Sinovac Kembali Tiba di Tanah Air, Berapa Stok Vaksin Covid-19 yang Dimiliki RI?

Kompas.com - 01/07/2021, 09:47 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau program vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (26/6/2021). Dalam peninjauannya, Jokowi mengatakan ia akan meminta Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolro Listyi Sigit dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memasok vaksin sebanyak mungkin ke daerah. SETPRES/AGUS SUPARTOPresiden Joko Widodo meninjau program vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (26/6/2021). Dalam peninjauannya, Jokowi mengatakan ia akan meminta Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolro Listyi Sigit dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memasok vaksin sebanyak mungkin ke daerah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah terus berupaya mempercepat langkah untuk mencapai target vaksinasi Covid-19. Mulai digelar sejak 13 Januari 2021, kini vaksinasi sudah mencapai angka 42 juta suntikan.

Berbagai kalangan sudah menerima vaksinasi, mulai dari tenaga kesehatan, petugas pelayan publik, pekerja, pedagang, hingga masyarakat umum lainnya.

Untuk mencukupi kebutuhan program vaksinasi, vaksin pun terus didatangkan pemerintah ke RI.

Paling baru, sebanyak 14 juta dosis bahan baku (bulk) vaksin Sinovac tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Rabu (30/6/2021). Kedatangan vaksin tersebut merupakan tahap yang ke-18.

"Sehingga total bahan baku vaksin dari Sinovac yang sudah datang di kita adalah 105 juta dosis vaksin," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu.

Baca juga: 14.000 Bahan Baku Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia, Pemerintah Total Punya 105 Juta Dosis

Selain Sinovac, pemerintah juga telah menerima vaksin AstraZeneca dan Sinopharm. Lantas, berapa jumlah total vaksin yang dimiliki RI?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Total vaksin

Berdasarkan data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), per 30 Juni 2021 total vaksin yang sudah tiba di Indonesia mencapai 118.728.400 dosis.

Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari vaksin Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm, baik dalam bentuk bahan baku (bulk) maupun vaksin jadi. Rinciannya sebagai berikut:

Sinovac: 105,5 juta dosis vaksin bulk dan 3 juta dosis vaksin jadi

AstraZeneca: 8.228.400 juta dosis vaksin jadi

Sinopharm: 2 juta vaksin jadi

Baca juga: Jokowi: Tak Ada Tawar-menawar, Juli 1 Juta Vaksin Per Hari, Agustus 2 Juta

Dengan demikian, total ada 105,5 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku, dan 13.228.400 dosis vaksin jadi.

Seluruh bahan baku vaksin akan diolah menjadi vaksin jadi. Pengolahan dilakukan oleh PT Bio Farma

Sebanyak 105,5 juta dosis bahan baku vaksin akan menghasilkan 85 juta dosis vaksin jadi.

Menkes Budi mengatakan, butuh waktu satu bulan untuk mengolah bahan baku vaksin menjadi vaksin jadi. Dengan begitu, pada Agustus mendatang Indonesia akan memiliki 85 juta dosis vaksin jadi hasil olahan bulk.

Jika diakumulasikan antara 85 juta dosis vaksin jadi hasil pengolahan dengan 13.228.400 dosis vaksin jadi yang diterima RI, maka total vaksin siap pakai yang nantinya dimiliki Indonesia sebanyak 98.228.400 dosis.

Baca juga: Jokowi: Sudah 42 Juta Dosis Vaksin Disuntikkan untuk Program Vaksinasi Covid-19

Petugas menyiapkan vaksin yang akan disuntikan kepada warga saat kegiatan vaksinasi Covid-19 massal di Gedung Graha Bhayangkara, Kota Bandung, Sabtu (26/6/2021). Di HUT Ke-75 Bhayangkara, Polrestabes Bandung menggelar pemberian vaksin Covid-19 di 11 titik di wilayah hukumnya dengan kuota sebanyak 14.983 orang.KOMPAS.com / AGIE PERMADI Petugas menyiapkan vaksin yang akan disuntikan kepada warga saat kegiatan vaksinasi Covid-19 massal di Gedung Graha Bhayangkara, Kota Bandung, Sabtu (26/6/2021). Di HUT Ke-75 Bhayangkara, Polrestabes Bandung menggelar pemberian vaksin Covid-19 di 11 titik di wilayah hukumnya dengan kuota sebanyak 14.983 orang.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari PT Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan, angka tersebut kurang lebih baru memenuhi seperempat jumlah total vaksin yang dibutuhkan Indonesia.

Sebab, pemerintah menargetkan vaksinasi menjangkau 181,5 juta penduduk. Jika setiap penduduk mendapat 2 dosis vaksin, maka dibutuhkan sekitar 363 juta dosis vaksin.

"Iya kira-kira begitulah," kata Bambang kepada Kompas.com, Rabu (30/6/2021).

Baca juga: Menkes: Insya Allah Akhir Tahun Ini 181,5 Juta Rakyat Indonesia Bisa Divaksin Covid-19 Paling Tidak Satu Kali

Menkes Budi mengatakan, ke depan pemerintah akan terus mengupayakan pengadaan vaksin Covid-19.

"Ini ada lagi donasi vaksin gratis dari Covax Gavi, kita juga bulan ini akan masuk dari AstraZeneca, bulan Agustus nanti akan masuk dari Pfizer, sehingga jumlah vaksin yang masuk di semester kedua tahun ini akan menjadi semakin banyak," ucap Budi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu.

Pemerintah menargetkan, vaksinasi terhadap 181,5 juta penduduk dapat selesai pada akhir tahun 2021, setidaknya untuk satu dosis vaksin.

