Kompas.com - 30/06/2021, 12:25 WIB
Unggahan foto dan video di akun Instagram Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris @charleshonoris yang menunjukkan kerumunan di Pasar Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (29/6/2021). Dokumentasi Charles HonorisUnggahan foto dan video di akun Instagram Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris @charleshonoris yang menunjukkan kerumunan di Pasar Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (29/6/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mempertanyakan efektivitas pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara mikro yang dilaksanakan pemerintah.

Sebab, ia melihat masih ada kerumunan orang di sebuah pasar di Jakarta dengan hampir semua protokol kesehatan dilanggar.

"Kondisi salah satu pasar di Jakarta dua hari ini. PPKM Mikro efektif?," kata Charles dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Selasa (29/6/2021).

Baca juga: Pemerintah Diminta Lebih Serius Kendalikan Kasus Covid-19, Batasi Mobilitas Masyarakat

Kerumunan orang itu ditunjukkan Charles lewat unggahan foto dan video di akun Instagram-nya @charleshonoris pada Selasa.

Politisi PDI-P itu mempertanyakan efektivitas PPKM Mikro karena dalam foto dan video itu masyarakat masih melanggar protokol kesehatan.

Ia melihat para pengunjung berhimpitan kurang dari satu meter dan beberapa terlihat tak memakai masker.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Atau ada yang memakai masker tapi turun sampai ke dagu. Foto dan video diambil tanggal 28 dan 29 Juni 2021," ucapnya.

Baca juga: Tarik Rem Darurat Covid-19, Indonesia di Ambang Tragedi Kemanusiaan


Charles pun mengungkapkan lokasi pasar tersebut berada di Pasar Pademangan, Jakarta Utara. Adapun daerah tersebut masuk dalam daerah pemilihannya sebagai anggota DPR.

"PPKM Mikro katanya sudah diperketat pelaksanaannya, tetapi kok masih ada orang berjubel di pasar begitu ya? Bisa dilihat sendiri, mereka tidak jaga jarak dan sebagian tidak memakai masker," ujar Charles.

Atas foto dan video kerumunan tersebut, Charles menilai PPKM mikro memang sudah tidak efektif melihat penularan Covid-19 dengan varian Delta yang begitu masif.

Untuk itu, ia kembali menekankan pemerintah agar menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Pulau Jawa.

"Dari awal usul saya diberlakukan pembatasan mobilitas besar-besaran dalam bentuk PSBB, minimal di Pulau Jawa. Otomatis pasar, sekolah, kantor, rumah ibadah ditutup sementara,” tuturnya.

Baca juga: 60 Zona Merah di Indonesia Data 27 Juni 2021, Jateng dan Jabar Terbanyak

Ia khawatir, kerumunan orang di pasar itu dapat mengakibatkan infeksi penularan virus semakin meluas. Sementara, Rumah Sakit saat ini sudah penuh oleh pasien Covid-19.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Golkar Terbuka Berkoalisi dengan Partai Mana Pun, Termasuk Pecahan Partai Golkar

Golkar Terbuka Berkoalisi dengan Partai Mana Pun, Termasuk Pecahan Partai Golkar

Nasional
Jokowi: BUMN Terlalu Sering Kita Proteksi, Enak Sekali

Jokowi: BUMN Terlalu Sering Kita Proteksi, Enak Sekali

Nasional
Wapres Sebut Laznas Yatim Mandiri Telah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 1.000 Anak Yatim Terdampak Pandemi

Wapres Sebut Laznas Yatim Mandiri Telah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 1.000 Anak Yatim Terdampak Pandemi

Nasional
Akbar Tanjung: Kalau 2004 Golkar Pernah Jadi Pemenang, Insya Allah 20 Tahun Kemudian Juga Bisa

Akbar Tanjung: Kalau 2004 Golkar Pernah Jadi Pemenang, Insya Allah 20 Tahun Kemudian Juga Bisa

Nasional
Minta BUMN yang Tak Berkembang Ditutup, Jokowi: Tidak Ada 'Selamet-selametin'

Minta BUMN yang Tak Berkembang Ditutup, Jokowi: Tidak Ada "Selamet-selametin"

Nasional
Jokowi: Kadang Saya Malu, BUMN Sudah 'Dibukain' Pintu tetapi Enggak Ada Respons

Jokowi: Kadang Saya Malu, BUMN Sudah "Dibukain" Pintu tetapi Enggak Ada Respons

Nasional
Wapres Sebut Jumlah Anak Yatim Piatu Mencapai 28.000 Per September 2021

Wapres Sebut Jumlah Anak Yatim Piatu Mencapai 28.000 Per September 2021

Nasional
Enam Orang yang Terjaring OTT Tiba di Gedung Merah Putih KPK

Enam Orang yang Terjaring OTT Tiba di Gedung Merah Putih KPK

Nasional
Jokowi Tekankan soal Transformasi Bisnis dan Adaptasi Teknologi di BUMN

Jokowi Tekankan soal Transformasi Bisnis dan Adaptasi Teknologi di BUMN

Nasional
Anggota DPR Nilai Cara Penagihan Pinjol dengan Teror dan Intimidasi Patut Diberangus

Anggota DPR Nilai Cara Penagihan Pinjol dengan Teror dan Intimidasi Patut Diberangus

Nasional
OTT di Musi Banyuasin, KPK Tangkap Bupati Dodi Reza Alex Noerdin dan 5 ASN

OTT di Musi Banyuasin, KPK Tangkap Bupati Dodi Reza Alex Noerdin dan 5 ASN

Nasional
Jokowi Ingatkan Izin Investasi di BUMN Jangan Berbelit-belit

Jokowi Ingatkan Izin Investasi di BUMN Jangan Berbelit-belit

Nasional
Temui Orangtua Korban Penganiayaan di Bogor, Wagub Jabar Minta Pihak Sekolah Menindak Tegas

Temui Orangtua Korban Penganiayaan di Bogor, Wagub Jabar Minta Pihak Sekolah Menindak Tegas

Nasional
6 Tips Bijak Menggunakan Pinjaman Online

6 Tips Bijak Menggunakan Pinjaman Online

Nasional
KPK Benarkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Ditangkap Saat OTT

KPK Benarkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Ditangkap Saat OTT

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.