MKD Gelar Rapat Pleno 18 Mei, Bahas Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Azis Syamsuddin

Kompas.com - 06/05/2021, 20:18 WIB
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) M Azis Syamsuddin mengapresiasi adanya SKB Tiga Menteri yang diteken pada Rabu (3/2/2021). DOK. Oji/nvl (dpr.go.id)Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) M Azis Syamsuddin mengapresiasi adanya SKB Tiga Menteri yang diteken pada Rabu (3/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR akan menggelar rapat pleno untuk membahas dugaan pelanggaran etik Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Selasa (18/5/2021).

"Rapim menyetujui membawa masalah aduan terhadap Pak Azis Syamsudin ke forum Rapat Pleno yang akan dilaksanakan pada tanggal 18 Mei mendatang," kata Wakil Ketua MKD Habiburokhman, Kamis (6/5/2021), dikutip dari Tribunnews.com.

Baca juga: KPK Geledah Rumah Pribadi Azis Syamsuddin di 3 Lokasi, Sita Sejumlah Barang

Menurut Politisi Partai Gerindra itu, dalam rapat pleno 17 anggota MKD akan menyepakati tindak lanjut atas laporan yang diterima.

"Akan ditindaklanjuti seperti apa," kata Habiburokhman.

Sementara itu, Wakil Ketua MKD Trimedya Panjaitan menyebut, pimpinan MKD sepakat untuk mengusulkan pemanggilan Azis.

Trimedya mengatakan, usulan itu akan dibahas dalam rapat pleno untuk memperoleh persetujuan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Keputusan harus diambil dalam rapat pleno. Begitu pula kalau usulan diterima, pemanggilan harus berdasarkan keputusan dari rapat pleno MKD," kata Trimedya, dikutip dari Kompas.id.

Baca juga: Azis Syamsuddin Dicegah ke Luar Negeri Selama 6 Bulan sejak 27 April

Trimedya menambahkan, MKD memutuskan rapat pleno akan digelar setelah Lebaran karena sebagian anggota masih berada di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

"Jadi, ini bukan karena MKD mengulur-ulur. Tanggal 18 Mei itu sudah paling cepat. Rata-rata anggota DPR, kan, masuknya tanggal 17 Mei," kata dia.

Sebelumnya, MKD menerima aduan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh Azis.

Azis diduga terlibat dalam kasus suap penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju terkait penanganan perkara yang menjerat Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

KPK menyebut Azis berperan mempertemukan Robin dan Syahrial yang menjadi awal mula praktik jual-beli perkara tersebut.

Baca juga: KPK Cegah Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin ke Luar Negeri



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.