Satgas Covid-19: Mobilitas Penduduk ke Pusat Perbelanjaan Naik di 6 Provinsi

Kompas.com - 04/05/2021, 17:19 WIB
Masyarakat memadati area perbelanjaan untuk membeli baju baru, kebiasaan jelang Idul Fitri yang menandai berakhirnya bulan suci Ramadhan di Bekasi, Jawa Barat, pada 22 Mei 2020, dengan mengabaikan anjuran pemerintah untuk dilakukan. AFP/REZAS via VOA INDONESIAMasyarakat memadati area perbelanjaan untuk membeli baju baru, kebiasaan jelang Idul Fitri yang menandai berakhirnya bulan suci Ramadhan di Bekasi, Jawa Barat, pada 22 Mei 2020, dengan mengabaikan anjuran pemerintah untuk dilakukan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Satuan (Satgas) Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkap, di tengah kebijakan pembatasan, terjadi peningkatan mobilitas penduduk khususnya ke pusat perbelanjaan.

Berdasar data yang dihimpun Satgas Penanganan Covid-19 yang bersumber dari Google Mobility pada 11 Maret-16 April 2021, kenaikan mobilitas terjadi selama 3 minggu terakhir.

"Terdapat 6 provinsi dengan kenaikan mobilitas ke pusat perbelanjaan tertinggi di Indonesia yaitu Provinsi Aceh, Gorontalo, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Barat dengan puncak kenaikan masing-masing pada tanggal 9 April 2021," kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: Satgas: Masyarakat di Zona Merah Wajib Shalat Id di Rumah

Wiku mengatakan, data ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah dan masyarakat. Sebab, kenaikan mobilitas penduduk selalu diikuti dengan peningkatan kasus virus corona.

Padahal, dalam beberapa waktu terakhir, kondisi pandemi di Tanah Air sudah cukup stabil ditandai dengan menurunnya angka kasus harian dan kasus aktif Covid-19.

"Oleh karena setiap daerah tanpa terkecuali harus benar-benar memperhatikan ini dan segera melakukan antisipasi lonjakan yang sama di masa yang akan datang," ujar Wiku.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wiku menyadari bahwa Lebaran merupakan momen sukacita bagi masyarakat muslim. Berbelanja pun menjadi tradisi turun-menurun yang biasa dilakukan masyarakat jelang Hari Raya.

Baca juga: Satgas: Angka Kematian Pasien Covid-19 Meningkat, Kesembuhan Turun

Tak dapat dipungkiri, hal ini berdampak baik pada pemulihan perekonomian nasional.

Namun demikian, Wiku mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir di Tanah Air. Ancaman penularan virus corona masih nyata di tengah masyarakat.

"Oleh karena itu hal terbaik yang kita lakukan adalah melakukan segala aktivitas dengan terkendali agar produktivitas sosial ekonomi masyarakat pun tetap menuai perkembangan yang baik," kata Wiku.

Wiku mengimbau seluruh pemerintah daerah menyusun mekanisme aktivitas sosial dan ekonomi yang dapat dengan mudah diawasi pergerakannya.

Baca juga: Satgas: Kasus Covid-19 di Indonesia Mendatar, tetapi Tetap Waspada

Hal ini demi mencegah terjadinya kerumunan maupun interaksi fisik yang bisa menjadi sumber penularan virus.

Bersamaan dengan itu, ia menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan kemajuan teknologi dengan berbelanja secara daring.

"Mohon kepada masyarakat juga untuk memilih opsi berbelanja yang lebih aman yaitu dengan memanfaatkan kemajuan iptek, yaitu berbelanja online untuk meminimalisir terpaparnya virus Covid-19," kata Wiku.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.