Kompas.com - 28/06/2021, 16:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Faisal Basri menilai, pemerintah lebih mengedepankan ekonomi dibandingkan kesehatan pada masa pandemi Covid-19 ini.

Padahal, kata dia, dengan fokus pada penanganan kesehatan, secara otomatis ekonomi pun akan bertumbuh.

"Kalau dibiarkan tidak seimbang apalagi gas-rem gas-rem, itu sangat tidak bertanggungjawab. Ini nyawa manusia. Tidak bisa gas-rem gas-rem. Sekaligus ini menunjukkan juga betapa ekonomi masih jadi panglima," kata Faisal dikutip dari perbincangannya dengan Budiman Tanuredjo di YouTube Harian Kompas, Senin (28/6/2021).

Baca juga: Pengakuan Suami Bongkar Makam Istri Positif Covid-19 dan Baru Dikubur 5 Hari: Saya Penasaran

Seharusnya, kata dia, pemerintah menerbitkan undang-undang darurat untuk penanganan Covid-19. Itu agar pemerintah bisa bergerak cepat dengan dilandasi aturan. 

"Misalnya mobilisasi logistik, harus direct tapi ada yang mengawasinya. Ada inspektur jenderalnya, itu yang tidak menunjukkan (adanya penanganan), betapa ekonomi menjadi berhala. Ini sebetulnya salah. Ujung-ujungnya ongkosnya jauh lebih mahal," lanjut Faisal.

Padahal, kata dia, dalam menghadapi pandemi seperti saat ini tidak boleh seimbang antara kesehatan dan ekonomi sebagaimana keinginan pemerintah.

Faisal memastikan bahwa kesehatan harus ada di depan. Menurut mantan calon gubernur DKI Jakarta ini, seluruh upaya harus dikerahkan untuk mengatasi krisis kesehatan secara komprehensif berdasarkan kaidah-kaidah kesehatan.

"Jadi panglima perangnya juga harus yang mengerti tentang kesehatan. Di kita kan panglima perangnya Menteri Perekonomian. Jadi menunjukkan betapa kita bias kepada ekonomi. Padahal ekonomi tidak akan bisa pulih sepanjang krisis kesehatannya tidak teratasi atau bisa dijinakkan saja," kata Faisal.

Faisal menjelaskan, dari struktur organisasi penanganan Covid-19 melalui Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional saja terlihat bahwa ekonomi mendominasi.

Mulai dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, BUMN, hingga para wakil menteri yang juga bernaung di bidang ekonomi.

Menurut dia, apabila terjadi perang maka yang harus jadi acuan pemerintah adalah UU darurat perang sehingga aturan lain tidak berlaku.

Baca juga: Faisal Basri Nilai Penunjukan Komisaris Jadi Bentuk Terima Kasih Jokowi kepada Pendukung

Dalam hal ini adalah pandemi Covid-19 menjadi musuh pada perang tersebut.

"Nah yang Presiden keluarkan bukan UU darurat Covid-19, tapi UU darurat perang mengantisipasi dampak ekonomi dari Covid-19 yaitu Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2020. Itu kan untuk ekonomi," kata dia.

Oleh karena itu, menurut dia, kebijakan lockdown seluruh wilayah semestinya sudah dilakukan sejak awal pandemi. Bahkan hal tersebut juga sudah diingatkan oleh para ahli kesehatan.

"Pesannya bahwa penyelesaian kesehatan ini adalah prasyarat untuk memulihkan ekonomi," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Catatan KontraS untuk HUT Ke-77 TNI: 61 Kekerasan Aparat dalam Setahun Terakhir

Catatan KontraS untuk HUT Ke-77 TNI: 61 Kekerasan Aparat dalam Setahun Terakhir

Nasional
Disentil PDI-P, PSI Tak Merasa Perlu Bicara ke Megawati soal Deklarasi Capres Ganjar

Disentil PDI-P, PSI Tak Merasa Perlu Bicara ke Megawati soal Deklarasi Capres Ganjar

Nasional
Sejarah Panjang Berdirinya TNI yang Kini Berusia 77 Tahun

Sejarah Panjang Berdirinya TNI yang Kini Berusia 77 Tahun

Nasional
Lika-liku Ganjar Pranowo Menuju Pilpres: Bernanung di PDI-P, Sempat Dijagokan Nasdem, Kini Didukung PSI

Lika-liku Ganjar Pranowo Menuju Pilpres: Bernanung di PDI-P, Sempat Dijagokan Nasdem, Kini Didukung PSI

Nasional
Istana: Perlu Penegakan Sanksi untuk Pihak yang Menyampaikan Laporan Asal-asalan

Istana: Perlu Penegakan Sanksi untuk Pihak yang Menyampaikan Laporan Asal-asalan

Nasional
Deklarasi Anies Capres dan Etika Politik Nasdem di Kabinet Jokowi

Deklarasi Anies Capres dan Etika Politik Nasdem di Kabinet Jokowi

Nasional
Mengenang 96 Tahun Frans Seda, Jembatan Indonesia dari Timur Indonesia

Mengenang 96 Tahun Frans Seda, Jembatan Indonesia dari Timur Indonesia

Nasional
Selangkah Lagi Perkara Ferdy Sambo dkk Diadili

Selangkah Lagi Perkara Ferdy Sambo dkk Diadili

Nasional
Eks Hakim Agung Harap Jaksa Hati-hati Susun Dakwaan Ferdy Sambo dkk

Eks Hakim Agung Harap Jaksa Hati-hati Susun Dakwaan Ferdy Sambo dkk

Nasional
Jokowi Pimpin Upacara HUT ke-77 TNI di Istana Merdeka Pagi ini

Jokowi Pimpin Upacara HUT ke-77 TNI di Istana Merdeka Pagi ini

Nasional
[POPULER NASIONAL] Pangkogabwilhan II Meninggal Dunia | KPK Belum Akan Jemput Paksa Lukas Enembe

[POPULER NASIONAL] Pangkogabwilhan II Meninggal Dunia | KPK Belum Akan Jemput Paksa Lukas Enembe

Nasional
Jaksa Tangani Ferdy Sambo dkk Diminta Teliti Jumlah Barang Bukti di Pelimpahan Tahap II

Jaksa Tangani Ferdy Sambo dkk Diminta Teliti Jumlah Barang Bukti di Pelimpahan Tahap II

Nasional
Zulkifli Hasan Resmikan Kantor DPP PAN di Kalibata Jakarta Selatan

Zulkifli Hasan Resmikan Kantor DPP PAN di Kalibata Jakarta Selatan

Nasional
Dilema KPK Menghadapi Tingkah Lukas Enembe, antara Sabar atau Jemput Paksa

Dilema KPK Menghadapi Tingkah Lukas Enembe, antara Sabar atau Jemput Paksa

Nasional
Tanggal 6 Oktober Hari Memperingati Apa?

Tanggal 6 Oktober Hari Memperingati Apa?

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.