2. Target presiden

Presiden Joko Widodo telah berulang kali menginstruksikan jajarannya untuk terus mempercepat vaksinasi.

Sudah lebih dari sekali Jokowi menyampaikan targetnya bahwa vaksinasi pada bulan Juli harus mencapai 1 juta suntikan per hari, dan pada bulan Agustus sebanyak 2 juta suntikan setiap hari.

"Target mulai Juli 1 juta (suntikan) per hari, harus, karena kemarin-kemarin kita masih 200.000-300.000 per hari. Sekarang tidak ada tawar menawar, saya sampaikan 1 juta harus. Agustus, 2 juta harus," kata Jokowi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (30/6/2021).

Baca juga: Jokowi Hadiri Munas Kadin di Tengah Lonjakan Covid-19, Anggota DPR: Tidak Menjadi Contoh Baik bagi Masyarakat

Jokowi mengatakan, 42 juta suntikan vaksinasi menempatkan Indonesia pada urutan ke-11 dunia dalam hal kecepatan vaksinasi.

Presiden yakin peringkat itu akan meningkat dalam waktu dekat seiring dengan percepatan vaksinasi yang terus diupayakan pemerintah.

"Sebanyak 215 negara lebih yang terkena Covid, untuk urusan vaksinasi Indonesia itu di urutan ke-11, cukup baik," ujarnya.

Baca juga: Jokowi Sebut Indonesia Urutan 11 Dunia Terkait Capaian Vaksinasi Covid-19

Jokowi menyebut dirinya telah menetapkan target capaian vaksinasi per bulan. Khusus bulan Juli, ditargetkan vaksinasi mencapai 34 juta suntikan.

Kemudian pada Agustus mencapai 43,7 juta suntikan, September 53 juta suntikan, Oktober 84 juta, November 80,9 juta, dan Desember 71,7 juta suntikan vaksin.

Meski tidak mudah, Jokowi yakin target-target itu bisa dicapai.

"Ini memang target yang tidak kecil, tapi setelah kita coba sehari bisa 1,3 (juta suntikan), saya meyakini meningkatnya menjadi angka 2,5 juta itu bukan sebuah hal yang sulit, asal satu kuncinya, vaksinnya ada," kata Presiden.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Stabilitas Sistem Keuangan dan Pemulihan Ekonomi, BI Laksanakan Program Strategis dan 4 Transformasi

Jaga Stabilitas Sistem Keuangan dan Pemulihan Ekonomi, BI Laksanakan Program Strategis dan 4 Transformasi

Nasional
Saat Presiden Jokowi Bujuk Menteri Basuki Beli Sepatu untuk 'Motoran'

Saat Presiden Jokowi Bujuk Menteri Basuki Beli Sepatu untuk "Motoran"

Nasional
Menteri PPPA: Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Masih Banyak Terjadi, Ini Jadi Alarm

Menteri PPPA: Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Masih Banyak Terjadi, Ini Jadi Alarm

Nasional
Bertemu Atlet Sepak Bola Nasional, Gus Muhaimin: Mereka Butuh Rasa Aman

Bertemu Atlet Sepak Bola Nasional, Gus Muhaimin: Mereka Butuh Rasa Aman

Nasional
Kemenko PMK Jalin Kerja Sama dengan BSSN Terkait Perlindungan Informasi dan Transaksi Elektronik

Kemenko PMK Jalin Kerja Sama dengan BSSN Terkait Perlindungan Informasi dan Transaksi Elektronik

Nasional
Protes soal Anggaran Sosialisasi Empat Pilar, Pimpinan MPR Usul Menkeu Sri Mulyani Dicopot

Protes soal Anggaran Sosialisasi Empat Pilar, Pimpinan MPR Usul Menkeu Sri Mulyani Dicopot

Nasional
Di Sidang MK, Pakar Nilai Putusan DKPP Bersifat Rekomendasi

Di Sidang MK, Pakar Nilai Putusan DKPP Bersifat Rekomendasi

Nasional
Ipda Yusmin Ungkap Alasan Penembakan Empat Laskar FPI di Dalam Mobil

Ipda Yusmin Ungkap Alasan Penembakan Empat Laskar FPI di Dalam Mobil

Nasional
Kelola Potensi Perikanan di Ende, Kementerian KP Gelar Pelatihan Pembuatan Pancing Gurita

Kelola Potensi Perikanan di Ende, Kementerian KP Gelar Pelatihan Pembuatan Pancing Gurita

Nasional
UPDATE 30 November: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 45,85 Persen dari Target

UPDATE 30 November: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 45,85 Persen dari Target

Nasional
KPK Serahkan Kasus Pembangunan Infrastruktur di PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) ke Polri

KPK Serahkan Kasus Pembangunan Infrastruktur di PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) ke Polri

Nasional
Disebut Gagal Ciptakan Lingkungan Kerja Aman dari Pelecehan Seksual, Ini Respons KPI

Disebut Gagal Ciptakan Lingkungan Kerja Aman dari Pelecehan Seksual, Ini Respons KPI

Nasional
UPDATE 30 November: Sebaran 297 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi Jawa Barat

UPDATE 30 November: Sebaran 297 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi Jawa Barat

Nasional
'Jangan sampai Kita Kecolongan soal Varian Omicron seperti Saat Varian Delta Masuk'

"Jangan sampai Kita Kecolongan soal Varian Omicron seperti Saat Varian Delta Masuk"

Nasional
DPR Upayakan Revisi UU Cipta Kerja Masuk Prolegnas Prioritas 2022

DPR Upayakan Revisi UU Cipta Kerja Masuk Prolegnas Prioritas 2022

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.