Busyro Muqoddas: Tak Pernah Ada Fanatisme Kelompok Agama Apa Pun di KPK

Kompas.com - 07/05/2021, 17:21 WIB
Mantan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas KOMPAS.com/Fitria Chusna FarisaMantan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menyatakan tidak ada pegawai KPK yang memiliki fanatisme agama tertentu.

Hal itu disampaikan Busyro menanggapi tudingan sejumlah pihak yang menyebut ada kelompok "taliban" di tubuh KPK.

"Saya persaksikan bahwa di KPK selama ini tidak pernah ada yang namanya fanatisme kelompok agama apa pun juga," kata Busyro dalam konferensi pers, Juamt (7/5/2021).

Baca juga: Saat Menpan RB Tjahjo Kumolo Berubah Sikap soal TWK dan Nasib 75 Pegawai KPK...

Busyro mengatakan, isu taliban di KPK itu merupakan sebuah hoaks politik yang dihembuskan buzzer-buzzer politik.

Busyro menyebut, isu taliban itu mulai bergulir ketika ada bagan yang menyebut KPK sebagai sarang taliban.

"Kalau tadi saya katakan ada bagan tentang militan taliban itu, kuat dugaan itu adalah produk dari imperium buzzer-buzzer politik itu," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menambahkan, isu taliban tersebut semakin terbantahkan ketika ada pegawai yang beragama Nasrani dan Buddha yang masuk dalam daftar 75 orang pegawai yang dinyatakan tidak memenuhi syarat berdasarkan tes wawasan kebangsaan.

"Fakta ini menunjukkan bahwa isu taliban sama sekali memang tidak pernah ada. Justru isu itu membuktikan adanya radikalisme politik, radikalisme yg dilakukan oleh imperium-imperiun buzzer yang selaluu mengotori perjalanan nilai-nilai keutamaan bangsa," ujar Busyro.

Baca juga: PSHK Kritik Pertimbangan MK Saat Putus Uji Formil UU KPK, Ini Catatannya

Sebelumnya, Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap juga menyatakan, isu radikal di dalam tubuh KPK hanya sebuah kabar bohong atau isapan jempol.

Ia mengatakan, meskipun berbeda agama, pegawai KPK tetap bekerja sama dalam memberantas korupsi.

"Di KPK, kami walau beda agama tetap bisa kerja sama dalam memberantas korupsi. Jadi isu-isu radikal dan Taliban di luaran hanya isapan jempol," kata Yudi dalam keterangan tertulis.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X