Kompas.com - 24/05/2021, 06:00 WIB
Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais mendeklarasikan berdirinya Partai Ummat, Kamis (29/4/2021). YouTube.com/Amien Rais OfficialKetua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais mendeklarasikan berdirinya Partai Ummat, Kamis (29/4/2021).

Dalam tuntutannya, MAR meminta Soeharto segera mengundurkan diri di tengah kekacauan politik dan keamanan yang telah terjadi.

Sepekan berselang setelah MAR dibentuk, Soeharto pada 21 Mei 1998 akhirnya resmi mengundurkan diri.

Baca juga: Kisah-kisah Pilu dalam Kerusuhan Mei 1998

Usai Soeharto lengser, Amien lalu mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN) yang dideklarasikan pada 23 Agustus 1998. Amien langsung didapuk sebagai ketua umum ketika PAN dideklarasikan.

Di Pemilu 1999, PAN meraih 7,1 persen suara dengan jumlah kursi sebanya 34. Amien pun menduduki jabatan Ketua MPR. Adapun Gus Dur menjabat sebagai Presiden dan Megawati Soekarnoputri sebagai Wakil Presiden.

Namun Amien yang waktu itu memberikan dukungan kepada Gus Dur sebagai Presiden RI yang dipilih MPR justru ikut melengserkan cucu pendiri NU itu.

Gus Dur pun lengser atas desakan seluruh elite politik termasuk Amien. Gus Dur lengser pada 2001 dan Megawati yang menggantikannya sebagai presiden.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada 2004, Amien mencalonkan diri sebagai presiden namun kalah pada putaran pertama. Pemilu Presiden saat itu dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla.

Baca juga: Kerusuhan Mei 1998 di Jakarta: Warga Beringas Jarah Toko, Aparat Turun dari Helikopter Tembaki Penjarah

Dukung pencapresan Prabowo

Nama Amien sempat meredup dari panggung politik usai kalah dalam pencapresan di Pemilu 2004. Namun Amien kembali mendapat panggung pada Pemilu 2014.

Mantan Ketua MPR itu bergabung ke dalam gerbong Koalisi Merah Putih yang mendukung pencalonan Prabowo Subianto sebagai presiden.

Dukungan yang diberikan Amien kepada Prabowo dipertanyakan publik lantaran Amien merupakan tokoh reformasi yang saat itu bersebrangan dengan rezim Orde Baru.

Adapun saat itu Prabowo yang masih menjabat Panglima Kostrad yang merupakan bagian dari rezim Orde Baru.

Meskipun Prabowo kalah dari Joko Widodo dalam Pilpres 2014, kedekatan Amien dan mantan Danjen Kopassus itu tak renggang.

Baca juga: 5 Fakta Partai Ummat yang Didirikan Amien Rais, dari Logo hingga Susunan Pengurus

Di Pemilu 2019, Amien kembali mendukung Prabowo sebagai capres yang bekontestasi kembali dengan Jokowi.

Prabowo pun harus menelan kekalahan kedua kalinya. Kendati demikian Prabowo dan Gerindra memutuskan untuk masuk ke dalam kabinet Jokowi sehingga menjadikannya sebagai Menteri Pertahanan.

Prabowo dan Gerindra pun tak lagi bersama PAN dan Amien yang dulu merupakan sekutunya di luar pemerintahan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPATK Sebut Pengungkapan Kasus Narkoba Tanpa Menelusuri Aliran Uang Biasanya Gagal

PPATK Sebut Pengungkapan Kasus Narkoba Tanpa Menelusuri Aliran Uang Biasanya Gagal

Nasional
Kemenkes Minta Sejumlah Nakes Kembalikan Kelebihan Bayar Insentif

Kemenkes Minta Sejumlah Nakes Kembalikan Kelebihan Bayar Insentif

Nasional
Epidemiolog Nilai Tes PCR Tak Urgen Disyaratkan untuk Naik Pesawat

Epidemiolog Nilai Tes PCR Tak Urgen Disyaratkan untuk Naik Pesawat

Nasional
Wapres Ingatkan Ancaman Osteoporosis Saat Pandemi Covid-19

Wapres Ingatkan Ancaman Osteoporosis Saat Pandemi Covid-19

Nasional
Hasto Sebut Megawati Lakukan Kontemplasi Tentukan Capres dari PDI-P

Hasto Sebut Megawati Lakukan Kontemplasi Tentukan Capres dari PDI-P

Nasional
Khawatir Pemalsuan, Epidemiolog Minta Tes PCR Penumpang Pesawat Diawasi Ketat

Khawatir Pemalsuan, Epidemiolog Minta Tes PCR Penumpang Pesawat Diawasi Ketat

Nasional
Mengapa Hanya Penumpang Pesawat yang Wajib PCR? Ini Penjelasan Satgas

Mengapa Hanya Penumpang Pesawat yang Wajib PCR? Ini Penjelasan Satgas

Nasional
Jalankan Arahan Megawati, PDI-P Gelar Sunatan Massal

Jalankan Arahan Megawati, PDI-P Gelar Sunatan Massal

Nasional
Disindir Demokrat, Sekjen PDI-P Tawarkan Beasiswa untuk Bandingkan Kinerja Jokowi dan SBY

Disindir Demokrat, Sekjen PDI-P Tawarkan Beasiswa untuk Bandingkan Kinerja Jokowi dan SBY

Nasional
Polemik Tes PCR untuk Naik Pesawat, Satgas Covid-19: Supaya Aman

Polemik Tes PCR untuk Naik Pesawat, Satgas Covid-19: Supaya Aman

Nasional
PCR Syarat Penerbangan Jadi Polemik, Kemenkes Singgung Sirkulasi Udara di Pesawat

PCR Syarat Penerbangan Jadi Polemik, Kemenkes Singgung Sirkulasi Udara di Pesawat

Nasional
Wakil Ketua Komisi IV DPR: BUMN Holding Pariwisata Diharapkan Pulihkan Pariwisata

Wakil Ketua Komisi IV DPR: BUMN Holding Pariwisata Diharapkan Pulihkan Pariwisata

Nasional
Elektabilitas Ganjar Imbangi Prabowo, PDI-P: Tolok Ukur Pemimpin Tak Cuma Ditentukan Survei

Elektabilitas Ganjar Imbangi Prabowo, PDI-P: Tolok Ukur Pemimpin Tak Cuma Ditentukan Survei

Nasional
Kontroversi PCR Syarat Naik Pesawat, IDI Ingatkan Kengerian Juli-Agustus 2021: Kematian 2.000 Sehari

Kontroversi PCR Syarat Naik Pesawat, IDI Ingatkan Kengerian Juli-Agustus 2021: Kematian 2.000 Sehari

Nasional
PCR Syarat Naik Pesawat Tuai Kontroversi, IDI: Pelonggaran Mengkhawatirkan, Skrining Harus Diperketat

PCR Syarat Naik Pesawat Tuai Kontroversi, IDI: Pelonggaran Mengkhawatirkan, Skrining Harus Diperketat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.