Survei Kemenag: 88,6 Persen Responden Taat Protokol Kesehatan di Masjid

Kompas.com - 06/05/2021, 16:19 WIB
Anggota kepolisian menggelar Shalat Ghaib dan doa bersama, ditujukan kepada para kru KRI Nanggala 402, di Mapolres Jombang, Jawa Timur, Senin (26/4/2021) malam. KOMPAS.COM/POLRES JOMBANGAnggota kepolisian menggelar Shalat Ghaib dan doa bersama, ditujukan kepada para kru KRI Nanggala 402, di Mapolres Jombang, Jawa Timur, Senin (26/4/2021) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com -Kementerian Agama (Kemenag) menyebutkan 88,6 persen responden beribadah di masjid dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Hal itu tercantum dalam survei dengan tajuk "Dinamika Umat Islam Menjalani Ramadhan 1442 Hijriah/2021 Masehi".

"Saat ke masjid, umumnya 88,6 persen mengaku taati prokes. Khusus responden laki-laki, 93,93 persennya melaksanakan Jumatan di masjid dengan prokes," kata Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Akmal Salim dilansir dari laman resmi Kemenag, Kamis (6/5/2021).

Ia melanjutkan, hasil survei juga menunjukkan sebanyak 4,02 persen responden mengganti Shalat Jumat-nya dengan Shalat Dzuhur,

Baca juga: Warga Banten Boleh Shalat Id di Masjid asal Patuh Protokol Kesehatan

Sementara sebesar 0,08 persen mengaku ikut Shalat Jumat secara daring dan 62,59 persen responden memilih Shalat Tarawih di rumah.

Kemudian, sebanyak 97,09 persen responden juga mengaku pandemi tidak menghalangi kegiatan puasa.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu hasil survei juga menggambarkan bahwa mayoritas responden yakni sebesar 92,64 persen berzakat dengan menitipkan pada BAZNAS/LAZ.

Lalu sebanyak 91,28 persen responden juga setuju jika zakat, infak, sedekah (ZIS) didayagunakan untuk masyarakat terdampak pandemi.

Baca juga: Konflik Jemaah Dilarang Bermasker di Masjid Bekasi, Pemuda Arogan Jadi Duta Masker

"94,18 persen responden mengaku akan ikut Shalat Ied di masjid atau lapangan, dan hanya 18,63 persen yang berencana akan mudik," ujarnya.

"Sementara itu, silaturahmi via video call jadi pilihan 85,54 persen responden,” ujar Akmal.

Adapun survei ini dilakukan secara daring dengan metode penyebaran angket pada periode 26-30 April 2021.

Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling (non-inferensial) dengan jumlah responden 2.012 yang tersebar di 34 provinsi.

Sebanyak 48 persen responden berusia 26-55 tahun dan 34 persen usia 40-55 tahun dan umumnya pengguna media sosial.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Lebaran, Lonjakan Kasus Covid-19, dan Kekhawatiran Fasilitas Kesehatan Kolaps

Libur Lebaran, Lonjakan Kasus Covid-19, dan Kekhawatiran Fasilitas Kesehatan Kolaps

Nasional
KPK Eksekusi Wahyu Setiawan ke Lapas Kedungpane Semarang

KPK Eksekusi Wahyu Setiawan ke Lapas Kedungpane Semarang

Nasional
Bertemu Gus Ami, YouTuber Alman Mulyana Ceritakan Suka Duka Jadi TKI di Arab Saudi

Bertemu Gus Ami, YouTuber Alman Mulyana Ceritakan Suka Duka Jadi TKI di Arab Saudi

Nasional
Pemerintah Diminta Hentikan Kerja Sama dengan Perusahaan Afiliasi Junta Militer Myanmar

Pemerintah Diminta Hentikan Kerja Sama dengan Perusahaan Afiliasi Junta Militer Myanmar

Nasional
Prabowo, Anies, dan Ganjar Kokoh 3 Besar Hasil Survei, Demokrat: Saat Ini Kader Tetap Harap AHY untuk 2024

Prabowo, Anies, dan Ganjar Kokoh 3 Besar Hasil Survei, Demokrat: Saat Ini Kader Tetap Harap AHY untuk 2024

Nasional
Satgas: Tidak Semua Kasus Positif Covid-19 Layak Jadi Objek Penelusuran Genomik

Satgas: Tidak Semua Kasus Positif Covid-19 Layak Jadi Objek Penelusuran Genomik

Nasional
Pengusul Presiden Tiga Periode Disebut Ingin Tampar Muka Jokowi, Ini Respons Komunitas Jokpro 2024

Pengusul Presiden Tiga Periode Disebut Ingin Tampar Muka Jokowi, Ini Respons Komunitas Jokpro 2024

Nasional
Kasus Covid-19 di Bangkalan Melonjak, Anggota Komisi IV DPR Ini Sampaikan Beberapa Hal

Kasus Covid-19 di Bangkalan Melonjak, Anggota Komisi IV DPR Ini Sampaikan Beberapa Hal

Nasional
Kasus Covid-19 Meningkat, Rutan KPK Kembali Berlakukan Kunjungan Daring

Kasus Covid-19 Meningkat, Rutan KPK Kembali Berlakukan Kunjungan Daring

Nasional
KPK Eksekusi Mantan Pejabat Pemkab Subang ke Lapas Sukamiskin

KPK Eksekusi Mantan Pejabat Pemkab Subang ke Lapas Sukamiskin

Nasional
Serba-serbi Work From Bali ala Pemerintah yang Menuai Kontroversi...

Serba-serbi Work From Bali ala Pemerintah yang Menuai Kontroversi...

Nasional
Tolak Usul Pemprov Sulbar, Mensos Risma Ingin 11.000 PMI dari Malaysia Dipulangkan

Tolak Usul Pemprov Sulbar, Mensos Risma Ingin 11.000 PMI dari Malaysia Dipulangkan

Nasional
Soal Siapa Penggagas Ide TWK, Ini Penjelasan Nurul Ghufron

Soal Siapa Penggagas Ide TWK, Ini Penjelasan Nurul Ghufron

Nasional
Perhimpunan Dokter Paru: Jika PPKM Skala Besar Tak Dilakukan, Fasilitas Kesehatan Bisa Kolaps

Perhimpunan Dokter Paru: Jika PPKM Skala Besar Tak Dilakukan, Fasilitas Kesehatan Bisa Kolaps

Nasional
Pukat UGM: Sudah Teprediksi BKN dan KPK akan Menghindar jika Diminta Akuntabilitasnya soal TWK

Pukat UGM: Sudah Teprediksi BKN dan KPK akan Menghindar jika Diminta Akuntabilitasnya soal TWK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X