Kompas.com - 09/06/2021, 14:56 WIB
Uji coba sekolah tatap muka tahap dua di SDN Duri Kepa 03, Jakarta Barat, Rabu (9/6/2021).). Kompas.com/Sonya Teresa Uji coba sekolah tatap muka tahap dua di SDN Duri Kepa 03, Jakarta Barat, Rabu (9/6/2021).).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara terbatas.

Komisioner KPAI Retno Listiyarti mengatakan, pihaknya mendukung Presiden Jokowi yang meminta pembelajaran tatap muka digelar terbatas baik kapasitas maupun waktu pelaksanaan.

"Atas pernyataan tersebut, KPAI mendukung karena Presiden jelas menekankan pada kondisi wilayahnya sudah terkendali atau angka postivity rate-nya rendah," kata Retno dikutip dari siaran pers, Rabu (9/6/2021).

Baca juga: Anggota IDAI Sarankan Sekolah Tatap Muka Terbatas Dilaksanakan secara Bertahap

Retno mengatakan, KPAI sendiri menyarankan agar sekolah tidak dibuka di wilayah yang positivity rate-nya di atas 5 persen.

Namun apabila wilayah yang positivity rate-nya di bawah 5 persen, KPAI pun mendorong sekolah tatap muka dibuka dengan pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat.

"Di wilayah-wilayah kepulauan kecil justru kami sarankan dibuka dengan ketentuan yang sama sebagaimana disebutkan Presiden Jokowi," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika dibuka, maka pembelajaran tatap muka (PTM) hanya berlangsung dua jam, siswa yang hadir hanya 25 persen, dan dilaksanakan hanya satu hingga dua kali dalam seminggu.

Baca juga: Jelang Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Vaksinasi Guru dan Tenaga Pendidik Belum Sesuai Target

Retno menegaskan, KPAI memiliki pandangan bahwa hak hidup adalah nomor satu, yang disusul oleh hak sehat, dan hak pendidikan.

"Kalau anaknya masih sehat dan hidup maka ketertinggalan materi pelajaran masih bisa dikejar. Kalau anaknya sudah dipintarkan lalu sakit dan meninggal, kan sia-sia. Apalagi angka anak Indonesia yang meninggal karena Covid-19 sudah tertinggi se-Asia Pasifik," ujar Retno.

Adapun kegiatan PTM di sekolah sudah akan dilaksanakan kembali secara terbatas jelang tahun ajaran baru.

Baca juga: 5 Instruksi Jokowi soal Sekolah Tatap Muka, Kapasitas hingga Durasi Belajar

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.