Kompas.com - 21/05/2021, 08:15 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan pers, Kamis (15/4/2021). Dok. BNPBJuru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan pers, Kamis (15/4/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat melapor ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami keluhan pasca-vaksinasi Covid-19.

Hal ini ia sampaikan menyusul adanya dugaan efek samping fatal dari vaksin AstraZeneca batch (kumpulan produksi) CTMAV547.

"Mohon kepada masyarakat agar tidak ragu untuk melaporkan keluhan serta vaksinasi karena setiap laporan yang masuk dari daerah akan sangat bermanfaat bagi pelaksanaan vaksinasi ke depannya, bagi Indonesia dan secara global," kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (20/5/2021).

Baca juga: Dugaan Efek Samping Fatal dari Vaksin AstraZeneca Masih Diinvestigasi

Terkait adanya dugaan efek samping fatal dari penggunaan vaksin AstraZeneca batch CTMAV547, kata Wiku, saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih melakukan investigasi berupa pengujian toksisitas dan abnormal serta sterilisasi dari vaksin tersebut.

Sementara itu, laporan efek samping vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 yang sifatnya lebih ringan hingga sedang saat ini sudah ditangani oleh fasilitas kesehatan terdekat.

Menurut Wiku, jika ada laporan mengenai efek samping vaksin, penanganan akan dilakukan secara berjenjang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Temuan di lapangan ini akan terus ditindaklanjuti secara berjenjang di fasilitas kesehatan terdekat maupun Pokja KIPI (kelompok kerja kejadian ikutan pasca-imunisasi) kabupaten/kota, kemudian Komisi Daerah Pengkajian dan Penanggulangan KIPI (Komda PP-KIPI), Komnas PP-KIPI, sampai ke subdit imunisasi Badan POM," tutur dia.

Baca juga: 3 Orang Meninggal Usai Divaksin AstraZeneca, Ini Penjelasan Komnas KIPI

Wiku kembali menegaskan, vaksin AstraZeneca yang penggunaannya dihentikan sementara hanya yang bernomor batch CTMAV547. Selain batch tersebut, penggunaan vaksin tetap berjalan.

"Bahwa pemberian vaksin AstraZeneca non-batch CTMAV457 akan tetap dilakukan khususnya bagi masyarakat yang hanya baru menerima dosis pertama, demi mencapai kekebalan individu sempurna dengan dosis kedua," kata Wiku.

Sebelumnya, pemerintah resmi menghentikan sementara distribusi dan penggunaan vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 pada Minggu (16/5/2021).

Vaksin batch tersebut berjumlah 448,480 dosis dan merupakan bagian dari 3,852 juta dosis AstraZeneca yang diterima Indonesia pada 26 April 2021 melalui skema Covax Facility/World Health Organization (WHO).

Vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 sudah didistribusikan untuk TNI dan sebagian ke wilayah DKI Jakarta dan Sulawesi Utara.

Menurut Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, pengujian toksisitas dan sterilitas vaksin oleh BPOM memerlukan waktu satu hingga dua pekan.

"Batch AstraZeneca selain CTMAV547 aman digunakan sehingga masyarakat tidak perlu ragu," katanya melalui keterangan tertulis, Minggu.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.