Kompas.com - 28/05/2021, 17:35 WIB
Ilustrasi PAN ANTARA FOTO/Aprillio AkbarIlustrasi PAN

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengatakan, partainya tetap akan fokus pada agenda selain Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 yaitu Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Menurut dia, partainya tidak akan menganggap Pilpres menjadi satu hal yang paling penting dari dua kontestasi pemilihan lainnya.

"Memang dari awal kita sudah mengatakan bahwa Pilpres itu suatu hal yang patut kita sikapi, karena memang kita juga menganggap itu alih generasi yang akan datang. Tetapi di tahun 2024, kita jangan hanya fokus pada Pilpres saja, karena ada perhelatan besar lainnya di situ yaitu Pileg dan Pilkada," kata Eddy dalam diskusi virtual Para Syndicate bertajuk "Membaca Dinamika Partai & Soliditas Koalisi Menuju 2024", Jumat (28/5/2021).

Ia menjelaskan, Pemilu Legislatif merupakan hal yang justru perlu difokuskan agar menang dalam parlemen.

"Itu kan ajang yang cukup penting juga bagi partai politik. Bagi kami yang justru perlu kita fokuskan bagaimana memenangkan Pemilu. Karena pemilu itu toh dilaksanakan tahun 2024, lebih dulu daripada Pilpres yang menyusul," ujarnya.

Baca juga: Ketum PAN Zulkifli Hasan Bakal Temui Gubernur Ganjar, Bahas Apa?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menegaskan, partainya hingga kini ingin segera fokus menyiapkan strategi untuk memenangkan Pemilu 2024. Sebab, menurutnya, Pemilu akan menentukan eksistensi partai politik dalam kekuatannya di parlemen.

"Kita bisa memiliki kebijakan yang signifikan di parlemen. Kita ingin segera fokus di Pemilu. Karena esksitensi parpol itu pasti akan berada kekuatannya di parlemen," tutur dia.

"Jadi bagi kami, selain fokus pada pilpres, ya pemilulah yang itu merupakan salah satu fokus dan perhatian utama kita di 2024," tambah Eddy.

Sementara itu, terkait Pilpres 2024, PAN mengaku memiliki pengalaman dalam menentukan siapa calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang akan diusung.

Ia mengambil contoh bagaimana PAN pada 2004 mengusung Amien Rais sebagai capres dan pada 2014 mengusung Hatta Rajasa sebagai cawapres.

"Jadi kita punya pengalaman dan dari pengalaman itu, kita betul merasakan hebatnya mesin partai itu bergerak ketika seorang calon dari partai tersebut, maju di perhelatan pilpres," ungkapnya.

Lebih lanjut, Eddy mengatakan bahwa pada 2014, PAN sempat menduduki posisi lima besar dalam parlemen akibat ada kader yang maju dalam Pilpres.

Baca juga: Hasto Sebut PDI-P dan PAN Cocok Kerja Sama, apalagi Setelah Amien Rais Hengkang

Oleh karena itu, Eddy merasa bangga apabila nantinya ada kader PAN yang akan kembali maju dalam Pilpres 2024.

"Bahkan ketika 2014, kalau saya tidak salah, kita tetap memiliki posisi lima besar di parlemen. Nah, ini yang saya rasa merupakan kebanggaan jika PAN di 2024 juga mampu mengajukan calonnya sendiri," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wakil Ketua MPR: Permasalahan Kesetaraan Gender Harus Segera Diselesaikan

Wakil Ketua MPR: Permasalahan Kesetaraan Gender Harus Segera Diselesaikan

Nasional
Survei Sebut Pendukung PDI-P dan Golkar Setuju Presiden Tiga Periode, Jokpro 2024: Cepat atau Lambat, Partai Lain Akan Bergabung

Survei Sebut Pendukung PDI-P dan Golkar Setuju Presiden Tiga Periode, Jokpro 2024: Cepat atau Lambat, Partai Lain Akan Bergabung

Nasional
Kemenkes: Penurunan Kasus Covid-19 di Indonesia Belum Capai Ketentuan WHO

Kemenkes: Penurunan Kasus Covid-19 di Indonesia Belum Capai Ketentuan WHO

Nasional
Masyarakat yang Tidak Punya NIK Bisa Ikut Vaksinasi Covid-19 dengan Disdukcapil

Masyarakat yang Tidak Punya NIK Bisa Ikut Vaksinasi Covid-19 dengan Disdukcapil

Nasional
Tanggapi Arteria soal Pesawat Kepresidenan, Demokrat: Keliru jika Salahkan SBY, Harusnya Berterima Kasih

Tanggapi Arteria soal Pesawat Kepresidenan, Demokrat: Keliru jika Salahkan SBY, Harusnya Berterima Kasih

Nasional
Menko PMK Minta Puskesmas Siapkan Obat Antivirus dan Oksigen untuk Pasien Covid-19

Menko PMK Minta Puskesmas Siapkan Obat Antivirus dan Oksigen untuk Pasien Covid-19

Nasional
Cegah Penurunan Populasi Ikan Selar Bentong, Kementerian KP Lakukan Penelitian

Cegah Penurunan Populasi Ikan Selar Bentong, Kementerian KP Lakukan Penelitian

Nasional
Soal Informasi Bantuan Kuota Internet, Nadiem: Harus Resmi dari Kemendikbud, Bersumber dari Satu Situs

Soal Informasi Bantuan Kuota Internet, Nadiem: Harus Resmi dari Kemendikbud, Bersumber dari Satu Situs

Nasional
Anies Bolehkan Warga yang Sudah Divaksin Pergi ke Mana Saja, Ini Kata Kemenkes

Anies Bolehkan Warga yang Sudah Divaksin Pergi ke Mana Saja, Ini Kata Kemenkes

Nasional
Calon Hakim Agung Ini Nilai Terlalu Banyak OTT KPK Akan Berdampak ke Investasi

Calon Hakim Agung Ini Nilai Terlalu Banyak OTT KPK Akan Berdampak ke Investasi

Nasional
Diperiksa KPK Terkait Kasus Pengaturan Proyek di Indramayu, Dedi Mulyadi: Ada 3 Pertanyaan

Diperiksa KPK Terkait Kasus Pengaturan Proyek di Indramayu, Dedi Mulyadi: Ada 3 Pertanyaan

Nasional
Anies-AHY Paling Dipilih Rakyat Versi Survei, PPP: Biasa Saja, Survei Bukan Cerminan Hasil Pemilu

Anies-AHY Paling Dipilih Rakyat Versi Survei, PPP: Biasa Saja, Survei Bukan Cerminan Hasil Pemilu

Nasional
Kemendikbud Ristek Kembali Beri Bantuan Kuota, Begini Syaratnya

Kemendikbud Ristek Kembali Beri Bantuan Kuota, Begini Syaratnya

Nasional
Calon Hakim Agung Ini Nilai Restorastive Justice Pendekatan Utama Selesaikan Pidana Anak

Calon Hakim Agung Ini Nilai Restorastive Justice Pendekatan Utama Selesaikan Pidana Anak

Nasional
Lonjakan Kasus Covid-19 di NTB, Sumbawa Disebut Kekurangan Dokter

Lonjakan Kasus Covid-19 di NTB, Sumbawa Disebut Kekurangan Dokter

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X