Kapolri Sebut Polri Telah Selesaikan 1.864 Perkara Melalui Restorative Justice

Kompas.com - 16/06/2021, 15:37 WIB
Kapolri Listyo Sigit tengah melaunching nomor tunggal nasional pengaduan masyarakat dengan kode akses 110 di Mapolda Jabar, Kamis (20/5/2021). Dok Humas Polda JabarKapolri Listyo Sigit tengah melaunching nomor tunggal nasional pengaduan masyarakat dengan kode akses 110 di Mapolda Jabar, Kamis (20/5/2021).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, Polri telah menyelesaikan 1.864 perkara melalui restorative justice atau keadilan restoratif dalam 100 hari pertamanya sebagai kapolri.

"Penerapan restorative justice, untuk menciptakan penegakan hukum yang berkeadilan, dari 52.590 perkara, 1.864 yang telah kami restro (selesaikan melalui restorative justice)," kata Listyo dalam rapat dengan Komisi III DPR, Rabu (16/6/2021).

Listyo mengatakan, program restorative justice tersebut sesuai dengan janjinya untuk mengedepankan penegakan hukum yang progresif, memberi rasa keadilan, serta tidak bersifat transaksional.

Ia menuturkan, Polri akan terus mengedepankan penyelesaian perkara melalui restorative justice sepanjang disepakati oleh kedua belah pihak.

"Apakah masalah ini bisa diselesaikan dengan cara dimusyawarahkan atau diproses, tentunya aturan-aturannyanya sudah kita buat, sepanjang ini kemudian disepakati oleh dua belah pihak, tentunya maka restorative justice kita berikan," kata dia.

Baca juga: 100 Hari Kapolri Listyo Sigit: Restorative Justice, SIM Online, hingga Virtual Police

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di samping itu, Listyo juga menyebut Polri telah melayangkan teguran terhadap 419 konten di dunia maya melalui program virtual police atau polisi virtual.

Ia mengatakan, program tersebut sejalan dengan perintah Presiden Joko Widodo agar Polri lebih selektif dalam menangani pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan mengedepankan restorative jutive.

Ke depannya, Polri akan meningkatkan edukasi di dunia maya dengan membuat pop up atau iklan layanan masyarakat di berbagai platform.

"Sehingga kemudian terkait dengan bagaimana menggunakan ruang siber agar tetap beretika ini tentunya akan terus kita akan gelorakan," ujar Listyo.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Obat Regkirona Diklaim Bisa Turunkan Risiko Kematian Pasien Covid-19 hingga 72 Persen

Obat Regkirona Diklaim Bisa Turunkan Risiko Kematian Pasien Covid-19 hingga 72 Persen

Nasional
Dorong Produktivitas Milenial, Kemnaker Gelar Ngopi Daring Nasional

Dorong Produktivitas Milenial, Kemnaker Gelar Ngopi Daring Nasional

Nasional
Kemensos Salurkan 95 Persen Bansos Tunai di DKI Jakarta

Kemensos Salurkan 95 Persen Bansos Tunai di DKI Jakarta

Nasional
Jokowi Kirim 5.000 Paket Bansos ke Sorong Usai Warga Geruduk Kantor Dinsos

Jokowi Kirim 5.000 Paket Bansos ke Sorong Usai Warga Geruduk Kantor Dinsos

Nasional
Sariamin Ismail, Pujangga Perempuan Pertama Indonesia Pemilik Banyak Nama Samaran yang Jadi Google Doodle 31 Juli 2021

Sariamin Ismail, Pujangga Perempuan Pertama Indonesia Pemilik Banyak Nama Samaran yang Jadi Google Doodle 31 Juli 2021

Nasional
Ketua DPR Minta Vaksinasi Covid-19 Merata di Seluruh Indonesia

Ketua DPR Minta Vaksinasi Covid-19 Merata di Seluruh Indonesia

Nasional
Mahfud: Permasalahan Bansos Sudah Lama Terjadi, Baru Terasa Saat Pandemi

Mahfud: Permasalahan Bansos Sudah Lama Terjadi, Baru Terasa Saat Pandemi

Nasional
Jubir PAN Minta Kader Penggugat Zulkifli Hasan Rp 100 Miliar Introspeksi Diri

Jubir PAN Minta Kader Penggugat Zulkifli Hasan Rp 100 Miliar Introspeksi Diri

Nasional
UPDATE 31 Juli: Ada 278.618 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 31 Juli: Ada 278.618 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Rakornas Virtual, PPP Umumkan Pembentukan Relawan Vaksin Covid-19

Rakornas Virtual, PPP Umumkan Pembentukan Relawan Vaksin Covid-19

Nasional
UPDATE: Sebaran 1.808 Kasus Kematian Covid-19, Jawa Timur Tertinggi

UPDATE: Sebaran 1.808 Kasus Kematian Covid-19, Jawa Timur Tertinggi

Nasional
Di Rakornas, Ketum PPP Minta Seluruh Kader Salurkan Bansos hingga Fasilitasi Warga Positif Covid-19

Di Rakornas, Ketum PPP Minta Seluruh Kader Salurkan Bansos hingga Fasilitasi Warga Positif Covid-19

Nasional
UPDATE 31 Juli: Jawa Tengah Tertinggi Penambahan Kasus Baru Covid-19

UPDATE 31 Juli: Jawa Tengah Tertinggi Penambahan Kasus Baru Covid-19

Nasional
UPDATE: Ada 545.447 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE: Ada 545.447 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 31 Juli: Tambah 39.372, Pasien Sembuh dari Covid-19 Capai 2.770.092 Orang

UPDATE 31 Juli: Tambah 39.372, Pasien Sembuh dari Covid-19 Capai 2.770.092 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X