Kompas.com - 05/07/2021, 12:38 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat melakukan kunjungan ke Sofifi, Maluku Utara untuk meninjau pembangunan infrastruktur di kota tersebut, Selasa (22/6/2021). Dok. Humas Kemenko Kemaritiman dan InvestasiMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat melakukan kunjungan ke Sofifi, Maluku Utara untuk meninjau pembangunan infrastruktur di kota tersebut, Selasa (22/6/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan di DKI Jakarta meningkat tajam.

"Saat ini benar sekali (pasien) Covid-19 yang masuk RS di DKI Jakarta dan beberapa daerah di Pulau Jawa meningkat tajam dan sudah mencapai batas kapasitas rumah sakit," kata Luhut dalam konferensi pers secara virtual, Senin (5/7/2021).

Oleh karena itu, menurut Luhut, Kementerian Kesehatan sudah meminta rumah sakit rujukan untuk melakukan konversi tempat tidur sebesar 30-40 persen perawatan pasien.

Baca juga: 10.485 Kasus Baru Covid-19 hingga RS Kolaps di Jakarta Jadi Renungan dan Peringatan untuk Tetap di Rumah Saja

Ia yakin jika tempat tidur di rumah sakit tersebut ditata dengan baik, tidak akan menimbulkan banyak masalah.

"Sekarang mulai di tata orang yang boleh masuk rumah sakit itu siapa? Artinya tingkat penyakitnya kalau saturasi di atas 95 dengan tidak ada tanda-tanda atau OTG mungkin kita bikin isolasi mandiri," ujar dia. 

Luhut mengatakan, pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri dapat mengakses 11 telemedicine atau konsultasi kesehatan virtual yang bekerja sama dengan Kemenkes.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia juga mengatakan, pasien Covid-19 akan mendapatkan kiriman paket obat secara gratis selama menjalani isolasi.

Baca juga: RS di Jakarta Kolaps, Anies: Banyak Warga Tidak Dapat Tempat Perawatan Covid-19

Selain itu, Luhut mengimbau masyarakat melakukan pemeriksaan (testing) Covid-19 di laboratorium yang terintegrasi dengan Kemenkes.

"Saya ingin memberikan contoh anak saya dan mantu saya juga isolasi mandiri mereka positif Covid-19, tapi mereka isoman karena mereka saturasinya oke, kelihatanya tidak terlalu parah oleh dokter dikatakan oke, kami sewakan apartemen untuk mereka tinggal di sana," ucap dia. 

"Jadi kita lihat kita bisa lakukan itu (isolasi mandiri) kalau kita bersungguh-sungguh," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.