Kompas.com - 29/04/2021, 06:30 WIB
Tangkapan layar Presiden Joko Widodo, Kamis (22/4/2021), saat memberikan keterangan terkait hilang kontaknya KRI Nanggala-402 Instagram/@kemensetneg.riTangkapan layar Presiden Joko Widodo, Kamis (22/4/2021), saat memberikan keterangan terkait hilang kontaknya KRI Nanggala-402
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, ada dua alasan yang membuat Presiden Joko Widodo tidak merombak Kabinet Indonesia Maju secara besar-besaran.

Pertama, kata Hendri, saat ini bukan momen yang tepat untuk merombak kabinet secara besar-besaran.

"Pertama memang hilalnya belum keliatan, waktu yang tepat itu belum keliatan," kata Hendri saat dihubungi Kompas.com, Rabu (28/4/2021).

Hendri menuturkan, ada sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi momen tersebut antara lain kondisi sumber daya manusia yang bersedia serta kesepakatan dengan partai politik.

Alasan kedua, Hendri menilai Jokowi belum selesai mengevaluasi para pembantunya sehingga reshuffle kabinet kali ini dilakukan terbatas.

Baca juga: Jokowi Lantik Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi kalau evaluasinya sudah selesai pasti akan dilakukan reshuffle secara menyeluruh gitu," ujar dia.

Di samping itu, Hendri menyebut dua menteri yang baru dilantik yakni Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Makarim dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mesti memanfaatkan kesempatan kedua yang diberikan oleh Jokowi.

"Saya rasa baik Mas Bahlil maupun Mas Nadiem harus memanfaatkan kesempatan kedua ini dengan menyajikan kejutan-kejutan dan terobosan bagi pemerintahan Pak Jokowi," kata Hendri.

Secara khusus, ia menyoroti kiprah Nadiem sebagai Mendikbud yang belum membuahkan hasil menonjol tetapi ditambah tugasnya dengan menangani sektor riset dan teknologi.

"Selama ini publik menunggu dan menganggap Mas Nadiem belum berhasil kemudian melaukan manuver politik ketemu Bu Mega, sekarang Pak Jokowi percaya, ya surprise us," kata dia.

Diketahui, dalam reshuffle kali ini Jokowi hanya melantik Nadiem sebagai Mendikbud-Ristek dan Bahlil sebagai Menteri Investasi.

Baca juga: Presiden Lantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi

Nadiem dan Bahlil sebetulnya bukan orang baru karena mulanya Nadiem menjabat sebagai Mendikbud dan Bahlil menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wakil Ketua MPR: Permasalahan Kesetaraan Gender Harus Segera Diselesaikan

Wakil Ketua MPR: Permasalahan Kesetaraan Gender Harus Segera Diselesaikan

Nasional
Survei Sebut Pendukung PDI-P dan Golkar Setuju Presiden Tiga Periode, Jokpro 2024: Cepat atau Lambat, Partai Lain Akan Bergabung

Survei Sebut Pendukung PDI-P dan Golkar Setuju Presiden Tiga Periode, Jokpro 2024: Cepat atau Lambat, Partai Lain Akan Bergabung

Nasional
Kemenkes: Penurunan Kasus Covid-19 di Indonesia Belum Capai Ketentuan WHO

Kemenkes: Penurunan Kasus Covid-19 di Indonesia Belum Capai Ketentuan WHO

Nasional
Masyarakat yang Tidak Punya NIK Bisa Ikut Vaksinasi Covid-19 dengan Disdukcapil

Masyarakat yang Tidak Punya NIK Bisa Ikut Vaksinasi Covid-19 dengan Disdukcapil

Nasional
Tanggapi Arteria soal Pesawat Kepresidenan, Demokrat: Keliru jika Salahkan SBY, Harusnya Berterima Kasih

Tanggapi Arteria soal Pesawat Kepresidenan, Demokrat: Keliru jika Salahkan SBY, Harusnya Berterima Kasih

Nasional
Menko PMK Minta Puskesmas Siapkan Obat Antivirus dan Oksigen untuk Pasien Covid-19

Menko PMK Minta Puskesmas Siapkan Obat Antivirus dan Oksigen untuk Pasien Covid-19

Nasional
Cegah Penurunan Populasi Ikan Selar Bentong, Kementerian KP Lakukan Penelitian

Cegah Penurunan Populasi Ikan Selar Bentong, Kementerian KP Lakukan Penelitian

Nasional
Soal Informasi Bantuan Kuota Internet, Nadiem: Harus Resmi dari Kemendikbud, Bersumber dari Satu Situs

Soal Informasi Bantuan Kuota Internet, Nadiem: Harus Resmi dari Kemendikbud, Bersumber dari Satu Situs

Nasional
Anies Bolehkan Warga yang Sudah Divaksin Pergi ke Mana Saja, Ini Kata Kemenkes

Anies Bolehkan Warga yang Sudah Divaksin Pergi ke Mana Saja, Ini Kata Kemenkes

Nasional
Calon Hakim Agung Ini Nilai Terlalu Banyak OTT KPK Akan Berdampak ke Investasi

Calon Hakim Agung Ini Nilai Terlalu Banyak OTT KPK Akan Berdampak ke Investasi

Nasional
Diperiksa KPK Terkait Kasus Pengaturan Proyek di Indramayu, Dedi Mulyadi: Ada 3 Pertanyaan

Diperiksa KPK Terkait Kasus Pengaturan Proyek di Indramayu, Dedi Mulyadi: Ada 3 Pertanyaan

Nasional
Anies-AHY Paling Dipilih Rakyat Versi Survei, PPP: Biasa Saja, Survei Bukan Cerminan Hasil Pemilu

Anies-AHY Paling Dipilih Rakyat Versi Survei, PPP: Biasa Saja, Survei Bukan Cerminan Hasil Pemilu

Nasional
Kemendikbud Ristek Kembali Beri Bantuan Kuota, Begini Syaratnya

Kemendikbud Ristek Kembali Beri Bantuan Kuota, Begini Syaratnya

Nasional
Calon Hakim Agung Ini Nilai Restorastive Justice Pendekatan Utama Selesaikan Pidana Anak

Calon Hakim Agung Ini Nilai Restorastive Justice Pendekatan Utama Selesaikan Pidana Anak

Nasional
Lonjakan Kasus Covid-19 di NTB, Sumbawa Disebut Kekurangan Dokter

Lonjakan Kasus Covid-19 di NTB, Sumbawa Disebut Kekurangan Dokter

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X