Kompas.com - 13/06/2021, 07:56 WIB
Ilustrasi virus corona di Indonesia ShutterstockIlustrasi virus corona di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah.

Bahkan, pasca libur Lebaran 2021, penambahan kasus virus corona cendrung mengalami lonjakan. Peningkatan Covid-19 sebagian besar disumbangkan oleh daerah-daerah di Pulau Jawa, sebagian dari Pulau Sumatera, dan wilayah-wilayah lainnya.

Pemerintah mengingatkan bahwa peningkatan kasus ini merupakan alarm keras bagi seluruh masyarakat.

Berdasarkan data dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, sejak Jumat (11/6/2021) hingga Sabtu (12/6/2021) pukul 12.00 WIB, terjadi penambahan 7.465 kasus baru Covid-19.

Baca juga: Lonjakan Serius Kasus Covid-19 di Jakarta, Lebih dari 2.000 Orang Positif per Harinya

Dengan demikian, jumlah pasien yang terjangkit Covid-19 kini berjumlah 1.901.490 orang terhitung sejak kasus Covid-19 pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.

Adapun 5 provinsi dengan penambahan kasus Covid-19 yang tinggi yakni DKI Jakarta 2.455 kasus, Jawa Tengah 915 kasus, Jawa Barat 876 kasus, Daerah Istimewa Yogyakarta 436 kasus, dan Riau 388 kasus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Informasi itu disampaikan oleh Satgas kepada wartawan, Sabtu sore. Data tersebut juga bisa diakses melalui laman www.covid-19.go.id yang diperbaharui setiap sore.

Baca juga: Ridwan Kamil Sidak RS di Bandung Malam Hari, Temukan Alasan Mengapa Covid-19 di Jabar Melonjak

Pasien sembuh dan meninggal

Data yang sama juga menunjukkan ada penambahan pasien sembuh sebanyak 5.292 orang.

Sehingga jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 kini berjumlah 1.740.436 orang.

Kendati demikian, dalam periode yang sama juga masih terjadi penambahan pasien yang tutup usia sebanyak 164 orang.

Baca juga: Warning dari Lonjakan Kasus Harian Covid-19 di Indonesia...

Dengan demikian, pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 di Indonesia kini mencapai 52.730 orang.

Pemerintah juga mencatat kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini mencapai 108.324 orang.

Kasus aktif adalah jumlah pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri.

Selain kasus positif, pemerintah juga mencatat ada 106.894 orang yang kini berstatus suspek Covid-19.

Lonjakan di Pulau Jawa

Tingginya kenaikan kasus Covid-19 sebagian besar disumbangkan oleh Pulau Jawa. Pada pertengahan hingga akhir Mei 2021, Pulau Jawa bahkan menyumbangkan 53 persen dari seluruh kasus positif nasional selama sepekan terakhir.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut, kenaikan kasus di Pulau Jawa masih sangat signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Dari sejumlah provinsi, DKI Jakarta menjadi wilayah yang lonjakan kasusnya paling tinggi.

"DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kenaikan kasus yang paling signifikan di mana dalam 10 hari saja kasusnya meningkat lebih dari 300 persen," kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (11/6/2021).

Baca juga: Lonjakan Kasus Covid-19 di Bangkalan dan Kudus, PPKM Mikro Diperketat

Wiku mengatakan, pada 1 Juni 2021 kasus Covid-19 harian di Ibu Kota Negara mencapai 519 kasus. Angka ini melonjak drastis pada 10 Juni 2021, yakni 2.091 kasus Covid-19 dalam satu hari.

Selain peningkatan kasus baru, keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan virus corona di DKI juga mengalami lonjakan.

"BOR di DKI Jakarta mencapai 62,13 persen," ujarnya.

Selain DKI, DI Yogyakarta juga mengalami kenaikan kasus Covid-19 hingga 107 persen, bertambah 445 kasus dalam satu hari saja pada 10 Juni. Sementara, BOR di DIY mencapai 54,38 persen.

Baca juga: Daftar Lengkap Hotel Isolasi Mandiri di Jakarta dan Sekitarnya

Selanjutnya, peningkatan kasus Covid-19 di Jawa Timur mencapai 89 persen, bertambah 425 kasus dalam satu hari. Sedangkan persentase BOR di provinsi tersebut sebesar 31,57 persen.

Di Jawa Tengah, kasus Covid-19 meningkat hingga 80 persen, bertambah 1.500 kasus pada 10 Juni. Sementara BOR mencapai angka 66,89 persen.

Banten mengalami kenaikan kasus Covid-19 hingga 57 persen dan BOR mencapai 53,87 persen.

"Selanjutnya Jawa Barat mengalami kenaikan 49 persen dalam 10 hari terakhir dengan BOR mencapai 61,75 persen," ujar Wiku.

