Wapres Ma'ruf Dorong Gaya Hidup Halal di Indonesia Diperluas

Kompas.com - 06/05/2021, 13:51 WIB
Wapres Ma'ruf Amin resmikan Pasar Pariaman, di Kota Pariaman, Sumatera Barat, Selasa (6/4/2021) Foto: SerwapresWapres Ma'ruf Amin resmikan Pasar Pariaman, di Kota Pariaman, Sumatera Barat, Selasa (6/4/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong gaya hidup halal di Indonesia lebih diperluas lagi.

Hal tersebut bisa dimulai dengan kesadaran pentingnya produk halal atau halal awareness di antara masyarakat.

Tingginya halal awareness di Tanah Air terlihat dari sektor syariah yang masih dapat bertahan, utamanya bidang industri di tengah pandemi Covid-19 yang mengakibatkan perlambatan di berbagai sektor.

"Halal lifestyle (gaya hidup), kita ingin dorong supaya bisa berkembang lebih besar lagi, lebih pesat lagi, tidak pada fokus-fokus tertentu, tetapi semua yang memungkinkan," kata Ma'ruf dikutip dari siaran pers, Kamis (6/5/2021).

Baca juga: Wapres: Pengembangan Wisata Halal Terhambat Rendahnya Literasi Masyarakat

Oleh karena itu, pihaknya juga ingin mendorong gaya hidup tersebut dari Kawasan Industri Halal (KIH) yang telah ditetapkan pemerintah.

KIH dibangun sebagai upaya menjadikan Indonesia pusat halal dunia sehingga perlu lebih dikembangkan lagi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Ma'ruf, melalui KIH, industri halal Indonesia dapat dikembangkan tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri.

"Industri halal ini kita ingin menjadi Indonesia bukan saja memenuhi kebutuhan dalam negeri tapi juga menjadi produsen halal dunia yang bisa menjadi eksportir halal terbesar," kata dia.

Baca juga: Wapres: 3 Lokasi Sudah Ditetapkan sebagai Kawasan Industri Halal di RI

Ma'ruf mengatakan, untuk mewujudkan cita-cita tersebut, perlu literasi tentang pentingnya ekonomi syariah yang baik kepada masyarakat.

Utamanya menekankan bahwa pengembangan produk halal bukan saja merupakan perintah agama, namun juga sebagai upaya yang membawa kebaikan di berbagai sektor.

"Makanan halal itu good food (makanan baik), dan ternyata nonmuslim saja lebih suka makanan halal. Seperti di Australia, mereka lebih (suka mengonsumsi) daging (halal) karena lebih bersih," kata dia.

Baca juga: Wapres Harap Kawasan Industri Halal Diperbanyak dan Segera Beroperasi

Dari sektor industri, M'aruf memastikan bahwa pemerintah akan mendorong seluruh subsektor produk halal, baik dari makanan, minuman, farmasi, maupun fashion.

Sebab, seluruh subsektor industri tersebut memiliki keunggulan dan peluangnya masing-masing sehingga harus di dorong bersamaan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Eksekusi Wahyu Setiawan ke Lapas Kedungpane Semarang

KPK Eksekusi Wahyu Setiawan ke Lapas Kedungpane Semarang

Nasional
Bertemu Gus Ami, YouTuber Alman Mulyana Ceritakan Suka Duka Jadi TKI di Arab Saudi

Bertemu Gus Ami, YouTuber Alman Mulyana Ceritakan Suka Duka Jadi TKI di Arab Saudi

Nasional
Pemerintah Diminta Hentikan Kerja Sama dengan Perusahaan Afiliasi Junta Militer Myanmar

Pemerintah Diminta Hentikan Kerja Sama dengan Perusahaan Afiliasi Junta Militer Myanmar

Nasional
Prabowo, Anies, dan Ganjar Kokoh 3 Besar Hasil Survei, Demokrat: Saat Ini Kader Tetap Harap AHY untuk 2024

Prabowo, Anies, dan Ganjar Kokoh 3 Besar Hasil Survei, Demokrat: Saat Ini Kader Tetap Harap AHY untuk 2024

Nasional
Satgas: Tidak Semua Kasus Positif Covid-19 Layak Jadi Objek Penelusuran Genomik

Satgas: Tidak Semua Kasus Positif Covid-19 Layak Jadi Objek Penelusuran Genomik

Nasional
Pengusul Presiden Tiga Periode Disebut Ingin Tampar Muka Jokowi, Ini Respons Komunitas Jokpro 2024

Pengusul Presiden Tiga Periode Disebut Ingin Tampar Muka Jokowi, Ini Respons Komunitas Jokpro 2024

Nasional
Kasus Covid-19 di Bangkalan Melonjak, Anggota Komisi IV DPR Ini Sampaikan Beberapa Hal

Kasus Covid-19 di Bangkalan Melonjak, Anggota Komisi IV DPR Ini Sampaikan Beberapa Hal

Nasional
Kasus Covid-19 Meningkat, Rutan KPK Kembali Berlakukan Kunjungan Daring

Kasus Covid-19 Meningkat, Rutan KPK Kembali Berlakukan Kunjungan Daring

Nasional
KPK Eksekusi Mantan Pejabat Pemkab Subang ke Lapas Sukamiskin

KPK Eksekusi Mantan Pejabat Pemkab Subang ke Lapas Sukamiskin

Nasional
Serba-serbi Work From Bali ala Pemerintah yang Menuai Kontroversi...

Serba-serbi Work From Bali ala Pemerintah yang Menuai Kontroversi...

Nasional
Tolak Usul Pemprov Sulbar, Mensos Risma Ingin 11.000 PMI dari Malaysia Dipulangkan

Tolak Usul Pemprov Sulbar, Mensos Risma Ingin 11.000 PMI dari Malaysia Dipulangkan

Nasional
Soal Siapa Penggagas Ide TWK, Ini Penjelasan Nurul Ghufron

Soal Siapa Penggagas Ide TWK, Ini Penjelasan Nurul Ghufron

Nasional
Perhimpunan Dokter Paru: Jika PPKM Skala Besar Tak Dilakukan, Fasilitas Kesehatan Bisa Kolaps

Perhimpunan Dokter Paru: Jika PPKM Skala Besar Tak Dilakukan, Fasilitas Kesehatan Bisa Kolaps

Nasional
Pukat UGM: Sudah Teprediksi BKN dan KPK akan Menghindar jika Diminta Akuntabilitasnya soal TWK

Pukat UGM: Sudah Teprediksi BKN dan KPK akan Menghindar jika Diminta Akuntabilitasnya soal TWK

Nasional
Optimalkan Hasil Panen Udang, KKP akan Buat Standarisasi Pengelolaan Tambak Super-Insentif

Optimalkan Hasil Panen Udang, KKP akan Buat Standarisasi Pengelolaan Tambak Super-Insentif

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X