Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Satgas Covid-19 Pertimbangkan Tak Ada Lagi Libur Panjang

Kompas.com - 17/06/2021, 17:35 WIB
Haryanti Puspa Sari,
Icha Rastika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sonny Harry B Harmadi mengatakan, setiap pasca-libur panjang, selalu terjadi lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah daerah.

Hal tersebut tidak hanya terjadi setelah libur Lebaran 2021, tetapi juga pada libur panjang Lebaran tahun 2020.

Oleh karena itu, pihaknya mempertimbangkan untuk mengusulkan peniadaan libur panjang agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19.

"Jadi selama libur panjang, akan seperti itu. Jadi kami memang sedang mempertimbangkan agar sebaiknya kita tidak ada lagi libur panjang, karena begitu ada libur panjang selalu diikuti oleh kenaikan kasus," kata Sonny dalam diskusi virtual yang disiarkan kanal YouTube BNPB, Kamis (17/6/2021).

Baca juga: Satgas: Peningkatan Penularan Covid-19 Saat Ini Berkaitan dengan Libur Idul Fitri

Sonny mengatakan, setiap libur panjang, angka positif Covid-19 terus meningkat diikuti dengan angka kematian.

Hal tersebut, kata dia, disebabkan masyarakat yang melakukan mobilitas tidak menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

"Jadi bareng ya, ketika mobilitas naik kepatuhan prokes turun, keduanya itu menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya kasus," ujar dia. 

Baca juga: UPDATE 17 Juni: Ada 125.303 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Berdasarkan hal tersebut, Sonny mendorong Satgas Covid-19 di daerah melakukan upaya yang lebih keras dalam menegakkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun.

"Kami juga dorong masyarakat itu bukan hanya kepatuhan terhadap prokes, tetapi kesadaran. Kita belajar dari kasus India ya di awal-awal mereka begitu keras, kemudian terjadi pelonggaran yang dampak pada kenaikan kasus," kata dia. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com