindari Gelombang Baru Penularan Covid-19

Ini Upaya Pemerintah Hindari Gelombang Baru Penularan Covid-19

Nasional
Airlangga: Presiden Jokowi Minta Serapan Dana DAU/DAK untuk Penanganan Covid-19 Terus Dipantau

Airlangga: Presiden Jokowi Minta Serapan Dana DAU/DAK untuk Penanganan Covid-19 Terus Dipantau

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.