Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/05/2021, 07:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan mengungkapkan, ada 54 kasus positif Covid-19 akibat terpapar tiga varian baru virus corona, yaitu B.1.1.7 (varian asal Inggris), B.1.617 (mutasi ganda asal India), dan B.1.351 (varian asal Afrika Selatan).

"Total variant of concern sampai saat ini adalah 54 kasus, di mana 18 kasus B.1.1.7, 4 kasus B.1.351, dan 32 kasus adalah B.1.617," kata Kepala Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Vivi Setiawaty yang disiarkan di kanal YouTube Pusdalops BNPB, Minggu (23/5/2021).

Vivi mengatakan, puluhan kasus Covid-19 dari tiga varian baru virus corona tersebut terdeteksi setelah dilakukan Whole Genome Sequence (WGS).

Baca juga: Pakar Nilai jika Gelombang Kedua Covid-19 Terjadi di Indonesia Bukan karena Mutasi Baru, tetapi...

Ia mengatakan, hingga 21 Mei 2021, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan 1.759 genom.

Hasilnya, terdapat 35 kasus positif Covid-19 akibat varian baru virus corona dengan riwayat perjalanan atau imported case.

Kasus-kasus tersebut dibawa oleh pelaku perjalanan dari Arab Saudi, Ghana, Kongo, Taiwan, Singapura, India, dan Malaysia.

Adapun 25 kasus baru positif Covid-19 dari imported case per 20 Mei 2021, yaitu:

1. WNA asal Taiwan dengan kasus positif Covid-19 B.1.1.7 yang masuk via Jakarta.

2. WNA asal Singapura dengan kasus positif Covid-19 B.1.617.2 yang masuk via Jakarta.

3. WNA asal India dengan kasus positif Covid-19 B.1.617.2 yang masuk via Dumai.

4. WNA asal India dengan kasus positif Covid-19 B.1.1.7 yang masuk via Jakarta.

5. 13 orang WNA asal India dengan kasus B.1.617.2 yang masuk via Cilacap, Jawa Tengah

6. Tiga orang WNA asal India dengan kasus B.1.617.2 yang masuk via Samarinda.

7. Lima orang WNA asal India dengan kasus positif Covid-19 B.1.617.2 yang masuk via Jakarta.

Baca juga: IDAI: Belajar dari Negara Lain, Waspada Bahaya Mutasi Virus Covid-19 Mengintai Anak dan Remaja

Vivi juga mengatakan, terdapat 17 kasus positif Covid-19 akibat varian baru virus corona tanpa riwayat perjalanan atau penularan lokal. Namun, dua kasus lainnya tidak dijelaskan lebih lanjut.

Ia mengatakan, 17 kasus tersebut tersebar di tujuh provinsi, yaitu Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Jawa Barat, Bali, DKI Jakarta, dan Kalimantan Tengah.

Lebih lanjut, Vivi mengatakan, pihaknya terus memperkuat upaya WGS dengan bekerja sama dengan kementerian dan membentuk tim surveilans genom nasional yang tersebar di 17 institusi.

"Kita juga identifikasi tracing pada daerah-daerah dengan kasus lokal, identifikasi pada pintu-pintu masuk negara untuk kedatangan luar negeri," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sandiaga Jelaskan Alasan Ungkap Perjanjian Politik Prabowo-Anies Sekarang

Sandiaga Jelaskan Alasan Ungkap Perjanjian Politik Prabowo-Anies Sekarang

Nasional
PKS Dukung Anies Capres, Demokrat: Langkah Pembentukan Koalisi Perubahan Terjawab

PKS Dukung Anies Capres, Demokrat: Langkah Pembentukan Koalisi Perubahan Terjawab

Nasional
Koalisi Perubahan Terbuka, Sudirman Said Sebut Berkomunikasi dengan Sejumlah Parpol

Koalisi Perubahan Terbuka, Sudirman Said Sebut Berkomunikasi dengan Sejumlah Parpol

Nasional
Sohibul dan Sudirman Said Terbang ke Turkiye demi Dapatkan Kepastian Dukungan PKS untuk Anies

Sohibul dan Sudirman Said Terbang ke Turkiye demi Dapatkan Kepastian Dukungan PKS untuk Anies

Nasional
Sudirman Said Sebut Anies Tak Ada Janji soal Pilpres dengan Prabowo, tapi Ditawari Cawapres pada 2019

Sudirman Said Sebut Anies Tak Ada Janji soal Pilpres dengan Prabowo, tapi Ditawari Cawapres pada 2019

Nasional
Anies Disebut Tak Punya Perjanjian soal Pilpres dengan Prabowo

Anies Disebut Tak Punya Perjanjian soal Pilpres dengan Prabowo

Nasional
Survei Algoritma: KPU Punya Pekerjaan Rumah Tunjukkan Kemandirian Jelang Pemilu 2024

Survei Algoritma: KPU Punya Pekerjaan Rumah Tunjukkan Kemandirian Jelang Pemilu 2024

Nasional
Kantongi Dukungan Demokrat dan PKS, Anies Dinilai Masih Belum Cukup Amankan Tiket Capres

Kantongi Dukungan Demokrat dan PKS, Anies Dinilai Masih Belum Cukup Amankan Tiket Capres

Nasional
Survei Algoritma: 3 dari 4 Orang Belum Tahu Hari Pemungutan Suara Pemilu 2024

Survei Algoritma: 3 dari 4 Orang Belum Tahu Hari Pemungutan Suara Pemilu 2024

Nasional
Dalam Tuntutan, Jaksa Sebut Irfan Kurnia Terbukti Korupsi Bersama-sama Anggota dan Purnawirawan TNI AU

Dalam Tuntutan, Jaksa Sebut Irfan Kurnia Terbukti Korupsi Bersama-sama Anggota dan Purnawirawan TNI AU

Nasional
[POPULER NASIONAL] Puan dan Mandat Trah Soekarnoisme | KPK soal Wacana Biaya Haji Naik

[POPULER NASIONAL] Puan dan Mandat Trah Soekarnoisme | KPK soal Wacana Biaya Haji Naik

Nasional
Hak-hak Pemilik Rahasia Dagang

Hak-hak Pemilik Rahasia Dagang

Nasional
Pelanggaran Hukum Terhadap Rahasia Dagang

Pelanggaran Hukum Terhadap Rahasia Dagang

Nasional
Tanggal 5 Februari Hari Memperingati Apa?

Tanggal 5 Februari Hari Memperingati Apa?

Nasional
Cerita Sandiaga soal Perjanjian Politik Prabowo, Anies, dan Dirinya: Ada Meterainya...

Cerita Sandiaga soal Perjanjian Politik Prabowo, Anies, dan Dirinya: Ada Meterainya...

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.