Kompas.com - 04/05/2021, 12:56 WIB
Tangkapan layar Presiden Joko Widodo, Kamis (22/4/2021), saat memberikan keterangan terkait hilang kontaknya KRI Nanggala-402 Instagram/@kemensetneg.riTangkapan layar Presiden Joko Widodo, Kamis (22/4/2021), saat memberikan keterangan terkait hilang kontaknya KRI Nanggala-402

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo ingin agar transformasi energi baru dan terbarukan segera dimulai.

Upaya itu salah satunya dilakukan dengan penguatan green economy atau "ekonomi hijau".

"Green economy, green technology, dan green product harus bisa diperkuat agar kita bisa bersaing di pasar global," kata Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Jokowi mengatakan, Indonesia harus memperoleh manfaat dari perkembangan dunia yang kini mengarah pada green economy.

Baca juga: Bicara Perkembangan Teknologi, Jokowi: Hati-hati, Jangan Hanya Jadi Pengguna

Sebagai salah satu negara yang menjadi paru-paru terbesar dunia, kata dia, Indonesia bisa memperoleh manfaat besar dari hutan tropis dan hutan mangrove yang dimiliki Tanah Air.

Pemerintah sudah berencana untuk membuat green industrial park atau kawasan industri hijau yang akan dibangun di Kalimantan Utara. Kawasan ini rencananya akan memanfaatkan hydropower dari Sungai Kayan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dan ini akan menghasilkan energi hijau, energi baru terbarukan yang akan disalurkan kepada kawasan industri hijau sehingga muncul produk-produk hijau dari sana. Inilah kekuatan kita ke depan," ujar Jokowi.

Selain green economy, lanjut Presiden, Indonesia juga memiliki kekuatan besar pada blue economy atau "ekonomi biru".

Hal ini berkaitan dengan keanekaragaman hayati di laut nusantara. Jokowi ingin agar kekayaan laut memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

Baca juga: Dorong Pemulihan Ekonomi, Jokowi Kembali Perintahkan Belanja Pemerintah Dipercepat

Keberlanjutan atau sustainable blue economy, kata dia, harus menjadi agenda yang diprioritaskan di seluruh wilayah pantai Tanah Air.

"Kita harus memanfaatkan secara bijak anugerah Tuhan ini, menyejahterakan rakyat dengan tetap menjaga alam dan keberlanjutan produksi," katanya.

Jokowi menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia harus inklusif dan menjadi bagian penting bagi penyelesaian persoalan tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs).

Pertumbuhan ekonomi juga mesti jadi mesin bagi pemerataan pembangunan dan keadilan, baik antar daerah maupun antar desa dengan kota.

"Pertumbuhan ekonomi harus meningkatkan kelas UMKM kita dan semakin mampu bersaing dengan produk-produk dari negara lain," kata Jokowi.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.