Kompas.com - 01/07/2021, 11:06 WIB
Pelaksanaan belajar tatap muka dipertimbangkan juli akibat kasus positif Covid-19 melonjak KOMPAS.COM/RASYID RIDHOPelaksanaan belajar tatap muka dipertimbangkan juli akibat kasus positif Covid-19 melonjak

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mendorong sekolah yang berada di zona aman dari penyebaran Covid-19 tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen Paudasmen) Kemendikbud Ristek Jumeri mengatakan, pandemi Covid-19 tidak boleh menghalangi sekolah menyelenggarakan PTM di daerah yang masih aman.

“Kita menyadari bahwa memang tingkat penularan Covid-19 varian yang baru kepada anak-anak relatif tinggi,” kata Jumeri dalam acara virtual, Kamis (1/7/2021).

“Ini tidak boleh menghalangi kita untuk tidak membuka pembelajaran tatap muka, untuk daerah-daerah yang masih aman, masih terkendali, silakan dimotivasi didorong untuk PTM,” ujar dia.

Baca juga: Vaksinasi Anak Diperbolehkan, Ketua DPR: Percepat Realisasi PTM Terbatas

Sebab, Jumeri menyampaikan, sekolah di setiap daerah memiliki kondisi yang berbeda-beda.

Dari pertimbangan itu, Kemendikbud Ristek pun tidak menetapkan penundaan PTM karena masih adanya kesenjangan sekolah dalam menggunakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jumeri menekankan bahwa surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri terkait panduan pembelajaran di masa pandemi yang diterbitkan pada tanggal 30 Maret tahun 2021 masih tidak berubah.

Ia menyebut, kebijakan itu masih berlaku untuk menjadi rujukan bagi sekolah yang akan menggelar PTM.

“Jadi jangan disamaratakan begitu, kalau kita Kementerian menetapkan PTM ditunda. Maka seluruh (sekolah) wilayah negeri akan berhenti,” ujar dia.

“Sedangkan kita tahu bahwa terjadi kesenjangan belajar, antara anak-anak yang punya akses bagus di bidang di internet bisa belajar dengan baik dengan anak yang tidak punya akses,” ucap dia.

Baca juga: PTM Terbatas Beda dengan Sekolah Biasa, Ini Aturannya

Kendati demikian, Jumeri mengatakan, apabila terjadi klaster penyebaran Covid-19 di sekolah, kegiatan PTM di situ harus dihentikan sementara.

Ia pun mendorong penyelenggara pendidikan di daerah dan sekolah menyiapkan dan mengawasi pelaksanaan PTM secara optimal.

“Apabila ada klaster di sekolah segera dihentikan. sementara pembelajaran tatap muka dilakukan tracing, tracking, dan testing serta penanganan sebaik-baiknya,” ujar dia. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menilik Sejarah Terbentuknya Korps Paskhas TNI AU...

Menilik Sejarah Terbentuknya Korps Paskhas TNI AU...

Nasional
KPK Akan Dalami Uang Rp 1,5 Miliar yang Diamankan dari Dodi Alex Noerdin

KPK Akan Dalami Uang Rp 1,5 Miliar yang Diamankan dari Dodi Alex Noerdin

Nasional
Sukses Uji Penyelaman, KRI Cakra-401 Dinilai Penuhi Indikator Kelayakan Operasi

Sukses Uji Penyelaman, KRI Cakra-401 Dinilai Penuhi Indikator Kelayakan Operasi

Nasional
Dodi Reza Alex Noerdin Diduga Rekayasa Proyek, KPK Sebut Fee 10 Persen

Dodi Reza Alex Noerdin Diduga Rekayasa Proyek, KPK Sebut Fee 10 Persen

Nasional
Sedang Perbaikan, Kapal Selam KRI Cakra-401 Sukses Jalani Uji Penyelaman

Sedang Perbaikan, Kapal Selam KRI Cakra-401 Sukses Jalani Uji Penyelaman

Nasional
Dodi Alex Noerdin Jadi Tersangka, OTT yang Sita Miliaran Rupiah di Tas dan Kantong Plastik...

Dodi Alex Noerdin Jadi Tersangka, OTT yang Sita Miliaran Rupiah di Tas dan Kantong Plastik...

Nasional
Hormati Hukum, Partai Golkar Prihatin Kasus Korupsi Menjerat Dodi Alex Noerdin

Hormati Hukum, Partai Golkar Prihatin Kasus Korupsi Menjerat Dodi Alex Noerdin

Nasional
[POPULER NASIONAL] Jokowi Malu Buka Investasi Tak Direspons | Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Jadi Tersangka KPK

[POPULER NASIONAL] Jokowi Malu Buka Investasi Tak Direspons | Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Jadi Tersangka KPK

Nasional
Dirgahayu Korps Paskhas TNI AU, Karmanye Vadikaraste Mafalesu Kadatjana

Dirgahayu Korps Paskhas TNI AU, Karmanye Vadikaraste Mafalesu Kadatjana

Nasional
Ingin Konsolidasi, Golkar Bersedia Rangkul Tokoh Politik yang Juga Mantan Kader

Ingin Konsolidasi, Golkar Bersedia Rangkul Tokoh Politik yang Juga Mantan Kader

Nasional
Terus Berulang, KPK Harap Tak Ada Lagi Suap Terkait Pengadaan Barang dan Jasa

Terus Berulang, KPK Harap Tak Ada Lagi Suap Terkait Pengadaan Barang dan Jasa

Nasional
Hari Pangan Sedunia, BRGM Upayakan Pendekatan 3T untuk Dukung Pangan Berkelanjutan

Hari Pangan Sedunia, BRGM Upayakan Pendekatan 3T untuk Dukung Pangan Berkelanjutan

Nasional
KPK Tahan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

KPK Tahan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

Nasional
OTT Bupati Musi Banyuasin, KPK Temukan Rp 1,5 Miliar dari Tas dan Rp 270 Juta dari Kantung Plastik

OTT Bupati Musi Banyuasin, KPK Temukan Rp 1,5 Miliar dari Tas dan Rp 270 Juta dari Kantung Plastik

Nasional
BEM UNJ Tolak Rencana Pemberian Gelar Doktor Honoris Causa ke Ma'ruf Amin dan Erick Thohir

BEM UNJ Tolak Rencana Pemberian Gelar Doktor Honoris Causa ke Ma'ruf Amin dan Erick Thohir

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.