Ini Alur dan Aturan Wajib Jemaah jika Ada Pemberangkatan Haji 2021...

Kompas.com - 03/06/2021, 12:43 WIB
Ratusan jemaah mengelilingi Kabah di Masjid al-Haram, dengan tetap menjaga jarak untuk melindungi diri mereka dari virus corona jelang ziarah haji di kota suci Muslim Mekah, Arab Saudi, Rabu, 29 Juli 2020. AP PhotoRatusan jemaah mengelilingi Kabah di Masjid al-Haram, dengan tetap menjaga jarak untuk melindungi diri mereka dari virus corona jelang ziarah haji di kota suci Muslim Mekah, Arab Saudi, Rabu, 29 Juli 2020.
|
Editor Bayu Galih

KOMPAS.com - Masyarakat masih menanti keputusan pemerintah apakah akan memberangkatkan jemaah haji atau tidak tahun 2021.

Jika tahun ini diputuskan akan ada pemberangkatan, pemerintah melalui Kementerian Agama telah menetapkan alur pergerakan jemaah haji 1442 H. Alur itu dibuat dikarenakan haji tahun ini masih dalam pandemi Covid-19.

Alur pergerakan jemaah haji itu dibuat berdasarkan forum diskusi yang membahas fikih ibadah haji atau Bahtsul Masail Perhajian yang dihadiri para ahli fikih, ahli kesehatan, dan perwakilan ormas Islam.

Baca juga: Menanti Keputusan Pemerintah Terkait Kuota dan Kepastian Haji...

Berikut ini adalah pergerakan alurnya seperti yang dikutip Kompas.com dari Instagram resmi Kementerian Agama:

Wajib divaksin

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelum melaksanakan proses rangkaian ibadah haji, setiap jemaah haji wajib vaksinasi.

Baca juga: Menag Usahakan Indonesia Dapat Vaksin Johnson and Johnson untuk Jemaah Haji 2021

Karantina Asrama Haji

Selama berada di asrama haji, jemaah harus menjalani karantina selama 3x24 jam. Saaat tiba di asrama haji, jemaah akan menjalani swab antigen.

Pada hari ketiga, dilakukan tes PCR swab kembali bagi jemaah. Jika hasilnya negatif, jemaah haji diperbolehkan berangkat ke Arab Saudi.

Namun, bila hasilnya positif, akan dilakuakn isolasi mandiri di asrama haji.

Baca juga: PP Muhammadiyah: Sebaiknya Pemerintah Tidak Berangkatkan Haji Tahun Ini, Risikonya Besar

Karantina di Mekkah

Karena kemungkinan keberangkatan dilakukan dalam jumlah terbatas, maka seluruh jemaah akan diberangkan ke Bandara Jeddah.

Selanjutnya, di Mekkah, jemaah haji dikarantina selama 3x24 jam di hotel dengan kapasitas maksimal dua orang per kamar.

Setelah dikarantina selama 3x24 jam, jemaah haji akan tes PCSR swab kembali. Jika hasilnya negatif, pada hari ke-empat jemaah langsung bisa melaksanakan ibadah.

Akan tetapi jika hasilnnya positif, akan dilakukan isolasi mandiri di hotel di Mekkah.

Baca juga: Menag: Arab Saudi Belum Beri Kepastian soal Penyelenggaraan Ibadah Haji 2021

Miqat dengan Protokol Kesehatan

Jemaah haji yang akan melaksanaan ibadah wajib diberangkan dengan menggunakan bus menuju tempat Miqat dengan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh pemerintah Arab Saudi.

Umrah Wajib dan Tawaf Ifadhah

Keduanya akan dilakukan oleh jemaah selama berada di Mekkah. Selain itu, jemaah juga akan diberikan tiga kali kesempatan untuk berkunjung ke Masjidil Haram dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sementara, saat puncak ibadah haji tiba, pergerakan akan disesuaikan dengan aturan yang diberlakukan Kerajaan Arab Saudi.

Baca juga: Kemenag: Belum Ada Pemberitahuan Resmi soal Pemberangkatan Haji Jemaah Luar Saudi

Selama di Madinah

Usai melakukan seluruh proses ibadah di Mekkah, jemaah haji akan diberangkatkan ke Madinah. Tiba di Madinah, jemaah ditempatkan pada hotel-hotel yang telah ditentukan dengan komposisi satu kamar maksimum ditempati dua orang.

Jemaah akan tinggal di Madinah selama tiga hari, sehingga tidak ada pelaksanaan salat Arbain.

Baca juga: Besok, Pemerintah Akan Umum Keputusan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2021

PCR Swab Sebelum Pulang ke Tanah Air

Setelah tiga hari di Madinah, jemaah akan kembali diterbangkan ke Tanah Air pada hari ke-4 melalui Bandara Madinah.

