Kompas.com - 26/05/2021, 18:43 WIB
Tenaga kesehatan merawat pasien positif COVID-19 di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/5/2021). Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet, Letkol Laut (K) Muhammad Arifin mengatakan tidak akan mengurangi jumlah tenaga kesehatan selama masa Lebaran 2021, hal tersebut untuk mengantisipasi kenaikan kasus COVID-19 dari masyarakat yang tetap melakukan mudik meski adanya larangan pemerintah sama seperti periode tahun lalu. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATTenaga kesehatan merawat pasien positif COVID-19 di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/5/2021). Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet, Letkol Laut (K) Muhammad Arifin mengatakan tidak akan mengurangi jumlah tenaga kesehatan selama masa Lebaran 2021, hal tersebut untuk mengantisipasi kenaikan kasus COVID-19 dari masyarakat yang tetap melakukan mudik meski adanya larangan pemerintah sama seperti periode tahun lalu. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ganip Warsito melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet Jakarta, Rabu (26/5/2021).

Dari hasil kunjungannya itu, Ganip memastikan bahwa RSDC Wisma Atlet siap menghadapi kemungkinan melonjaknya kasus Covid-19 pasca Lebaran.

"Kehadiran saya di RSDC Wisma Atlet untuk memastikan kesiapan secara personel maupun perangkatnya, termasuk fasilitas dan sarana pendukung untuk menghadapi kemungkinan potensi lonjakan kasus Covid-19 pasca Lebaran," ujar Ganip dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Rabu sore.

Baca juga: Ada 43 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 4 Pasien Meninggal

Ia mengatakan, kesiapan itu harus dilakukan karena sejak 18 Mei 2021 hingga hari ke-sembilan setelah Lebaran, teridentifikasi adanya peningkatan kasus Covid-19.

Rata-rata, kata dia, jumlah kenaikan itu terjadi di atas 100 kasus.

"Dari pemantauan saya secara langsung di lapangan, saya pastikan bahwa RSDC secara personel, perangkat dan pendukungnya siap menghadapi kemungkinan lonjakan kasus," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meskipun demikian, Ganip menegaskan bahwa pihaknya tidak berharap lonjakan kasus Covid-19 itu terjadi.

Pasalnya pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 telah melakukan berbagai upaya.

Baca juga: Kepala BNPB Ganip Warsito Tinjau RSD Wisma Atlet di Tengah Lonjakan Pasien Covid-19

Mulai dari larangan mudik hingga pembatasan kegiatan masyarakat secara mikro (PPKM).

"Mungkin dalam seminggu ke depan kita harap (kasus) bisa turun. Dari kesiapan itu baik secara kapasitas, tenaga medis, relawan, dan obat-obatan kami siap dalam mengantispasi untuk 2 bulan ke depan," ucap dia.

"Dari kesiapan itu, baik dari kapasitas tenaga medis, kami siap dalam antisipasi ini," tegas Ganip.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.