Menpora Minta Presiden Jokowi Tak Dikaitkan dengan Polemik Ikon-Duta PON Papua

Kompas.com - 04/06/2021, 15:37 WIB
Menpora Zainudin Amali saat membuka Kongres Biasa PSSI di Hotel Raffles, Jakarta, pada Sabtu (19/5/2021). Dok. KemenporaMenpora Zainudin Amali saat membuka Kongres Biasa PSSI di Hotel Raffles, Jakarta, pada Sabtu (19/5/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengatakan, pihaknya sama sekali tidak tahu menahu terkait keputusan penunjukan selebriti Nagita Slavina menjadi Ikon Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Terlebih, ia juga menepis kabar bahwa spekulasi mengatakan penunjukan Nagita Slavina atas perintah Presiden Joko Widodo.

"Ini publik harus tahu. Pemerintah pusat tidak tahu menahu dengan keputusan ini. Kami tidak diajak untuk konsultasi. Menpora apalagi. Dan apalagi kalau ada yang mengaitkan bahwa ini adalah keinginan Presiden, sama sekali Presiden tidak tahu," kata Amali dalam konferensi pers virtual, Jumat (4/6/2021).

Atas pernyataan itu, Amali menegaskan bahwa dugaan bahwa Kemenpora yang menunjuk Nagita Slavina menjadi Ikon PON XX Papua adalah tidak benar.

Baca juga: Nagita Slavina Jadi Ikon PON XX Papua, Menpora: Kami Tidak Tahu

Menurut dia, pihak yang berwenang menunjuk ikon atau duta PON adalah PB PON XX Papua selaku panitia.

"Biar ini clear bahwa ini adalah benar-benar keputusan dari PB PON yang Ketumnya adalah Gubernur Papua," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati demikian, Kemenpora akan melakukan komunikasi dengan PB PON XX Papua selaku panitia.

Ia menyinggung, dalam pembagian tugas, menentukan ikon atau duta adalah ranah dan kewenangan PB PON XX Papua.

"Tapi kalau sudah menyangkut area publik, yang akhirnya menjadi kontroversi. Kami pemerintah pusat tentu akan berkomunikasi. Kita akan ajak komunikasi," ujarnya.

Hal tersebut, tegasnya, juga bukan berarti Kemenpora akan menganulir keputusan PB PON menunjuk Nagita sebagai Ikon PON XX Papua.

Baca juga: Raffi Ahmad Jawab soal Penunjukan Nagita Slavina Jadi Ikon PON XX Papua

Melainkan, lanjut dia, Kemenpora akan memberikan masukan agar penunjukan tersebut tidak menjadi polemik yang berkepanjangan di publik.

"Bukan menganulir, kita ajak agar mereka yang putuskan sendiri bagaimana agar menjadi baik. Karena memang tujuannya bisa saja agar PON itu dikenal masyarakat luas (dengan penunjukan Nagita). Supaya publik tahu tentang PON ini semakin masih," kata dia.

"Tapi, kan kita tetap akan bicara dengan Ketua," tambah Amali.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Jebloskan Eks Dirut PT DI Budi Santoso ke Lapas Sukamiskin

KPK Jebloskan Eks Dirut PT DI Budi Santoso ke Lapas Sukamiskin

Nasional
 Pimpinan Komisi IX: Ketegasan dan Kedisiplinan Jadi Kunci Sukses PPKM Mikro

Pimpinan Komisi IX: Ketegasan dan Kedisiplinan Jadi Kunci Sukses PPKM Mikro

Nasional
UPDATE 24 Juni: 12.838.745 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 24 Juni: 12.838.745 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
Satgas: Pandemi Covid-19 Hampir Mencapai Puncaknya

Satgas: Pandemi Covid-19 Hampir Mencapai Puncaknya

Nasional
UPDATE 24 Juni: Sebaran 20.574 Kasus Harian Covid-19 di Indonesia, Jakarta Tembus 7.500 Kasus

UPDATE 24 Juni: Sebaran 20.574 Kasus Harian Covid-19 di Indonesia, Jakarta Tembus 7.500 Kasus

Nasional
Kasus Covid-19 di Pulau Jawa Meningkat 2 Kali Lipat Dibanding Minggu Lalu

Kasus Covid-19 di Pulau Jawa Meningkat 2 Kali Lipat Dibanding Minggu Lalu

Nasional
Kasus Covid-19 Kembali Catat Rekor, Ini Respons Istana

Kasus Covid-19 Kembali Catat Rekor, Ini Respons Istana

Nasional
Komnas Perempuan: Tak Ada Satu Pun Pasal dalam RUU PKS yang Legalkan Zina

Komnas Perempuan: Tak Ada Satu Pun Pasal dalam RUU PKS yang Legalkan Zina

Nasional
UPDATE 24 Juni: Ada 171.542 Kasus Aktif Covid-19 Di Indonesia

UPDATE 24 Juni: Ada 171.542 Kasus Aktif Covid-19 Di Indonesia

Nasional
UPDATE 24 Juni: Total 136.896 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 24 Juni: Total 136.896 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
Berkas Perkara Dilimpahkan ke Tipikor Palembang, Eks Bupati Muara Enim Juarsah Segera Disidang

Berkas Perkara Dilimpahkan ke Tipikor Palembang, Eks Bupati Muara Enim Juarsah Segera Disidang

Nasional
RSUP Fatmawati, RSUP Persahabatan, dan RSPI Sulianti Saroso Jadi RS Khusus Covid-19

RSUP Fatmawati, RSUP Persahabatan, dan RSPI Sulianti Saroso Jadi RS Khusus Covid-19

Nasional
Selidiki TWK Pegawai KPK, Komnas HAM Dalami Keterangan Pegawai yang Memenuhi Syarat

Selidiki TWK Pegawai KPK, Komnas HAM Dalami Keterangan Pegawai yang Memenuhi Syarat

Nasional
Mayoritas Langgar Imigrasi, 145 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Mayoritas Langgar Imigrasi, 145 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Nasional
Rekor 20.574 Kasus Baru Covid-19, Pimpinan Komisi IX Minta Pembatasan Diperketat

Rekor 20.574 Kasus Baru Covid-19, Pimpinan Komisi IX Minta Pembatasan Diperketat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X