Survei Sebut Elektabilitas PKB Ungguli Golkar, Cak Imin: Harapannya Bisa Kalahkan PDI-P

Kompas.com - 24/05/2021, 09:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyambut positif hasil survei dari Lembaga Survei Puspoll Indonesia yang menyebut elektabilitas PKB mengungguli Partai Golkar dan berada di urutan tiga besar.

Muhaimin mengaku bersyukur dan mengklaim PKB konsisten berada di posisi tiga besar nasional pada sejumlah survei nasional.

"Saya bersyukur selama survei-survei akhir-akhir ini kita dalam posisi yang baik. Konsisten dalam tiga besar. Kadang di atas Golkar, kadang di atas Gerindra," kata Muhaimin dalam keterangannya, Minggu (23/5/2021).

Kendati demikian, pria yang akrab disapa Cak Imin ini berharap partainya dapat mengungguli PDI-P.

Baca juga: [POPULER NASIONAL] Elektabilitas Prabowo dan Megawati di Survei ASRC | Sikap 2 Pimpinan KPK atas Hasil TWK 75 Pegawai

"Harapan kita bisa mengalahkan PDI-P. Kita harus tangkap makna hasil survei ini dalam praktik politik," ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Cak Imin dalam sambutannya pada acara Halal Bi Halal Idul Fitri 1442 Hijriah secara virtual dengan DPC dan DPW seluruh Indonesia, Minggu.

Diketahui, dalam rilis Survei Puspoll Indonesia, PKB berada di posisi tiga dengan tingkat elektabilitas 9,2 persen.

Posisinya berada di bawah PDI-P dengan 22,3 persen, dan Partai Gerindra 13,4 persen. Sementara, Partai Golkar berada di posisi empat dengan 8,4 persen.

Atas hasil itu, Cak Imin meminta kepada kader PKB di seluruh Indonesia untuk terus berkomitmen dan hadir di tengah masyarakat, baik dalam aktivitas kehadiran secara politik maupun aktivitas lainnya.

"Kita hadir di tengah-tengah masyarakat, kita hadir dalam aktivitas kita, hadir melayani dan kebersamaan serta menghasilkan program-program yang nyata untuk masyarakat," ungkapnya.

Baca juga: Puspoll Indonesia: 71,4 Persen Responden Puas terhadap Kinerja Jokowi-Maruf

Wakil Ketua DPR itu menyampaikan, politik kehadiran tersebut setidaknya ada dua makna.

Pertama, kehadiran dalam politik pemerintahan dan kehadiran secara sederhana seperti hadir di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa komitmen tengah menjadi tren utama di tengah pandemi. Muhaimin menyinggung kaum muda yang memiliki kepekaan dan kepedulian sosial yang tinggi.

"Untuk itu, PKB harus mampu merebut generasi milenial. Ini harus kita rebut dengan cara. PKB menjadi partai terdepan di dalam kepedulian dan komitmen kepedulian sosial," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Partai Nasdem dan PDI-P Diprediksi Pecah Kongsi pada Pilpres 2024

Partai Nasdem dan PDI-P Diprediksi Pecah Kongsi pada Pilpres 2024

Nasional
Ganjar-Anies Disebut Jadi Solusi Keterbelahan, Demokrat: Sama dengan Menuduh Pendukungnya

Ganjar-Anies Disebut Jadi Solusi Keterbelahan, Demokrat: Sama dengan Menuduh Pendukungnya

Nasional
UPDATE 27 Juni: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 81,08 Persen, Ketiga 24.08 Persen

UPDATE 27 Juni: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 81,08 Persen, Ketiga 24.08 Persen

Nasional
Sidang Perdana Praperadilan Mardani Maming Bakal Digelar 12 Juli di PN Jaksel

Sidang Perdana Praperadilan Mardani Maming Bakal Digelar 12 Juli di PN Jaksel

Nasional
Komisi II Putuskan RUU Pemekaran Wilayah Papua Selasa Besok

Komisi II Putuskan RUU Pemekaran Wilayah Papua Selasa Besok

Nasional
Ketua DPR Minta Aturan Beli Migor Pakai PeduliLindungi Jangan Sampai Sulitkan Rakyat

Ketua DPR Minta Aturan Beli Migor Pakai PeduliLindungi Jangan Sampai Sulitkan Rakyat

Nasional
Di Hadapan Negara G7, Jokowi Sebut RI Butuh Investasi Besar di Sektor Energi Bersih

Di Hadapan Negara G7, Jokowi Sebut RI Butuh Investasi Besar di Sektor Energi Bersih

Nasional
Prabowo: Tugas Tentara Siap Perang, Tidak Bisa Buang Waktu!

Prabowo: Tugas Tentara Siap Perang, Tidak Bisa Buang Waktu!

Nasional
Soal Keputusan Terkait Capres KIB, Waketum Golkar: Bisa Besok atau Pekan Depan

Soal Keputusan Terkait Capres KIB, Waketum Golkar: Bisa Besok atau Pekan Depan

Nasional
Dari Merokok di Masjid hingga Berkerumun, Ini 6 Larangan Bagi Jemaah Haji

Dari Merokok di Masjid hingga Berkerumun, Ini 6 Larangan Bagi Jemaah Haji

Nasional
Tiba di Lokasi KTT G-7,  Jokowi Disambut Kanselir Jerman Olaf Scholz

Tiba di Lokasi KTT G-7, Jokowi Disambut Kanselir Jerman Olaf Scholz

Nasional
Emirsyah Satar dalam Pusaran 2 Kasus Korupsi di PT Garuda Indonesia

Emirsyah Satar dalam Pusaran 2 Kasus Korupsi di PT Garuda Indonesia

Nasional
Kejar Teknologi Tinggi, Prabowo Tekankan Pentingnya Kesiapan Pertahanan Teritorial

Kejar Teknologi Tinggi, Prabowo Tekankan Pentingnya Kesiapan Pertahanan Teritorial

Nasional
Wapres Tinjau Gedung Sarinah, Harap UMKM Indonesia Mendunia

Wapres Tinjau Gedung Sarinah, Harap UMKM Indonesia Mendunia

Nasional
Kejagung Usut Dugaan Korupsi Impor Garam di Kemendag Tahun 2016-2022

Kejagung Usut Dugaan Korupsi Impor Garam di Kemendag Tahun 2016-2022

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.