Kompas.com - 04/06/2021, 12:35 WIB
Warga binaan Lapas Kelas II B Tasikmalaya, mengerjakan pesanan kursi dan meja rotan sintetis dalam rangka memperdayakan keterampilan yang dimiliki mereka di masa pandemi corona, Jumat (16/10/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAWarga binaan Lapas Kelas II B Tasikmalaya, mengerjakan pesanan kursi dan meja rotan sintetis dalam rangka memperdayakan keterampilan yang dimiliki mereka di masa pandemi corona, Jumat (16/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) meminta Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly memprioritaskan vaksinasi Covid-19 untuk warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Hal ini merespons banyaknya klaster Covid-19 yang bermunculan di berbagai lembaga pemasyarakatan (lapas).

"Menteri Hukum dan HAM harus pastikan vaksin diprioritaskan diberikan bagi WBP, klaster-klaster baru Covid-19 di lapas harus dicegah," kata Peneliti ICJR Maidina Rahmawati melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (4/6/2021).

Baca juga: Warga Griya Melati Bogor Diprioritaskan Dapat Suntik Vaksin Covid-19

Maidina mengatakan, pada 3 Juni 2021 lalu muncul klaster Covid-19 baru di lapas kelas II A Kendal. Terdapat 222 orang yang terpapar virus corona, meliputi petugas dan warga binaan.

Klaster Covid-19 di lapas sejatinya sudah terjadi sejak pertengahan 2020. Menkumham menyebutkan, hingga Februari 2021 lalu terdapat 4.343 warga binaan, termasuk anak-anak, yang terinfeksi Covid-19.

Selain itu, sebanyak 1.872 petugas pemasyarakatan juga terkonfirmasi positif virus corona.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Maidina, warga binaan tidak pernah masuk dalam skema prioritas vaksinasi secara khusus. Hal ini diperparah dengan kondisi overcrowding rutan dan lapas.

Tercatat, pertumbuhan angka penghuni rutan dan lapas kembali merangkak naik meski telah dilakukan program asimilasi pencegahan Covid-19.

Pada Februari 2021, beban lapas berada di angka 186 persen. Angka tersebut naik hingga 10 persen pada Juni ini.

"Harusnya jika Kementerian Hukum dan HAM mengatakan overcrowding sebagai hambatan pemenuhan hak kesehatan, maka WBP harus menjadi prioritas untuk divaksin," ujar Maidina.

Baca juga: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Lansia Rendah, Epidemiolog Sarankan 5 Langkah Ini

Menurut Maidina, warga binaan seharusnya divaksinasi pada tahap kedua atau bersamaan dengan vaksinasi lansia.

Ia menyebut, warga binaan pemasyarakatan termasuk kelompok rentan lantaran tak dapat menjalani physical distancing selayaknya populasi umum.

"Memang benar beberapa WBP dilaporkan telah menerima vaksin, namun hanya dibatas WBP lansia dengan skema yang hanya menempel dengan skema dinas kesehatan daerah setempat," ujar Maidina.

ICJR pun mendorong agar warga binaan pemasyarakatan mendapat vaksin prioritas dari Kemenkumham.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Langkah Kubu Moeldoko Uji Materi AD/ART Demokrat Dinilai Tak Etis

Langkah Kubu Moeldoko Uji Materi AD/ART Demokrat Dinilai Tak Etis

Nasional
Jokowi: Semoga Pelantikan Pengurus Jadi Momentum Energi Baru untuk PKP

Jokowi: Semoga Pelantikan Pengurus Jadi Momentum Energi Baru untuk PKP

Nasional
Atlet Paralimpiade Indonesia Berjaya di Tokyo, Ini Janji Mensos untuk Mereka

Atlet Paralimpiade Indonesia Berjaya di Tokyo, Ini Janji Mensos untuk Mereka

Nasional
Oktober, Fitur PeduliLindungi Ada di Gojek, Tokopedia, hingga Jaki

Oktober, Fitur PeduliLindungi Ada di Gojek, Tokopedia, hingga Jaki

Nasional
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Dijemput KPK, MKD: Di Luar Dugaan Kami

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Dijemput KPK, MKD: Di Luar Dugaan Kami

Nasional
Wapres Ingatkan Revisi UU ASN Jangan Sampai Lemahkan Reformasi Birokrasi

Wapres Ingatkan Revisi UU ASN Jangan Sampai Lemahkan Reformasi Birokrasi

Nasional
Kuasa Hukum ICW dan Fatia Datangi Komnas HAM, Minta Perlindungan Pekerja HAM

Kuasa Hukum ICW dan Fatia Datangi Komnas HAM, Minta Perlindungan Pekerja HAM

Nasional
Dijemput Penyidik KPK, Azis Syamsuddin Tiba di Gedung Merah Putih

Dijemput Penyidik KPK, Azis Syamsuddin Tiba di Gedung Merah Putih

Nasional
Puan: Vaksin Kita Banyak, Jangan Sampai Tidak Disuntikkan

Puan: Vaksin Kita Banyak, Jangan Sampai Tidak Disuntikkan

Nasional
Ketua KPK: Azis Syamsuddin Sudah Dibawa ke Gedung KPK

Ketua KPK: Azis Syamsuddin Sudah Dibawa ke Gedung KPK

Nasional
Kemenkes: Hampir 9.000.000 Orang yang Gunakan PeduliLindungi

Kemenkes: Hampir 9.000.000 Orang yang Gunakan PeduliLindungi

Nasional
Epidemiolog Sebut Masih Banyak Masyarakat di Papua Percaya Covid-19 dari Roh Jahat

Epidemiolog Sebut Masih Banyak Masyarakat di Papua Percaya Covid-19 dari Roh Jahat

Nasional
Beri Apresiasi Atlet Paralimpiade, Mensos Risma Janji Bangun Tempat Latihan

Beri Apresiasi Atlet Paralimpiade, Mensos Risma Janji Bangun Tempat Latihan

Nasional
KTP Dinilai Bisa Jadi Alternatif agar Warga Bisa Beraktivitas meski Tak Punya Aplikasi PeduliLindungi

KTP Dinilai Bisa Jadi Alternatif agar Warga Bisa Beraktivitas meski Tak Punya Aplikasi PeduliLindungi

Nasional
KPK Geledah 3 Lokasi di Probolinggo Terkait Dugaan Suap Jual Beli Jabatan

KPK Geledah 3 Lokasi di Probolinggo Terkait Dugaan Suap Jual Beli Jabatan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.