Ngabalin Kisahkan Tebalnya Kantong Mata Jokowi, Kurang Tidur Hadapi Lonjakan Covid-19

Kompas.com - 27/06/2021, 14:12 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau program vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (26/6/2021). Dalam peninjauannya, Jokowi mengatakan ia akan meminta Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolro Listyi Sigit dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memasok vaksin sebanyak mungkin ke daerah. SETPRES/AGUS SUPARTOPresiden Joko Widodo meninjau program vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (26/6/2021). Dalam peninjauannya, Jokowi mengatakan ia akan meminta Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolro Listyi Sigit dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memasok vaksin sebanyak mungkin ke daerah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyebut terjadinya lonjakan kasus Covid-19 beberapa waktu belakangan sangat menyita perhatian Presiden Joko Widodo.

Setiap hari, menurut Ngabalin, Jokowi menghabiskan waktu untuk memantau perkembangan situasi pandemi di tiap-tiap daerah.

"Dari menit ke menit, dari jam ke jam, Presiden memantau terus," kata Ngabalin dalam sebuah diskusi daring, Minggu (27/6/2021).

Baca juga: Jaga Kewarasan di Tengah Pandemi, Saatnya Pemerintah Tarik Rem Darurat

Ngabalin mengatakan, Jokowi melakukan pemantauan dengan menelepon langsung para menteri, gubernur, hingga wali kota.

Tak hanya perkembangan kasus yang presiden kontrol, tetapi juga angka keterisian rumah sakit. Sebab, lonjakan kasus beberapa waktu belakangan berakibat pada meningkatnya keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate di RS rujukan Covid-19.

Ngabalin bahkan tahu betul presiden kurang tidur karena harus berhadapan dengan situasi ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Seperti hari Rabu kemarin juga saya melihat langsung itu saya menghitung sembilan kali (Jokowi) mengomunikasikan, menanyakan berapa jumlah ini dan segala macam rumah sakit, bahkan ada wali kota yang beliau telepon, kontrol," ujar Ngabalin.

"Saya juga tahu tadi malam beliau tidur jam berapa, itu tidak ada lain kecuali adalah mengontrol berapa rate angka dan lain-lain," tuturnya.

Baca juga: Ngabalin: Presiden Apresiasi Usulan Lockdown, tetapi PPKM Mikro Paling Tepat

Dengan suara bergetar, Ngabalin menuturkan bahwa Jokowi sangat berkonsentrasi menangani pandemi.

Upaya-upaya tersebut membuat Presiden kurang tidur hingga kantong matanya menebal dan menghitam.

"Saya tahu pasti bahwa ya sebagai seorang kepala negara itu yang harus beliau harus lakukan. Tetapi kan beda usia kita ini tidak jauh dengan Pak Jokowi, tetapi kantong mata beliau itu kan jauh lebih tebal tergantung," ucapnya.

Oleh karenanya, Ngabalin mendorong masyarakat saling bekerja sama dalam menangani pandemi.

Baca juga: Soal Usul Lockdown, Ngabalin Sebut Jokowi Punya Pertimbangan Khusus

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AMAN Minta Pembangunan Ibu Kota Baru Hormati Hak Masyarakat Adat

AMAN Minta Pembangunan Ibu Kota Baru Hormati Hak Masyarakat Adat

Nasional
Kemenkes: Pemerataan Vaksinasi Penting agar Indonesia Terlindung dari Covid-19

Kemenkes: Pemerataan Vaksinasi Penting agar Indonesia Terlindung dari Covid-19

Nasional
Menlu Minta Semua Pihak Dukung Distribusi Vaksin ke Seluruh Negara

Menlu Minta Semua Pihak Dukung Distribusi Vaksin ke Seluruh Negara

Nasional
Angka Keterisian RS Covid-19 Naik di Sejumlah Provinsi, dari Jateng-Papua

Angka Keterisian RS Covid-19 Naik di Sejumlah Provinsi, dari Jateng-Papua

Nasional
Kemenhub: Ada Pembatasan Mobilitas pada Tiap Moda Transportasi Saat Natal-Tahun Baru

Kemenhub: Ada Pembatasan Mobilitas pada Tiap Moda Transportasi Saat Natal-Tahun Baru

Nasional
UPDATE 9 Desember: Ada 5.278 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 9 Desember: Ada 5.278 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Dilantik Jadi ASN Polri, Novel Baswedan dkk Jalani Pendidikan Selama 2 Pekan

Dilantik Jadi ASN Polri, Novel Baswedan dkk Jalani Pendidikan Selama 2 Pekan

Nasional
Enam Provinsi Catatkan Kenaikan Kasus Covid-19 Signifikan

Enam Provinsi Catatkan Kenaikan Kasus Covid-19 Signifikan

Nasional
UPDATE 9 Desember: ada 5.203 Suspek Covid-19 di Tanah Air

UPDATE 9 Desember: ada 5.203 Suspek Covid-19 di Tanah Air

Nasional
Kronologi 20 Warga Gembor Jadi Korban Penipuan, Bermula dari Minyak Goreng Murah

Kronologi 20 Warga Gembor Jadi Korban Penipuan, Bermula dari Minyak Goreng Murah

Nasional
Dinamika Eks Pegawai KPK: Dipecat Saat G30STWK, Dilantik Kapolri di Hari Antikorupsi

Dinamika Eks Pegawai KPK: Dipecat Saat G30STWK, Dilantik Kapolri di Hari Antikorupsi

Nasional
UPDATE 9 Desember: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 48,70 Persen

UPDATE 9 Desember: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 48,70 Persen

Nasional
UPDATE: Bertambah 9, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 143.918 Jiwa

UPDATE: Bertambah 9, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 143.918 Jiwa

Nasional
Survei Kemenhub: Ada Potensi Mobilitas 11 Juta Orang Usai Dibatalkannya PPKM Level 3 Serentak

Survei Kemenhub: Ada Potensi Mobilitas 11 Juta Orang Usai Dibatalkannya PPKM Level 3 Serentak

Nasional
Lantik 44 Eks Pegawai KPK, Kapolri Bakal Bentuk Satker Khusus Pemberantas Korupsi

Lantik 44 Eks Pegawai KPK, Kapolri Bakal Bentuk Satker Khusus Pemberantas Korupsi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.