Satgas Ingatkan 5 Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri untuk Daerah Zona Kuning dan Zona Hijau

Kompas.com - 05/05/2021, 08:30 WIB
Warga menggunakan masker saat melaksanakan shalat tarawih di Masjid Agung Al-Araf, Lebak,  Banten, Rabu (23/4/2020). Warga setempat tetap menjalankan ibadah shalat tarawih berjamaah di masjid dengan mengikuti protokol kesehatan meski Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat tidak melaksanakan shalat berjamaah di masjid selama ramadhan. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/aww. ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNASWarga menggunakan masker saat melaksanakan shalat tarawih di Masjid Agung Al-Araf, Lebak, Banten, Rabu (23/4/2020). Warga setempat tetap menjalankan ibadah shalat tarawih berjamaah di masjid dengan mengikuti protokol kesehatan meski Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat tidak melaksanakan shalat berjamaah di masjid selama ramadhan. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, masyarakat yang tinggal di daerah berstatus zona merah dan zona oranye diwajibkan melakukan ibadah Ramadhan dan rangkaian ibadah Idul Fitri dari rumah masing-masing.

Sementara itu, masyarakat yang tinggal di zona kuning dan hijau diperbolehkan melakukan ibadah Ramadhan dan rangkaian ibadah Idul Fitri secara berjemaah.

"Namun, karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, ada beberapa ketentuan yang harus dipatuhi bagi masyarakat yang berada di daerah berstatus zona kuning dan hijau," ujar Wiku dikutip dari siaran pers Tim Komunikasi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Rabu (5/5/2021).

"Di sisa beberapa hari menjelang berakhirnya Ramadhan dan masuknya ke bulan Syawal, saya hendak mengingatkan kembali hal-hal yang harus diperhatikan untuk menjamin semua orang dapat terlindungi dari penularan Covid-19 secara sempurna," lanjutnya.

Baca juga: SE Mendagri, ASN dan Pejabat Dilarang Gelar Open House Idul Fitri 1442 H

Pertama, ibadah Ramadhan dan Idul Fitri sebaiknya meminimalisasi potensi kerumunan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Langkah yang bisa ditempuh yakni dengan mengimbau untuk berwudu dari rumah, membawa peralatan dan alas ibadah sendiri, serta membatasi jumlah kehadiran jemaah maksimal 50 persen dari kapasitas masjid/mushala.

Kedua, membentuk Satgas Covid-19 di masjid/mushala untuk menegakkan kedisiplinan protokol kesehatan oleh jemaah, termasuk memastikan ketersediaan fasilitas pendukung, seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan disinfeksi secara rutin.

Ketiga, jika memungkinkan memanfaatkan teknologi sebagai sarana pendukung ibadah, misalnya mendengarkan khotbah via virtual meeting.

"Keempat, tradisi keagamaan, seperti kegiatan sahur/buka bersama, peringatan nuzulul quran, takbiran, dan halalbihalal/silaturahmi yang melibatkan kehadiran massa, diharapkan mengoordinasikannya kepada satgas daerah setempat," tutur Wiku.

"Durasi acara disarankan untuk dipersingkat. Akan lebih baik dilaksanakan di luar ruangan untuk meminimalisasi sirkulasi virus pada ruang tertutup dengan kewajiban diisi maksimal 50 persen dari kapasitas," tegasnya.

Baca juga: Mendagri Minta Kepala Daerah dan Forkopimda Antisipasi Potensi Kerumunan Saat Idul Fitri

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.