Kompas.com - 02/07/2021, 15:03 WIB
Petugas tenaga kesehatan membawa pasien ke ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (12/6/2021). ANTARA FOTO/Novrian Arbi/rwa. ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBIPetugas tenaga kesehatan membawa pasien ke ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (12/6/2021). ANTARA FOTO/Novrian Arbi/rwa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Tim Mitigasi Dokter Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi mengatakan, penambahan jumlah dokter untuk penanganan Covid-19 tidak bisa asal melibatkan mahasiswa kedokteran, meski banyak dokter yang gugur dalam menjalankan tugas selama pandemi.

"Tidak bisa serta merta kemudian langsung mahasiswa kedokteran yang dilibatkan atau yang baru lulus dilibatkan tetapi ada beberapa skema yang sudah kita usulkan," kata Adib dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (2/7/2021).

Adib mengatakan, pihaknya dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memiliki skema untuk menambah jumlah dokter untuk dilibatkan dalam penanganan Covid-19.

Skema pertama, memaksimalkan para dokter yang baru menyelesaikan program intership.

"Setelah lulus dari fakultas kedokteran dia menjalani intership, kemudian selesai intership ini juga banyak adek-adek kita pasca intership yang kemudian bisa dimaksimalkan juga bisa membantu," ujarnya.

Skema kedua, lanjut Adib, mereka yang baru lulus uji kompetensi nantinya bisa mengikuti program intership dalam penanganan pandemi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: IDI Usul Indikator Penerapan PPKM Darurat Harus Mengacu pada 4 Hal Ini

Ia mengatakan, konsep program intership tersebut pernah diterapkan di rumah sakit darurat Wisma Atlet selama 6 bulan.

"Jadi pasca dia (mahasiswa) lulus uji kompetensi dan sudah teregistrasi dari Konsil maka bisa menjalani pelayanan dengan intership, tapi kita usulkan untuk mengkonversi intership ini menjadi tim bantuan yang di fasilitas kesehatan yang saat ini membutuhkan," ucapnya.

Lebih lanjut, Adib mengatakan, pihaknya menolak melibatkan calon dokter yang masih dalam pendidikan profesi atau dikenal dengan koas.

"Karena mereka belum selesai uji kompetensi, belum dianggap sebagai dokter. Itu mereka masih pendidikan, kalau intership program pemahiran dan pemagangan setelah lulus uji kompetensi," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saksi Sebut Stepanus Robin Minta Uang Suap Ditransfer dengan Keterangan Bisnis Konfeksi

Saksi Sebut Stepanus Robin Minta Uang Suap Ditransfer dengan Keterangan Bisnis Konfeksi

Nasional
Menkes Sebut Banyak Kontak Erat Takut Dites Covid-19

Menkes Sebut Banyak Kontak Erat Takut Dites Covid-19

Nasional
Perkuat Pelacakan Kasus Covid-19, Kemenkes Gunakan Survei Seroprevalensi

Perkuat Pelacakan Kasus Covid-19, Kemenkes Gunakan Survei Seroprevalensi

Nasional
Pengembalian Aset Dinilai Lebih Penting Ketimbang Menghukum Mati Koruptor

Pengembalian Aset Dinilai Lebih Penting Ketimbang Menghukum Mati Koruptor

Nasional
Calon Hakim Agung Prim Haryadi Nilai Tak Ada Salahnya Terapkan Hukuman Mati untuk Koruptor

Calon Hakim Agung Prim Haryadi Nilai Tak Ada Salahnya Terapkan Hukuman Mati untuk Koruptor

Nasional
Duduk Perkara Pembunuhan dan Penganiayaan Nakes di Papua...

Duduk Perkara Pembunuhan dan Penganiayaan Nakes di Papua...

Nasional
Menkes Sebut Testing Covid-19 Capai 4 Kali Lipat dari Standar WHO

Menkes Sebut Testing Covid-19 Capai 4 Kali Lipat dari Standar WHO

Nasional
Dewas Dinilai Punya Tanggung Jawab Laporkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli secara Pidana

Dewas Dinilai Punya Tanggung Jawab Laporkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli secara Pidana

Nasional
Batasi Kedatangan ke RI, Luhut: Jalur Laut hanya via Batam dan Tanjung Pinang

Batasi Kedatangan ke RI, Luhut: Jalur Laut hanya via Batam dan Tanjung Pinang

Nasional
Menkes Sebut PeduliLindungi Sudah Diakses Lebih dari 50 Juta Kali dalam Sehari

Menkes Sebut PeduliLindungi Sudah Diakses Lebih dari 50 Juta Kali dalam Sehari

Nasional
Angka Kesembuhan Covid-19 di Luar Jawa Bali Dekati Rata-rata Nasional, Kematian Lebih Rendah

Angka Kesembuhan Covid-19 di Luar Jawa Bali Dekati Rata-rata Nasional, Kematian Lebih Rendah

Nasional
Mertua SBY, Ibu Ageng, Dimakamkan di Purworejo Selasa Besok

Mertua SBY, Ibu Ageng, Dimakamkan di Purworejo Selasa Besok

Nasional
Cegah Gelombang Baru Covid-19, Luhut: Kasus Positif Disarankan Sekitar 2.700-3.000 Per Hari

Cegah Gelombang Baru Covid-19, Luhut: Kasus Positif Disarankan Sekitar 2.700-3.000 Per Hari

Nasional
Luhut Sebut Jumlah Tracing Covid-19 di Jawa-Bali Meningkat

Luhut Sebut Jumlah Tracing Covid-19 di Jawa-Bali Meningkat

Nasional
Mertua SBY Wafat, AHY: Ibu Ageng Sosok Ibu dan Eyang Panutan

Mertua SBY Wafat, AHY: Ibu Ageng Sosok Ibu dan Eyang Panutan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.