Kasus Baru Covid-19 Capai 8.000 Per Hari, Bersiap Hadapi Kenaikan Lebih Tinggi

Kompas.com - 12/06/2021, 07:12 WIB
Seorang pengendara motor melintas di depan mural tentang pandemi COVID-19 di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (29/4/2021). Mural yang dibuat oleh warga setempat itu untuk memberikan dukungan atas perjuangan tim medis yang selama ini berada di garis terdepan dalam penanganan COVID-19 khususnya di Pontianak. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/wsj. ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSANGSeorang pengendara motor melintas di depan mural tentang pandemi COVID-19 di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (29/4/2021). Mural yang dibuat oleh warga setempat itu untuk memberikan dukungan atas perjuangan tim medis yang selama ini berada di garis terdepan dalam penanganan COVID-19 khususnya di Pontianak. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/wsj.
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah meskipun pandemi telah berjalan lebih dari setahun.

Berdasarkan data milik pemerintah sejak Kamis (10/6/2021) hingga Jumat (11/6/2021) pukul 12.00 WIB, terjadi penambahan 8.083 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Dengan demikian, jumlah pasien yang terjangkit Covid-19 kini berjumlah 1.894.025 orang terhitung dari Maret 2020 lalu.

Informasi tersebut disampaikan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 kepada wartawan Jumat sore.

Baca juga: UPDATE: Tambah 8.083, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.894.025 Orang

Data tersebut juga bisa diakses melalui laman www.covid-19.go.id yang diperbaharui setiap sore.

Sebanyak 8.083 kasus baru Covid-19 ini tersebar di 34 provinsi. Tercatat ada lima provinsi yang mengalami penambahan kasus paling tinggi yakni, DKI Jakarta (2.293 kasus baru).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian Jawa Barat (1.302 kasus baru), Jawa Tengah (1.026 kasus baru), Jawa Timur (441 kasus baru), DI Yogyakarta (417 kasus baru).

Penambahan tersebut diketahui setelah pemerintah melakukan pemeriksaan pada 115.762 spesimen Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Pada periode yang sama, ada 74.144 orang yang diambil sampelnya.

Dengan penambahan itu, total pemeriksaan spesimen Covid-19 kini tercatat ada 17.735.758 dari 11.916.618 orang.

Baca juga: UPDATE: 17.735.758 Spesimen Sudah Diperiksa Terkait Covid-19

Pasien sembuh dan meninggal dunia

Selain itu, data yang sama juga menunjukkan ada pasien penambahan pasien sembuh sebanyak 6.230 orang. Sehingga jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 kini berjumlah 1.735.144 orang.

Kendati demikian, dalam periode yang sama juga terlihat masih ada penambahan pasien yang tutup usia sebanyak 193 orang.

Sehingga, pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 di Indonesia kini mencapai 52.566 orang.

Baca juga: UPDATE 11 Juni: Bertambah 193, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Capai 52.566

Dengan update data tersebut, maka kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini ada 106.315 orang.

Kasus aktif adalah jumlah pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri.

Selain kasus positif, pemerintah juga mencatat ada 106.350 orang yang kini berstatus suspek.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat memantau jalannya vaksinasi di Kediri, Jawa Timur, Kamis (10/6/2021).Puspen Mabes TNI Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat memantau jalannya vaksinasi di Kediri, Jawa Timur, Kamis (10/6/2021).

Kelanjutan vaksinasi

Pemerintah juga masih terus menjalankan program vaksinasi Covid-19, sampai dengan Jumat (11/6/2021) pemerintah mencatat ada 11.525.638 orang yang sudah divaksinasi dosis kedua.

Sementara jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama sebanyak 19.669.968 orang.

Masyarakat yang divaksin yakni dari kalangan tenaga kesehatan, petugas publik dan lansia. Mereka adalah sasaran pada program vaksinasi tahap kedua.

Baca juga: 1 Juta Dosis Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Gotong Royong Tiba di Indonesia

Data ini disampaikan Kemenkes melalui laman www.kemkes.go.id.

Hingga tahap kedua ini pemerintah menargetkan 40.349.049 orang yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19.

Adapun sasaran pada tahap pertama untuk tenaga kesehatan yakni sebanyak 1.468.764 orang.

Sebanyak 1.528.585 orang tenaga kesehatan sudah divaksinasi dosis pertama dan 1.396.197 orang telah disuntik dosis kedua. Kemudian, sasaran pada tahap kedua untuk petugas publik sebanyak 17.327.167 orang.

Selanjutnya, 14.240.144 orang petugas publik sudah divaksinasi dosis pertama dan 7.738.820 orang telah disuntik vaksin dosis kedua.

Baca juga: Menlu Sebut Vaksinasi Covid-19 di ASEAN 8,91 Persen, Masih Jauh dari Target WHO

Lalu, sasaran vaksinasi untuk lansia sebanyak 21.553.118 orang. Adapun hingga saat ini, sebanyak 3.826.894 orang lansia yang divaksinasi dosis pertama dan 2.381.048 orang disuntik vaksin Covid-19 dosis kedua.

Terakhir, sasaran pada tahap kedua untuk guru dan tenaga pendidik sebanyak 5.848.338 orang.

Hingga saat ini, sebanyak 1.821.914 guru dan tenaga pendidik yang divaksinasi dosis pertama dan 1.104.929 orang disuntik vaksin Covid-19 dosis kedua.

Vaksinasi Covid-19 diberikan dua dosis dan penyuntikannya dilakukan sebanyak dua kali. Hal itu dilakukan untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity terhadap penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu.

