Ancaman Pandemi Covid-19 Gelombang Kedua, Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Terburuk

Kompas.com - 30/04/2021, 11:19 WIB
Dokumentasi pembuatan mural edukasi oleh relawan Disaster Management Center (DMC) untuk menghiasi sejumlah sudut ibukota dalam rangka memeriahkan Hari Kesiapsiagaan Bencana pada Rabu (28/4/2021). Dok. Humas Dompet DhuafaDokumentasi pembuatan mural edukasi oleh relawan Disaster Management Center (DMC) untuk menghiasi sejumlah sudut ibukota dalam rangka memeriahkan Hari Kesiapsiagaan Bencana pada Rabu (28/4/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar sosiologi bencana Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Sulfikar Amir meminta masyarakat dan pemerintah tak terlampau optimistis dengan kondisi Covid-19 di Tanah Air.

Sebaliknya, ia menyarankan supaya pemerintah menyiapkan skenario terburuk terkait hal ini, seandainya terjadi pandemi gelombang kedua.

"Saran saya sebenarnya kita jangan terlalu optimis dengan apa yang terjadi sekarang, tetapi harus mempersiapkan worst (case) scenario," kata Sulfikar dalam acara Rosi yang ditayangkan Kompas TV, Kamis (29/4/2021) malam.

"Gelombang kedua itu pasti terjadi, sekarang bagaimana caranya supaya pemerintah mempersiapkan diri untuk memasuki gelombang kedua," tuturnya.

Baca juga: Angka Kematian Pasien Covid-19 Stagnan, Satgas Perintahkan Upaya Penurunan

Sulfikar mengingatkan bahwa saat ini pandemi gelombang kedua tengah terjadi di India. Kasus Covid-19 di Negeri Anak Benua itu melonjak tajam setelah sebelumnya mengalami penurunan.

Berkaca dari kasus tersebut, pemerintah diminta melakukan langkah antisipatif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Supaya, seandainya terjadi pandemi Covid-19 gelombang kedua di Indonesia, lonjakan kasusnya tak separah seperti di India.

"Yang kita hindari adalah bagaimana supaya gelombang kedua itu tidak seekstrem di India, jadi harus ada persiapan yang matang," ujar Sulfikar.

Baca juga: Cerita WNI soal Situasi Mencekam di India, Lockdown, hingga Krisis Oksigen

Sulfikar menyebut, pembatasan mobilitas masyarakat saja tidak cukup.

Hal ini harus dibarengi dengan peningkatan pelayanan fasilitas kesehatan sekaligus penguatan perlindungan terhadap tenaga kesehatan.

Vaksinasi Covid-19 juga harus terus dikebut. Sulfikar mendorong agar pengembangan vaksin dalam negeri terus dilakukan supaya Indonesia tak mengalami kekurangan stok vaksin.

"Saya tidak yakin Indonesia mampu mencapai herd immunity tahun ini karena jumlah pasokan vaksin kita terbatas," ucapnya.

Baca juga: Cerita Jokowi Telepon Menteri Kesehatan India, Tanya soal Strategi Micro Lockdown

Selain itu, yang tak kalah penting yakni konsistensi kebijakan dari pemerintah pusat hingga daerah.

Sulfikar meminta para pemangku kepentingan membuat kebijakan yang pasti dan tidak berubah-ubah sehingga menyebabkan kebingungan masyarakat.

"Kalau pemerintahnya tidak konsisten pejabat A bilang tidak boleh mudik, pejabat B bilang boleh mudik, akan terjadi kesimpangsiuran. Jadi perlu konsistensi dari atas ke bawah sehingga masyarakat itu bisa disiplin," kata dia.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4,2 Juta Kasus Covid-19 di Indonesia dan Antisipasi Lonjakan Kasus di PON Papua

4,2 Juta Kasus Covid-19 di Indonesia dan Antisipasi Lonjakan Kasus di PON Papua

Nasional
Mengenang Salim Kancil, Aktivis yang Dibunuh karena Menolak Tambang Pasir

Mengenang Salim Kancil, Aktivis yang Dibunuh karena Menolak Tambang Pasir

Nasional
[POPULER NASIONAL] KPK Tahan Azis Syamsuddin | Profil Azis Syamsuddin

[POPULER NASIONAL] KPK Tahan Azis Syamsuddin | Profil Azis Syamsuddin

Nasional
Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

Nasional
Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

Nasional
Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

Nasional
Alex Noerdin dan Azis Syamsuddin Tersangka Korupsi, Golkar: Kami Prihatin...

Alex Noerdin dan Azis Syamsuddin Tersangka Korupsi, Golkar: Kami Prihatin...

Nasional
Mendag: Aplikasi PeduliLindungi Segera Diuji Coba di 6 Pasar Rakyat

Mendag: Aplikasi PeduliLindungi Segera Diuji Coba di 6 Pasar Rakyat

Nasional
Stafsus Presiden: Pembangunan Jalan Trans Papua Capai 3.446 Kilometer

Stafsus Presiden: Pembangunan Jalan Trans Papua Capai 3.446 Kilometer

Nasional
UPDATE 25 September: 133 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 3 Pasien Meninggal

UPDATE 25 September: 133 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 3 Pasien Meninggal

Nasional
Wapres: Pemerintah Fokus ke 4 Bidang untuk Bangun Ekonomi Syariah

Wapres: Pemerintah Fokus ke 4 Bidang untuk Bangun Ekonomi Syariah

Nasional
Pemerintah Sesalkan dan Kutuk Keras Pelaku Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

Pemerintah Sesalkan dan Kutuk Keras Pelaku Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

Nasional
 UPDATE: 257.803 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 4,06 Persen

UPDATE: 257.803 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 4,06 Persen

Nasional
Sederet Fakta Penangkapan Azis Syamsuddin...

Sederet Fakta Penangkapan Azis Syamsuddin...

Nasional
UPDATE: Sebaran 2.137 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

UPDATE: Sebaran 2.137 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.