Kompas.com - 05/05/2021, 12:39 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Dokumentasi BNPBKepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta dunia usaha dan penyelenggara event bisa menahan diri untuk tidak memaksakan aktivitasnya di tengah pandemi.

Hal itu dia sampaikan menyusul penumpukan massa di Pasar Tanah Abang dan Pasar Minggu, beberapa waktu lalu.

"Mari kita bersabar untuk menahan diri, ini tidak cukup hanya pemerintah. Kami juga berharap dunia usaha punya sensivitas, para penyelanggara event organizer juga harus tahu situasi nasional kita," ujar Doni dalam diskusi virtual yang digelar Kemenkominfo, Rabu (5/5/2021).

Baca juga: Wagub DKI: Jangan Semua Belanja di Tanah Abang, Masih Ada Pasar Lain dan Bisa Belanja Online

Doni mengatakan, para pemangku kepentingan harus menyadari betapa pentingnya menyiapkan antisipasi jika terjadi pelanggaran protokol kesehatan.

Antisipasi itu bisa dilakukan seperti yang terjadi pada kasus kerumunan massa di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (1/5/2021).

Menurut Doni, kasus penumpukan massa di Pasar Tanah Abang semestinya tidak terjadi jika ada langkah antisipatif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Artinya perlu ada persiapan dari awal, perlu antisipatif," ucap Doni.

Baca juga: Lurah Cilandak Timur Sebut Konser Musik di Area Cibis Park Tak Berizin

Ketika mengetahui adanya penumpukan massa di Pasar Tanah Abang, Doni langsung menghubungi pemangku kepentingan di Provinsi DKI Jakarta supaya dapat mengendalikan kerumunan massa guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.

"Setelah itu, hari Minggu para pimpinan ke lapangan, gubernur, pangdam, kapolda ke lapangan. Apa yang terjadi, bisa dikendalikan, bisa diatur," kata dia.

Baca juga: Dua Pekan ke Depan, Epidemiolog Prediksi Ada Kenaikan Kasus Covid-19 akibat Kerumunan di Tanah Abang

Belakangan ini di wilayah DKI Jakarta dikejutkan dengan dua peristiwa penumpukan massa. Pertama, penumpukan massa di Pasar Tanah Abang, Sabtu (1/5/2021).

Sebanyak 85.000 pengunjung memadati Pasar Tanah Abang. Banyak pihak yang mengkhawatirkan penumpukan massa tersebut akan berdampak pada kian masifnya penyebaran Covid-19.

Pada hari yang sama, juga terjadi penumpukan di DKI Jakarta, tepatnya di Cibis Park, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Penumpukan massa itu terjadi karena adanya konser musik. Akibat kegiatan ini, 12 saksi dimintai keterangan aparat kepolisian.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penonton PON XX Papua 2021 Dibatasi 25 Persen dari Kapasitas

Penonton PON XX Papua 2021 Dibatasi 25 Persen dari Kapasitas

Nasional
Batasi Pelaku Perjalanan Internasional, Pintu Masuk Udara Hanya Via Jakarta dan Manado

Batasi Pelaku Perjalanan Internasional, Pintu Masuk Udara Hanya Via Jakarta dan Manado

Nasional
Luhut Klaim Penanganan Pandemi di Indonesia Dapat Penghargaan dari Banyak Negara

Luhut Klaim Penanganan Pandemi di Indonesia Dapat Penghargaan dari Banyak Negara

Nasional
Ini 10 Daerah yang Masih Terapkan PPKM Level 4 di Luar Jawa-Bali

Ini 10 Daerah yang Masih Terapkan PPKM Level 4 di Luar Jawa-Bali

Nasional
Luhut: Kasus Harian Covid-19 Turun 98 Persen dari Puncaknya

Luhut: Kasus Harian Covid-19 Turun 98 Persen dari Puncaknya

Nasional
Luhut Soroti Rendahnya Cakupan Vaksinasi Covid-19 terhadap Lansia

Luhut Soroti Rendahnya Cakupan Vaksinasi Covid-19 terhadap Lansia

Nasional
Anggota DPR Minta Penindakan Teroris Beriringan dengan Deradikalisasi

Anggota DPR Minta Penindakan Teroris Beriringan dengan Deradikalisasi

Nasional
Antipasi Masuknya Varian Mu dan Lambda, Pemerintah Batasi Pintu Masuk RI

Antipasi Masuknya Varian Mu dan Lambda, Pemerintah Batasi Pintu Masuk RI

Nasional
PPKM Diperpanjang, Perusahaan Sektor Non-esensial Bisa Terapkan WFO 25 Persen dari Kapasitas

PPKM Diperpanjang, Perusahaan Sektor Non-esensial Bisa Terapkan WFO 25 Persen dari Kapasitas

Nasional
Sedekah Wi-Fi untuk Para Pewaris Negeri

Sedekah Wi-Fi untuk Para Pewaris Negeri

Nasional
UPDATE 20 September: 45,2 Juta Orang Sudah Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 20 September: 45,2 Juta Orang Sudah Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
Luhut: Kami Tak Akan Lakukan Perubahan Kebijakan Pandemi yang Drastis, Mohon Pengertiannya

Luhut: Kami Tak Akan Lakukan Perubahan Kebijakan Pandemi yang Drastis, Mohon Pengertiannya

Nasional
Luhut: Positivity Rate Covid-19 Indonesia Kini di Bawah 2 Persen

Luhut: Positivity Rate Covid-19 Indonesia Kini di Bawah 2 Persen

Nasional
Luhut: Liga 2 Bisa Digelar di Daerah PPKM Level 3 dan 2 di Jawa Bali

Luhut: Liga 2 Bisa Digelar di Daerah PPKM Level 3 dan 2 di Jawa Bali

Nasional
UPDATE: Sebaran 1.932 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

UPDATE: Sebaran 1.932 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.