Luhut Sebut Lonjakan Kasus Covid-19 Tak Terprediksi, Epidemiolog: Yang Kasih Informasi ke Beliau Siapa?

Kompas.com - 02/07/2021, 15:07 WIB
Ilustrasi virus corona di Indonesia(Shutterstock) KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALIlustrasi virus corona di Indonesia(Shutterstock)

JAKARTA, KOMPAS.com - Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman mempertanyakan pernyataan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang mengatakan pemerintah tak memprediksi adanya lonjakan kasus Covid-19 di bulan Juni.

Dicky mengatakan ia bersama para epidemiolog lain sudah gencar menyampaikan di media dan media sosial bahwa Indonesia berpotensi mengalami lonjakan kasus Covid-19 di bulan Juni atau Juli.

"Ya tentu ini saya udah sampaikan. Kalau tidak terprediksi saya enggak tahu. Yang menyuplai informasi ke beliau siapa?" kata Dicky kepada Kompas.com.

Baca juga: Luhut: Jujur, Kita Tak Pernah Prediksi Kembali Terjadi Lonjakan Covid-19

Ia mengatakan prediksi akan adanya lonjakan kasus Covid-19 dapat dilihat dari adanya mutasi virus corona yang lebih kuat dan lebih cepat menyebar.

Bahkan sebelum adanya varian delta, Dicky mengatakan varian aplha sudah bisa membuat terjadinya lonjakan kasus Covid-19. Saat ini keadaan makin parah karena adanya varian delta yang tingkat penyebarannya lebih cepat.

Sejak Januari Dicky bahkan sudah mengingatkan pemerintah bahwa pandemi Covid-19 di Indonesia bisa lebih parah meskipun sudah ada vaksin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebabnya pemerintah tak merespons kemunculan varian baru virus corona (alpha dan delta) dengan melakukan tes lebih masif untuk menemukan varian baru tersebut.

"Jadi sejak awal saya sudah katakan 2021 bisa jadi lebih buruk dari 2020 meski ada vaksin ketika respons strategi pandemi tidak menyentuh hal yang fundamental seperti deteksi dini, tes telusur, isolasi dan karantina," lanjut Dicky.

Baca juga: Luhut: Kepala Daerah Tak Laksanakan PPKM Darurat, Saya Eksekusi!

Sebelumnya Luhut mengatakan, pemerintah sebelumnya tidak pernah memprediksi kasus Covid-19 kembali naik dalam jumlah tinggi.

Dia pun mengakui masih banyak yang tidak diketahui pemerintah tentang Covid-19 ini.

"Jujur kita tidak pernah memprediksi setelah Juni tahun ini keadaan ini terjadi lonjakan lagi. Karena ini yang kita ketahui baru. Jadi banyak ketidaktahuan kita mengenai Covid-19. Dan ternyata setelah bulan Juni ini kenaikannya luar biasa," ujar Luhut dalam konferensi pers virtual pada Kamis (1/7/2021).

 

 

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.