Dengan adanya catatan tersebut, Wiku meminta para kepala daerah meningkatkan penanganan Covid-19.

Untuk mengatasi tingginya bed occupancy rate, rumah sakit rujukan Covid-19 diprioritaskan untuk pasien dengan gejala sedang dan berat.

Sementara yang bergejala ringan dan tanpa gejala diimbau melakukan isolasi mandiri di rumah atau di tempat isolasi terpusat dengan terus dipantau penanganannya.

Wiku juga meminta pemerintah daerah segera mengonversi tempat tidur pasien non Covid-19 untuk pasien virus corona, serta menambah tempat isolasi terpusat.

"Untuk menjaga beban rumah sakit dan tenaga kesehatan agar tidak kewalahan," ujarnya.

Sementara, untuk mengatasi lonjakan kasus, Wiku meminta fungsi posko penanganan Covid-19 di daerah dimaksimalkan. Pemda dan Satgas didorong untuk meningkatkan testing, tracing, dan treatment.

Baca juga: Dinkes DKI: Ada 988 Klaster Keluarga Setelah Libur Lebaran 2021

Bersamaan dengan itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap penularan virus corona dengan terus menerapkan 3M, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak.

"Kita tidak pernah tahu di mana dan bagaimana kita bisa tertular virus Covid-19, untuk itu waspada adalah kunci untuk menghindarinya," kata Wiku.

"Kenaikan ini tentunya menjadi peringatan keras untuk kita semua mengevaluasi sekaligus bersiap diri dalam menghadapi kemungkinan kasus yang lebih tinggi lagi di hari-hari ke depan," tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Yahya Waloni Minta Maaf soal Ceramahnya yang Singgung SARA

Yahya Waloni Minta Maaf soal Ceramahnya yang Singgung SARA

Nasional
Luhut Sebut 'Tracing' Covid-19 di Jawa-Bali Terus Meningkat

Luhut Sebut "Tracing" Covid-19 di Jawa-Bali Terus Meningkat

Nasional
Pemerintah Siapkan Skema Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga secara Gratis dan Berbayar

Pemerintah Siapkan Skema Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga secara Gratis dan Berbayar

Nasional
KSAL: Mahasiswa Pegang Peran Penting sebagai Pelopor Pembangunan Karakter Bangsa

KSAL: Mahasiswa Pegang Peran Penting sebagai Pelopor Pembangunan Karakter Bangsa

Nasional
Ini Upaya Pemerintah Hindari Gelombang Baru Penularan Covid-19

Ini Upaya Pemerintah Hindari Gelombang Baru Penularan Covid-19

Nasional
Airlangga: Presiden Jokowi Minta Serapan Dana DAU/DAK untuk Penanganan Covid-19 Terus Dipantau

Airlangga: Presiden Jokowi Minta Serapan Dana DAU/DAK untuk Penanganan Covid-19 Terus Dipantau

Nasional
Soal Judicial Review AD/ART, Waketum Demokrat: Teror di Siang Bolong

Soal Judicial Review AD/ART, Waketum Demokrat: Teror di Siang Bolong

Nasional
Saksi Sebut Azis Syamsuddin Bertemu dengan Stepanus Robin di Tegal

Saksi Sebut Azis Syamsuddin Bertemu dengan Stepanus Robin di Tegal

Nasional
Deteksi Covid-19 Terkait Belajar Tatap Muka Terbatas Akan Dilakukan secara Aktif

Deteksi Covid-19 Terkait Belajar Tatap Muka Terbatas Akan Dilakukan secara Aktif

Nasional
Kemenkes Sebut Varian Corona R.1 Belum Ada di Indonesia

Kemenkes Sebut Varian Corona R.1 Belum Ada di Indonesia

Nasional
Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 11 Saksi

Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 11 Saksi

Nasional
Hasil Survei Sebut Kepuasan Publik terhadap Kinerja Jokowi Turun, Ini Respons Istana

Hasil Survei Sebut Kepuasan Publik terhadap Kinerja Jokowi Turun, Ini Respons Istana

Nasional
Nadiem Khawatir Anak-anak Makin Lama Lakukan Pembelajaran Jarak Jauh

Nadiem Khawatir Anak-anak Makin Lama Lakukan Pembelajaran Jarak Jauh

Nasional
Luhut: Mobilitas Warga di Sektor Ritel dan Wisata Naik Meski Dilakukan Ganjil-Genap

Luhut: Mobilitas Warga di Sektor Ritel dan Wisata Naik Meski Dilakukan Ganjil-Genap

Nasional
Pemerintah Usulkan Pileg dan Pilpres 2024 Digelar 15 Mei, Ini Alasan Mahfud MD

Pemerintah Usulkan Pileg dan Pilpres 2024 Digelar 15 Mei, Ini Alasan Mahfud MD

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.