Sebelum jemaah dipulangkan, wajib kembali melakukan tes swab PCR.

Jika hasilnya negatif, jemaah diperbolehkan pulang. Jika positif, akan dilakukan isolasi mandiri di hotel di Madinah.

Swab Antigen di Asrama Haji

Setibanya di Tanah Air, dilakukan tes swab antigen bagi jemaah haji. Tes swab antigen akan dilakukan di asrama haji.

Jika hasilnya negatif, jemaah akan dipulangkan ke daerah masing-masing dan melakukan karantina mandiri di rumah. Jika hasilnnya positif, akan dilakukan isolasi mandiri di asrama haji.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puan Minta Pemda Tarik Pelayan Kesehatan dari Daerah Rawan Konflik

Puan Minta Pemda Tarik Pelayan Kesehatan dari Daerah Rawan Konflik

Nasional
Panglima TNI : Pengetatan PPKM Level 4 Berhasil Turunkan Kasus Covid-19 Di Jambi

Panglima TNI : Pengetatan PPKM Level 4 Berhasil Turunkan Kasus Covid-19 Di Jambi

Nasional
Hari PMI ke-76, Ketua DPR Ajak Berkabung untuk Pejuang Kemanusiaan Gabriela Meilan

Hari PMI ke-76, Ketua DPR Ajak Berkabung untuk Pejuang Kemanusiaan Gabriela Meilan

Nasional
Berkas Perkara Dugaan Korupsi Pekerjaan Fiktif di PT Jasindo Dinyatakan Lengkap

Berkas Perkara Dugaan Korupsi Pekerjaan Fiktif di PT Jasindo Dinyatakan Lengkap

Nasional
Seorang Nakes Tewas Setelah Dianiaya dan Dilecehkan KKB, Puan: Ini Kekerasan Paling Biadab

Seorang Nakes Tewas Setelah Dianiaya dan Dilecehkan KKB, Puan: Ini Kekerasan Paling Biadab

Nasional
Pemerintah Targetkan 89 Persen Masyarakat Sudah Divaksinasi pada Desember 2021

Pemerintah Targetkan 89 Persen Masyarakat Sudah Divaksinasi pada Desember 2021

Nasional
TNI Evakuasi 9 Nakes dan 1 Personel TNI Korban Kekejaman KKB ke Jayapura

TNI Evakuasi 9 Nakes dan 1 Personel TNI Korban Kekejaman KKB ke Jayapura

Nasional
Menko PMK Ingatkan Panitia PON XX Papua Perhatikan Kesiapan Layanan Kesehatan

Menko PMK Ingatkan Panitia PON XX Papua Perhatikan Kesiapan Layanan Kesehatan

Nasional
Penjelasan Kemenkes Terkait Jumlah Pemeriksaan Spesimen yang Turun di Bawah 100.000

Penjelasan Kemenkes Terkait Jumlah Pemeriksaan Spesimen yang Turun di Bawah 100.000

Nasional
Dugaan Korupsi Pembangunan Gereja di Mimika, KPK Dalami Proses Pembahasan Anggaran di DPRD

Dugaan Korupsi Pembangunan Gereja di Mimika, KPK Dalami Proses Pembahasan Anggaran di DPRD

Nasional
Periksa 5 Orang, KPK Dalami Peran Budhi Sarwono Terkait Dugaan Korupsi di Pemkab Banjarnegara

Periksa 5 Orang, KPK Dalami Peran Budhi Sarwono Terkait Dugaan Korupsi di Pemkab Banjarnegara

Nasional
Kuasa Hukum Sebut Tiga Saksi yang Diajukan KLB Deli Serdang Akui AHY Ketum Demokrat

Kuasa Hukum Sebut Tiga Saksi yang Diajukan KLB Deli Serdang Akui AHY Ketum Demokrat

Nasional
Ketua Komisi I Nilai Pembangunan Kapal Selam Nuklir Australia Tingkatkan Ketegangan di Kawasan

Ketua Komisi I Nilai Pembangunan Kapal Selam Nuklir Australia Tingkatkan Ketegangan di Kawasan

Nasional
Puan Sebut Indonesia Akan Terima Banyak Manfaat Bila Jadi Pusat Vaksin Global

Puan Sebut Indonesia Akan Terima Banyak Manfaat Bila Jadi Pusat Vaksin Global

Nasional
Ketua MPR Sebut Tak Perlu Ada Kekhawatiran Berlebih soal Amendemen UUD 1945

Ketua MPR Sebut Tak Perlu Ada Kekhawatiran Berlebih soal Amendemen UUD 1945

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.