Kompas.com - 14/06/2021, 15:26 WIB

Saidiman mengatakan, responden yang merasa tidak puas dengan kinerja Jokowi mencapai 23,4 persen. Dari besaran tersebut, 48,5 persen mendukung Prabowo sebagai capres.

Selanjutnya, 33,7 persen mendukung Anies, dan dukungan terhadap Ganjar dari kalangan tersebut hanya 14,9 persen.

"Jadi warga yang menilai positif kinerja Jokowi tersebut jauh lebih banyak memilih Ganjar dibanding memilih Prabowo dan apalagi Anies meskipun tanpa pemilih PDI Perjuangan," kata Saidiman.

Baca juga: Pengamat: Pernyataan Jokowi Jadi Jawaban Mengapa Memilih Tak Umbar Relawan, tapi Memeliharanya

"Ganjar dibanding Prabowo dan Anies lebih mewakili pemilih yang positif dalam menilai kinerja Jokowi lepas dari sikap positif pemilih PDI-P terhadap Jokowi karena yang nilai positif kinerja Jokowi juga datang dari pemilih partai partai lain,” tuturnya.

Sikap Jokowi tak bersebrangan dengan PDI-P

Kendati nama Ganjar moncer di berbagai survey capres dan telah mendapat dukungan dari Sebagian relawan Jokowi, nasibnya masih harus ditentukan oleh PDI-P selaku partai tempatnya bernaung.

Terlebih sebelumnya Ganjar sempat memiliki hubungan yang kurang baik dengan putri Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yakni Puan Maharani.

Saat itu Ganjar tak diundang dalam acara yang dibuka oleh Puan. Penyebabnya menurut Ketua DPP PDI-P Bambang Wuryanto adalah besarnya hasrat Ganjar untuk maju sebagai capres di Pilpres 2024 jika dilihat dari aktivitasnya di media sosial.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno pun berpendapat, pernyataan Jokowi semalam tentang arah kapal besar relawannya untuk Pilpres 2024 tak lepas dari perseteruan antara Ganjar dan Puan dalam pencalonan Pilpres 2024.

Padahal, saat ini PDI-P masih belum membuat keputusan terkait kandidat pada Pilpres 2024.

Baca juga: Saat Jokowi Bicara soal Arah Kemudi Relawannya untuk Pilpres 2024

"Karena ada sejumlah relawan Jokowi yang mulai menentukan dukungan politik ke Ganjar. Sementara pada saat bersamaan PDI-P belum pastikan siapa yang akan diusung. Malah yang santer diisukan maju Puan Maharani bukan Ganjar," ujar dia.

Adi pun meyakini Jokowi akan mengarahkan relawannya untuk mendukung sosok kader yang nantinya resmi diusung oleh PDI-P untuk Pilpres 2024.

"Tak perlu pakai logika canggih untuk menebak ke mana arah kapal besar relawan (Jokowi). Rumusnya sederhana. Jokowi itu kader tulen PDI-P tak mungkin punya sikap berseberangan," tutur Adi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.