Wamenkes Sebut Tingkat Keparahan Virus Corona Varian B.1617.2 Tak Lebih Ganas Dibanding Varian Biasa

Kompas.com - 27/05/2021, 16:14 WIB
Dante Saksono ditunjuk Joko Widodo sebagai Wakil Menteri Kesehatan. Dokumentasi VIK Kompas.com/Garry Andrew LotulungDante Saksono ditunjuk Joko Widodo sebagai Wakil Menteri Kesehatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjawab pertanyaan Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh mengenai kekuatan daya serang dari mutasi virus corona terkhusus B.1617.2 asal India.

Hal tersebut terjadi pada saat rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IX dengan Kementerian Kesehatan, Kamis (27/5/2021).

Awalnya, pada saat Dante memaparkan penjelasan mengenai perkembangan mutasi virus, Nihayatul menginterupsi dengan pertanyaan soal tingkat keganasan dari mutasi virus asal India itu.

"Maaf, pak Wamen, itu kan daya menularnya lebih cepat. Bagaimana dengan daya merusaknya, pak? Kan bisa jadi kalau daya menularnya cepat, tapi belum tentu daya serangnya, apa ya bahasanya, seperti itu," kata Nihayatul dalam rapat yang dipantau secara virtual.

Dante pun menjawab bahwa apa yang dimaksud oleh Nihayatul adalah mengenai severity atau laju keparahan dari mutasi virus.

Ia menegaskan, severity dari mutasi virus B.1617.2 tersebut tidak lebih ganas daripada varian virus corona yang ada selama ini.

Baca juga: Wamenkes Prediksi Puncak Kasus Covid-19 Pasca-Lebaran Terjadi Pertengahan Juni

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Keuntungan dari varian B.1617 India ini, hanya kemampuan untuk menularkannya yang cepat. Tetapi secara klinis, severity atau keganasannya, keganasannya lah bahasa awamnya, itu tidak lebih jelek dibandingkan varian yang ada saat ini," jawab Dante.

Kemudian, ia menjabarkan bagaimana tingkat keparahan mutasi virus itu dengan menggunakan contoh kasus di Cilacap, Jawa Tengah.

Dante mengatakan, dari 14 orang asal Filipina yang merupakan anak buah kapal terpapar virus, hanya ada satu orang yang meninggal dunia.

"Dari 14 yang teridentifikasi itu, 1 orang meninggal karena memang kondisinya sudah parah. 13 orangnya selamat. Jadi 1 dari 14 tadi meninggal karena memang kondisinya sudah parah. Jadi keganasannya tidak bermasalah," jelas dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Sita Uang Rp 225 Juta dalam OTT Bupati Kolaka Timur

KPK Sita Uang Rp 225 Juta dalam OTT Bupati Kolaka Timur

Nasional
KPK Beberkan Kronologi OTT Bupati Kolaka Timur

KPK Beberkan Kronologi OTT Bupati Kolaka Timur

Nasional
KPK: Bupati Kolaka Diduga Minta Uang Rp 250 Juta ke Kepala BPBD sebagai Fee Proyek Jembatan

KPK: Bupati Kolaka Diduga Minta Uang Rp 250 Juta ke Kepala BPBD sebagai Fee Proyek Jembatan

Nasional
KPK Tahan Bupati Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Kolaka Timur

KPK Tahan Bupati Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Kolaka Timur

Nasional
KPU Sebut Pencoblosan Pemilu 2024 di Bulan April Akan Problematik

KPU Sebut Pencoblosan Pemilu 2024 di Bulan April Akan Problematik

Nasional
KPK Tetapkan Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Tersangka Suap

KPK Tetapkan Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Tersangka Suap

Nasional
Anggaran Bansos 2022 Rp 74,08 Triliun, Risma: Bansos Tidak Dihentikan

Anggaran Bansos 2022 Rp 74,08 Triliun, Risma: Bansos Tidak Dihentikan

Nasional
Kejagung: Alex Noerdin Perintahkan Pencairan Dana Hibah Pembangunan Masjid Sriwijaya Tanpa Proposal

Kejagung: Alex Noerdin Perintahkan Pencairan Dana Hibah Pembangunan Masjid Sriwijaya Tanpa Proposal

Nasional
Komnas HAM Gali Kesaksian 3 Pegawai KPI Terkait Dugaan Pelecehan Seksual

Komnas HAM Gali Kesaksian 3 Pegawai KPI Terkait Dugaan Pelecehan Seksual

Nasional
2 Eks Pejabat Diten Pajak Didakwa Terima Suap Rp 57 Miliar Rekayasa Laporan

2 Eks Pejabat Diten Pajak Didakwa Terima Suap Rp 57 Miliar Rekayasa Laporan

Nasional
Rapat dengan Kemenlu, Pimpinan Komisi I Sebut Tak Ada Tambahan Anggaran pada 2022

Rapat dengan Kemenlu, Pimpinan Komisi I Sebut Tak Ada Tambahan Anggaran pada 2022

Nasional
Kasus Pembangunan Masjid Sriwijaya yang Libatkan Alex Noerdin Diduga Rugikan Negara Rp 130 Miliar

Kasus Pembangunan Masjid Sriwijaya yang Libatkan Alex Noerdin Diduga Rugikan Negara Rp 130 Miliar

Nasional
Ke Lampung, Panglima TNI Perintahkan Habiskan Semua Dosis Vaksin Covid-19

Ke Lampung, Panglima TNI Perintahkan Habiskan Semua Dosis Vaksin Covid-19

Nasional
Kemenkes: Varian Delta Virus Corona Mendominasi di 34 Provinsi

Kemenkes: Varian Delta Virus Corona Mendominasi di 34 Provinsi

Nasional
Alex Noerdin Kembali Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Kali Ini Terkait Pembangunan Masjid

Alex Noerdin Kembali Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Kali Ini Terkait Pembangunan Masjid

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.