Okupansi Hotel di 4 Provinsi Naik 43 hingga 80 Persen, Jokowi Singgung "Gas dan Rem"

Kompas.com - 18/05/2021, 21:37 WIB
Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam kegiatan pemberian santunan dan silaturahmi kepada para keluarga prajurit KRI Nanggala-402 yang gugur saat menjalankan tugas, bertempat di Lanudal Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (29/4/2021). TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE SEKRETARIAT PRESIDENPresiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam kegiatan pemberian santunan dan silaturahmi kepada para keluarga prajurit KRI Nanggala-402 yang gugur saat menjalankan tugas, bertempat di Lanudal Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (29/4/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengatakan, setidaknya ada empat provinsi yang mengalami peningkatan keterisian (okupansi) hotel.

Meski secara ekonomi baik, Presiden mengingatkan keempat daerah agar berhati-hati terhadap potensi lonjakan kasus Covid-19.

"Kepulauan Riau ada kenaikan keterisian hotel dari 10 persen menjadi 80 persen. Itu baik untuk ekonomi tapi untuk Covid-nya hati-hati. DKI Jakarta juga naik dari 36 persen melompat ke 53 persen juga hati-hati, " ujar Jokowi saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Indonesia sebagaimana dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (18/5/2021).

Selain itu, kenaikan okupansi hotel juga terjadi di Banten, yakni dari 26 persen ke 43 persen.

Baca juga: Modus Warga agar Lolos Penyekatan di Puncak, Pura-Pura Pingsan hingga Ketinggalan Barang di Hotel

Selanjutnya, di Lampung juga terjadi kenaikan keterisian hotel dari 30 persen ke 45 persen.

Jokowi kembali menekankan bahwa kenaikan okupansi di empat provinsi ini menguntungkan dari sisi ekonomi. Artinya, ada peningkatan mobilitas, permintaan dan konsumsi yang dilakukan masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, dia menekankan agar protokol kesehatan wajib dipatuhi supaya peningkatan aktivitas masyarakat dan aktivitas ekonomi ini tidak menyebabkan terjadinya penularan Covid-19 yang masif.

"Kalau dua-duanya bisa dikelola dengan baik, dikendalikan dengan manajemen yang ketat, ya ini baik-baik saja mengenai keterisian kamar-kamar hotel. Tetapi kalau tidak bisa mengendalikan maka hati-hati," tutur Jokowi.

"Sekali lagi menginjak gas dan remnya harus pas," tegasnya.

Baca juga: Pemprov Siapkan Hotel untuk Karantina WNA dan Pekerja Migran yang Tiba di Yogyakarta

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga mengingatkan tentang naiknya mobilitas masyarakat di tempat wisata selama libur Lebaran 2021.

Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah, ada kenaikan mobilitas sebesar 38 persen-100,8 persen di tempat wisata.

Sehingga, Jokowi mengingatkan adanya potensi dampak dari kenaikan ini pada dua pekan ke depan.

"Hati-hati dua minggu kedepan ini semuanya harus hati-hati, karena ada kenaikan ini. Artinya mobilitas indeksnya naik 38 sampai 100, 8 persen," tambahnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.