Survei LP3ES: PDI-P, Demokrat, Gerindra Jadi Partai yang Paling Banyak Dipilih jika Pemilu Saat Ini

Kompas.com - 06/05/2021, 13:42 WIB
Presiden Joko Widodo menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 1 PDI-P di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jumat (10/1/2020). KOMPAS.com/IhsanuddinPresiden Joko Widodo menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 1 PDI-P di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jumat (10/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Penelitian Pendidikan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) membuat survei terhadap preferensi politik menuju Pemilu 2024.

Hasil survei menyebut PDI-Perjuangan menjadi partai yang paling banyak akan dipilih responden apabila pemilu dilaksanakan saat ini.

Dalam survei itu, setiap responden diberikan pertanyaan, "Jika pemilihan umum dilaksanakan pada saat ini, partai politik apa yang Bapak/Ibu pilih?".

"Jika Pemilu dilaksanakan saat ini, partai politik paling banyak dipilih responden adalah PDI-P 24 persen," ujar Peneliti LP3ES Erwan Halil dalam keterangan tertulis, Rabu (5/5/2021).

Baca juga: Survei LP3ES: Prabowo Subianto Ketum Parpol Terpopuler

Di urutan kedua ada Partai Demokrat dengan angka 11,3 persen. Urutan ketiga ada Partai Gerindra dengan 9 persen

Kemudian, disusul Partai Golkar dengan 7,4 persen. Di posisi kelima ada PKS dengan angka 6 persen.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Erwan mengatakan, preferensi responden memilih partai tersebut karena difaktori oleh unsur loyalitas terhadap partai, kemudian visi-misi dan program partai, hingga figure ketua umum partai.

"(Kemudian) pertimbangan partai memihak rakyat kecil, faktor caleg yang diusung, pengaruh tokoh agama, dan faktor figur Ketua umum partai politik," ucapnya.

Baca juga: Survei Indikator: Elektabilitas PDI-P Tertinggi, Disusul Gerindra dan Golkar

Selain itu, mayoritas responden masih memilih Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai pilihan pertama untuk menjadi presiden.

Kemudian, diikuti oleh Sandiaga Salahudin Uno, urutan ketiga ditempati Anies Rasyid Baswedan, kemudian Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Ridwan Kamil (RK).

"Prabowo Subianto masih memuncaki urutan pertama preferensi politik masyarakat sebagai Presiden, disusul Anies Rasyid Baswedan, Ganjar Pranowo, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Ridwan Kamil," ujarnya.

Baca juga: Survei Litbang Kompas: 24 Persen Pilih Jokowi, 16,4 Persen Prabowo

Survei yang dilakukan LP3ES ini diikuti oleh 1.200 responden usia dewasa yang tersebar di 34 kota besar di Indonesia.

Survei dilakukan pada 8 sampai 15 April 2021 dengan metode multistage random sampling. Survei itu memiliki margin of error +/- 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Langkah Pemerintah Cegah Pandemi Memburuk: Hapus Cuti Bersama Natal 2021 hingga Tiadakan Hak Cuti ASN

Langkah Pemerintah Cegah Pandemi Memburuk: Hapus Cuti Bersama Natal 2021 hingga Tiadakan Hak Cuti ASN

Nasional
Libur Lebaran, Lonjakan Kasus Covid-19, dan Kekhawatiran Fasilitas Kesehatan Kolaps

Libur Lebaran, Lonjakan Kasus Covid-19, dan Kekhawatiran Fasilitas Kesehatan Kolaps

Nasional
KPK Eksekusi Wahyu Setiawan ke Lapas Kedungpane Semarang

KPK Eksekusi Wahyu Setiawan ke Lapas Kedungpane Semarang

Nasional
Bertemu Gus Ami, YouTuber Alman Mulyana Ceritakan Suka Duka Jadi TKI di Arab Saudi

Bertemu Gus Ami, YouTuber Alman Mulyana Ceritakan Suka Duka Jadi TKI di Arab Saudi

Nasional
Pemerintah Diminta Hentikan Kerja Sama dengan Perusahaan Afiliasi Junta Militer Myanmar

Pemerintah Diminta Hentikan Kerja Sama dengan Perusahaan Afiliasi Junta Militer Myanmar

Nasional
Prabowo, Anies, dan Ganjar Kokoh 3 Besar Hasil Survei, Demokrat: Saat Ini Kader Tetap Harap AHY untuk 2024

Prabowo, Anies, dan Ganjar Kokoh 3 Besar Hasil Survei, Demokrat: Saat Ini Kader Tetap Harap AHY untuk 2024

Nasional
Satgas: Tidak Semua Kasus Positif Covid-19 Layak Jadi Objek Penelusuran Genomik

Satgas: Tidak Semua Kasus Positif Covid-19 Layak Jadi Objek Penelusuran Genomik

Nasional
Pengusul Presiden Tiga Periode Disebut Ingin Tampar Muka Jokowi, Ini Respons Komunitas Jokpro 2024

Pengusul Presiden Tiga Periode Disebut Ingin Tampar Muka Jokowi, Ini Respons Komunitas Jokpro 2024

Nasional
Kasus Covid-19 di Bangkalan Melonjak, Anggota Komisi IV DPR Ini Sampaikan Beberapa Hal

Kasus Covid-19 di Bangkalan Melonjak, Anggota Komisi IV DPR Ini Sampaikan Beberapa Hal

Nasional
Kasus Covid-19 Meningkat, Rutan KPK Kembali Berlakukan Kunjungan Daring

Kasus Covid-19 Meningkat, Rutan KPK Kembali Berlakukan Kunjungan Daring

Nasional
KPK Eksekusi Mantan Pejabat Pemkab Subang ke Lapas Sukamiskin

KPK Eksekusi Mantan Pejabat Pemkab Subang ke Lapas Sukamiskin

Nasional
Serba-serbi Work From Bali ala Pemerintah yang Menuai Kontroversi...

Serba-serbi Work From Bali ala Pemerintah yang Menuai Kontroversi...

Nasional
Tolak Usul Pemprov Sulbar, Mensos Risma Ingin 11.000 PMI dari Malaysia Dipulangkan

Tolak Usul Pemprov Sulbar, Mensos Risma Ingin 11.000 PMI dari Malaysia Dipulangkan

Nasional
Soal Siapa Penggagas Ide TWK, Ini Penjelasan Nurul Ghufron

Soal Siapa Penggagas Ide TWK, Ini Penjelasan Nurul Ghufron

Nasional
Perhimpunan Dokter Paru: Jika PPKM Skala Besar Tak Dilakukan, Fasilitas Kesehatan Bisa Kolaps

Perhimpunan Dokter Paru: Jika PPKM Skala Besar Tak Dilakukan, Fasilitas Kesehatan Bisa Kolaps

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X