Sebut Jaksa Buat Fakta Bohong, Rizieq Shihab Bantah Pernah Lakukan Tindak Pidana

Kompas.com - 20/05/2021, 16:12 WIB
Rizieq Shihab menilai pemidanaan kasus kerumunan di Megamendung, Kabupaten Bogor, merupakan bentuk kriminalisasi cinta dan rindu kepada guru. Hal itu disampaikan Rizieq saat membacakan pledoi atas tuntutan jaksa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (20/5/2021). DOKUMENTASI TIM KUASA HUKUM RIZIEQ SHIHABRizieq Shihab menilai pemidanaan kasus kerumunan di Megamendung, Kabupaten Bogor, merupakan bentuk kriminalisasi cinta dan rindu kepada guru. Hal itu disampaikan Rizieq saat membacakan pledoi atas tuntutan jaksa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (20/5/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Rizieq Shihab mengatakan, jaksa penuntut umum (JPU) telah mengarang cerita dengan membuat fakta bohong persidangan.

Sebab, dalam tuntutan yang dibacakan pada Senin (17/5/2021), jaksa mengatakan bahwa dirinya pernah dinyatakan melanggar Pasal 160 KUHP berdasarkan dua putusan Mahkamah Agung (MA).

"Cerita itu tidak benar dan pencantuman nama Moh Rizieq bin Sayyid Husein Shihab alias Habib Muhammad Rizieq Shihab dalam isi putusan Mahkamah Agung tersebut adalah suatu kebohongan besar, bahkan fitnah keji. Karena saya adalah Moh Rizieq bin Sayyid Husein Shihab alias Habib Muhammad Rizieq Shihab tidak pernah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dua putusan MA tersebut," kata Rizieq dalam sidang pembacaan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang disiarkan secara daring, Kamis (20/5/2021).

Baca juga: Rizieq Shihab: Jika Saya Lakukan Kejahatan Prokes, maka Presiden Jokowi Juga

Putusan MA yang disebutkan Rizieq adalah putusan nomor 1120 k/pid/2010 dan nomor 426 K/Pid/2011.

Ia pun meminta jaksa meminta maaf dan memperbaiki kesalahan tersebut. Selain secara tertulis, Rizieq meminta jaksa meminta maaf secara lisan di dalam ruang sidang agar publik dapat mengetahui kebenaran yang sebenarnya.

Jika tidak ada permintaan maaf secara langsung dan terbuka, Rizieq menganggap jaksa telah menyebarkan berita bohong yang dapat menimbulkan keonaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena terdakwa maupun pengikut terdakwa tidak akan terima dan berpotensi marah besar. Sekaligus ini merupakan penyebaran hoaks lewat UU ITE dan juga fitnah yang mencemarkan nama baik terdakwa. Parahnya itu dilakukan dalam forum sidang terhormat di depan majelis hakim yang mulia," ujarnya.

Baca juga: Rizieq Minta Maaf ke Hakim dalam Sidang Pembacaan Pleidoi

Saat membacakan tuntutan untuk kasus dugaan pelanggaran kekarantinaan kesehatan di Megamendung, Bogor dan Petamburan, Jakarta, jaksa menyatakan ada empat hal yang memperberat tuntutan pidana terhadap Rizieq.

Salah satunya, Rizieq pernah dihukum sebanyak dua kali dalam perkara Pasal 160 KUHP pada tahun 2003 dan perkara Pasal 170 KUHP pada tahun 2008.

Selain itu, mantan tokoh Front Pembela Islam (FPI) itu dianggap tidak menjaga sopan santun dan berbelit-belit dalam memberikan keterangan di persidangan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.