Kompas.com - 20/05/2021, 13:32 WIB
Rizieq Shihab menilai pemidanaan kasus kerumunan di Megamendung, Kabupaten Bogor, merupakan bentuk kriminalisasi cinta dan rindu kepada guru. Hal itu disampaikan Rizieq saat membacakan pledoi atas tuntutan jaksa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (20/5/2021). DOKUMENTASI TIM KUASA HUKUM RIZIEQ SHIHABRizieq Shihab menilai pemidanaan kasus kerumunan di Megamendung, Kabupaten Bogor, merupakan bentuk kriminalisasi cinta dan rindu kepada guru. Hal itu disampaikan Rizieq saat membacakan pledoi atas tuntutan jaksa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (20/5/2021).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa kasus kerumunan Megamendung, Rizieq Shihab menyampaikan permohonan maaf kepada majelis hakim saat membacakan pleidoi atau nota pembelaan di PN Jakarta Timur, Kamis (20/5/2021).

Rizieq meminta maaf apabila selama jalannya persidangan terdapat perbedaan pendapat antara pihak terdakwa dan jaksa penuntut umum yang membuat resah.

"Kami mohon maaf kalau dalam pelaksanaan sidang ada sedikit terjadi perbedaan antara kami dengan jaksa penuntut umum, ada sedikit yaitu mungkin hal yang meresahkan," kata Rizieq, Kamis.

Baca juga: Drama Sidang Rizieq Shihab, dari Walk-Out hingga Menangis Saat Membaca Pleidoi

Sidang yang dijalani oleh Rizieq tidak jarang diwarnai oleh adu mulut antara pihak Rizieq dan jaksa penuntut umum.

Rizieq pun sempat menolak mengikuti sidang ketika sidang masih diselenggarakan secara online.

Rizieq mengatakan, hal itu ia lakukan semata-mata untuk mencari kebenaran di dalam sidang, bukan untuk mencari pembenaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di samping itu, Rizieq menyampaikan terima kasih kepada majelis hakim yang telah memimpin jalannya sidang hingga sidang pembacaan pleidoi pada siang hari ini.

"Kami sangat merasakan bagaimana kearifan kebijakan majelis hakim yaitu di dalam mengantar sidang sampai akhirnya kami bisa membacakan pleidoi, sekali lagi kami menyampaikan terima kasih banyak," kata dia.

Rizieq juga menyampaikan terima kasih kepada jaksa penuntut umum yang ia sebut sebagai mitra selama jalannya persidangan.

Baca juga: Rizieq Shihab: Jika Saya Lakukan Kejahatan Prokes, Maka Presiden Jokowi Juga

Dalam kasus kerumunan Megamendung, Rizieq dituntut hukuman 10 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan penjara.

Selain itu, Rizieq dituntut hukuman 2 tahun penjara serta pidana tambahan berupa pencabutan hak menjadi anggota dan/atau pengurus organisasi masyarakat selama 3 tahun dalam kasus kerumunan di Petamburan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.