Jokowi Instruksikan Vaksinasi Covid-19 Dilakukan Pagi, Siang, dan Malam

Kompas.com - 05/07/2021, 14:34 WIB
Foto tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden: Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam  acara peringatan Hari Bhayangkara ke-75 yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/7/2021). Kompas.com/Fitria Chusna FarisaFoto tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden: Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam acara peringatan Hari Bhayangkara ke-75 yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/7/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo ingin vaksinasi Covid-19 terus dipercepat.

Dalam sidang kabinet paripurna yang digelar presiden bersama para menteri, Senin (5/7/2021), Jokowi menginstruksikan jajarannya di seluruh kementerian/lembaga, TNI, Polri, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), hingga pemerintahan daerah bekerja sama untuk mempercepat program tersebut.

"Bapak Presiden tadi menyampaikan bahwa kerja bersama seluruh pihak harus dilakukan untuk meningkatkan target vaksinasi ini," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers usai sidang kabinet.

"Bahkan diminta (oleh Presiden Jokowi) supaya vaksinasinya bisa dijalankan bahkan pagi, siang, dan malam hari dengan menggunakan seluruh sumber daya yang ada," tuturnya.

Baca juga: Jokowi Ingin Vaksinasi Capai 3 Juta Suntikan Per Hari pada Oktober-November

Kepada jajarannya, Jokowi menyampaikan bahwa akselarasi vaksinasi menjadi syarat penting penanganan Covid-19 selain pelaksanaan protokol kesehatan.

Presiden pun ingin supaya target 2 juta suntikan vaksin per hari segera direalisasikan. Bahkan, ia menargetkan vaksinasi mampu mencapai angka 3 juta suntikan per hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau kita ingin menyelesaikan sebelum akhir tahun ini maka diperlukan vaksinasi hingga mencapai 3 juta per hari pada periode Oktober-November yang akan datang. Ini sebuah target yang luar biasa tinggi," ujar Sri Mulyani.

Semakin cepat vaksinasi rampung, imunitas kelompok atau herd immunity dapat segera terbangun. Dengan demikian, pemulihan ekonomi bisa segera terealisasi.

Baca juga: Menkeu: Jika Pembatasan Berlangsung Lama, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Turun 4 Persen

Sri Mulyani mengatakan, pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun 2021 akan sangat bergantung pada kondisi Covid-19 di Tanah Air, khususnya berapa lama lonjakan kasus terjadi dan pengetatan yang akan dilakukan.

Jika bulan Juli-Agustus kasus sudah mulai terkendali dan aktivitas kembali normal, maka ekonomi kuartal kedua diperkirakan bisa tumbuh di atas 4 persen.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.