Baca juga: Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jokowi Harap ABK Terlindungi

Peringatan keras

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyoroti kasus positif Covid-19 pada 10 Juni 2021 mencapai 8.892 kasus.

Wiku mengatakan, kenaikan kasus harian Covid-19 tersebut pernah terjadi pada 25 Februari atau empat bulan terakhir.

"Kenaikan ini tentunya menjadi peringatan keras untuk kita semua, mengevaluasi sekaligus bersiap diri dalam menghadapi kemungkinan kenaikan kasus yang lebih tinggi lagi," kata Wiku yang ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (11/6/2021).

Baca juga: Kasus Covid-19 Capai 8.000, Satgas: Kenaikan Ini Jadi Peringatan Keras

Selain itu, Wiku mengatakan, kasus aktif Covid-19 menembus angka 100.000 kasus. Padahal, sebelumnya kasus aktif Covid-19 cukup rendah yaitu sekitar 87.000 kasus.

"Maka ini adalah alarm kita bersama jangan sampai meningkat terus," ujar dia.

Wiku juga mengatakan, terjadi kenaikan kasus Covid-19 di 6 provinsi di Pulau Jawa dalam 10 hari terakhir.

Pertama, Jawa Tengah mengalami kenaikan kasus Covid-19 mencapai 1.500 kasus, dengan bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur mencapai 66,809 persen.

Kedua, DKI Jakarta mengalami kenaikan kasus Covid-19 mencapai 2.091 kasus, dengan BOR mencapai 62,13 persen.

Baca juga: Satgas: Kenaikan Kasus Covid-19 di DKI 300 Persen dalam 10 Hari, Paling Signifikan

Ketiga, Jawa Timur mengalami kenaikan kasus Covid-19 mencapai 425 kasus, dengan BOR mencapai 31,57 persen.

Keempat, Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami kenaikan kasus Covid-19 mencapai 455 kasus, dengan BOR mencapai 54,38 persen.

"Kelima, Jawa Barat mengalami kenaikan 49 persen dalam 10 hari terakhir dengan BOR mencapai 61,75 persen dan terakhir Banten kasusnya mengalami peningkatan 57 persen, dan BOR-nya sebesar 53,87 persen," kata dia.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Penistaan HAM dan Malaadministrasi dalam TWK KPK, Jokowi Diminta Segera Bersikap

Ada Penistaan HAM dan Malaadministrasi dalam TWK KPK, Jokowi Diminta Segera Bersikap

Nasional
Risma Ingin Atlet dan Pelatih Peparnas XVI Divaksinasi Sebelum Akhir Oktober

Risma Ingin Atlet dan Pelatih Peparnas XVI Divaksinasi Sebelum Akhir Oktober

Nasional
Bantuan Sektor Pariwisata 2021 Capai Rp 60 Miliar, Naik Hampir 3 Kali Lipat

Bantuan Sektor Pariwisata 2021 Capai Rp 60 Miliar, Naik Hampir 3 Kali Lipat

Nasional
Mendes PDTT Ingatkan Pembangunan Desa Tidak Berorientasi Keinginan Elite

Mendes PDTT Ingatkan Pembangunan Desa Tidak Berorientasi Keinginan Elite

Nasional
Jokowi: Kita Akan Lakukan Rehabilitasi Mangrove Seluas 34 Ribu Hektare Pada 2021

Jokowi: Kita Akan Lakukan Rehabilitasi Mangrove Seluas 34 Ribu Hektare Pada 2021

Nasional
Fraksi PPP Tak Setuju Pemilu Digelar 15 Mei 2024, Harus Persetujuan DPR dan Penyelenggara

Fraksi PPP Tak Setuju Pemilu Digelar 15 Mei 2024, Harus Persetujuan DPR dan Penyelenggara

Nasional
Indeks Persepsi Korupsi Turun, Wakil Ketua KPK Singgung Penerapan Prinsip Demokrasi

Indeks Persepsi Korupsi Turun, Wakil Ketua KPK Singgung Penerapan Prinsip Demokrasi

Nasional
MKD Apresiasi Langkah Azis Inisiatif Mundur dari Wakil Ketua DPR

MKD Apresiasi Langkah Azis Inisiatif Mundur dari Wakil Ketua DPR

Nasional
Tanam Mangrove di Riau, Jokowi: Untuk Kendalikan Abrasi

Tanam Mangrove di Riau, Jokowi: Untuk Kendalikan Abrasi

Nasional
Mendes PDTT Yakin Target 0 Persen Kemiskinan Ekstrem 2024 Tercapai

Mendes PDTT Yakin Target 0 Persen Kemiskinan Ekstrem 2024 Tercapai

Nasional
Komnas HAM Susun Kronologi Peristiwa Pelecehan dan Perundungan Pegawai KPI

Komnas HAM Susun Kronologi Peristiwa Pelecehan dan Perundungan Pegawai KPI

Nasional
Nadiem: Tutup Sekolah Saya Disalahkan, Sekarang Buka Disalahkan, Enggak Apa-apa Sudah Biasa

Nadiem: Tutup Sekolah Saya Disalahkan, Sekarang Buka Disalahkan, Enggak Apa-apa Sudah Biasa

Nasional
Masyarakat Diminta Anggap Prokes sebagai Investasi Kesehatan

Masyarakat Diminta Anggap Prokes sebagai Investasi Kesehatan

Nasional
TNI AD Distribusikan 353 Unit Kendaraan Dinas

TNI AD Distribusikan 353 Unit Kendaraan Dinas

Nasional
Mensos: Banyak Disabilitas Takut Vaksin Jadi PR Kami yang Paling Berat

Mensos: Banyak Disabilitas Takut Vaksin Jadi PR Kami yang Paling Berat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.