Kompas.com - 29/04/2021, 16:53 WIB
Petugas pemadam kebakaran bersama aparat terkiat berjibaku memadamkan api yang membakar sejumlah lahan di Jalan Sepakat II, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Minggu (28/2/2021). KOMPAS.COM/HENDRA CIPTAPetugas pemadam kebakaran bersama aparat terkiat berjibaku memadamkan api yang membakar sejumlah lahan di Jalan Sepakat II, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Minggu (28/2/2021).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan wilayah selatan Indonesia untuk waspada dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebab, menurut Koordinator Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin, wilayah tersebut segera memasuki musim kemarau.

"Mengingat bahwa wilayah selatan Indonesia itu akan menjelang awal musim kemarau juga, maka perlu diwaspadai potensi yang bisa terjadi di wilayah lain seperti karhutla menjelang musim kemarau," kata Miming dalam Rapat Koordinasi Tim Intelijensi Penanggulangan Bencana (TIPB) yang disiarkan secara daring, Kamis (29/4/2021).

Miming mengatakan, puncak musim kemarau di daerah tersebut kemungkinan akan terjadi pada bulan Juli dan Agustus 2021.

Sementara terkait siklon tropis, khususnya di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) biasanya terjadi sekitar bulan April, sedangkan daerah selatan di Indonesia biasanya terjadi pada November hingga Mei.

Baca juga: BMKG Sebut Badai Siklon Tropis di NTT Terkuat ke-2 Setelah 2008

Miming melanjutkan, siklon tropis memiliki dampak yang kompleks. Jika dilihat secara langsung dampaknyak yakni angin kencang, hujan lebat hingga ekstreme, gelombang tinggi dan gelombang pasang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara dampak tidak langsungnya sama seperti dampak langsung, namun terjadi di daerah lain dengan intensitas relatif lebih kecil.

"Gelombang tinggi termasuk juga gelombang pasang tapi dengan intensitas yang relatif lebih kecil," ujarnya.

Penyebab munculnya siklon tropis, kata Miming, juga cukup banyak di antaranya adalah STT anomali atau temperatur muka laut, la lina, serta Madden Jullian Oscillation (MJO).

Kemudian gelombang rossby equtorial, gelombang kelvin wave dan synoptic scale yang merupakan fenomena ukuran pola cuaca yang terjadi pada satu hari sampai satu minggu dengan skala panjang wilayah horizontal.

"Untuk peningkatan pengurangan risiko dampak siklon tropis ini tentunya menjadi tanggungjawab kita bersama stakeholder dan masyarakat," ungkapnya.

Baca juga: BMKG: Dampak Siklon Tropis Sangat Kompleks

"Bagaimana meningkatkan pemahaman dan respon stakeholder masyarakat terhadap informasi dan peningkatan infrastruktur juga di sisi lingkungannya dalam menghadapi bencana," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Periksa Hengky Kurniawan, KPK Dalami Pembagian Tugas dengan Aa Umbara di Bandung Barat

Periksa Hengky Kurniawan, KPK Dalami Pembagian Tugas dengan Aa Umbara di Bandung Barat

Nasional
Periksa Saksi, KPK Dalami Penerimaan dan Penggunaan Uang Eks Penyidik Stepanus Robin

Periksa Saksi, KPK Dalami Penerimaan dan Penggunaan Uang Eks Penyidik Stepanus Robin

Nasional
Kuasa Hukum Yakin Hakim Kabulkan Permohonan Praperadilan Angin Prayitno Aji

Kuasa Hukum Yakin Hakim Kabulkan Permohonan Praperadilan Angin Prayitno Aji

Nasional
Megawati Instruksikan Kader PDI-P Bantu Penanganan Pandemi Lewat Kegiatan Partai

Megawati Instruksikan Kader PDI-P Bantu Penanganan Pandemi Lewat Kegiatan Partai

Nasional
Mendagri: Saya Ingin Lihat Pemda Mana yang Sukses Bentuk Tim Tracing Covid-19

Mendagri: Saya Ingin Lihat Pemda Mana yang Sukses Bentuk Tim Tracing Covid-19

Nasional
Kemendikbud Ristek Tegaskan Asesmen Nasional Tak Digunakan untuk Menilai Individu Murid

Kemendikbud Ristek Tegaskan Asesmen Nasional Tak Digunakan untuk Menilai Individu Murid

Nasional
TNI AU Minta Maaf dan Tahan 2 Prajuritnya yang Lakukan Kekerasan ke Warga di Merauke

TNI AU Minta Maaf dan Tahan 2 Prajuritnya yang Lakukan Kekerasan ke Warga di Merauke

Nasional
Dugaan Pelanggaran Etik dalam Proses TWK Tak Cukup Bukti, KPK: Dewas Sudah Periksa 42 Bukti

Dugaan Pelanggaran Etik dalam Proses TWK Tak Cukup Bukti, KPK: Dewas Sudah Periksa 42 Bukti

Nasional
Jubir Pemerintah Ingatkan Tetap Disiplin Protokol Kesehatan meski Sudah Divaksinasi

Jubir Pemerintah Ingatkan Tetap Disiplin Protokol Kesehatan meski Sudah Divaksinasi

Nasional
PDI-P Luncurkan Kendaraan Bantuan untuk Tangani Pandemi dan Jaga Lingkungan

PDI-P Luncurkan Kendaraan Bantuan untuk Tangani Pandemi dan Jaga Lingkungan

Nasional
TNI AU Minta Maaf Atas Insiden Kekerasan yang Dilakukan Oknum Prajuritnya ke Seorang Warga Merauke

TNI AU Minta Maaf Atas Insiden Kekerasan yang Dilakukan Oknum Prajuritnya ke Seorang Warga Merauke

Nasional
Kronologi Warga di Merauke Diperlakukan Tak Manusiawi oleh Oknum Prajurit TNI AU

Kronologi Warga di Merauke Diperlakukan Tak Manusiawi oleh Oknum Prajurit TNI AU

Nasional
Satgas: Jika Pembukaan Berbagai Sektor Meningkatkan Kasus Covid-19, Maka Perlu Kembali Dibatasi

Satgas: Jika Pembukaan Berbagai Sektor Meningkatkan Kasus Covid-19, Maka Perlu Kembali Dibatasi

Nasional
Ketua DPR Minta Pemerintah Cegah Luar Pulau Jawa-Bali Jadi Episentrum Baru Covid-19

Ketua DPR Minta Pemerintah Cegah Luar Pulau Jawa-Bali Jadi Episentrum Baru Covid-19

Nasional
TNI AU Tahan Prajurit yang Lakukan Kekerasan Terhadap Warga di Merauke

TNI AU Tahan Prajurit yang Lakukan Kekerasan Terhadap Warga di Merauke

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X